Daerah Penyelenggara Pilkada Kondusif

Daerah Penyelenggara Pilkada Kondusif

  Sabtu, 28 November 2015 08:49
PENGARAHAN : Kapolda Kalbar saat memberikan pengarahan pengamanan Pilkada kepada seluruh anggota Polres Kapuas Hulu, Kamis (26/11) di aula Mapolres Kapuas Hulu.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si menegaskan hingga H-12 Pilkada serentak seluruh Indonesia, untuk wilayah Kalbar yang daerahnya menyelenggara Pilkada semuanya masih kondusif. Kendati demikian, Polda Kalbar bersama Mapolres setempat tetap akan melakukan pengamanan secara maksimal, dengan menerjunkan personilnya hingga ke pelosok desa.

“Kami sudah siap melakukan pengamanan Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 ini. Untuk personil BKO Polda Kalbar ada 100 personil, khusus untuk daerah jauh seperti kabupaten Kapuas Hulu sudah diterjunkan dari tiga hari yang lalu,” ungkap Arief usai memberikan arahan kepada seluruh jajaran Polres Kapuas Hulu, diaula Mapolres Kapuas Hulu pada Kamis (26/11) siang.

Untuk sisanya, sambung Kapolda akan diberangkatkan secara bersama-sama pada Senin (30/11) pagi mendatang,  karena jarak yang tidak terlalu jauh. Sejauh ini situasi dibeberapa daerah di Kalimantan Barat yang mengadakan Pilkada dalam keadaan aman dan kondusif serta tidak perlu dikhawatirkan. Meskipun ada fiksi-fiksi dalam Pemilu, itu bisa dimusyawarahkan dan bisa diselesaikan dengan baik.

Terkait adanya wilayah yang rawan, sambung Arief, dalam Pilkada belum ada dikategorikan daerah rawan. Kendati demikian personil telah dipersiapkan untuk mewaspadai apapun kemungkinan yang akan terjadi. "Saya tidak tau ada sumber informasi dari mana yang mengatakan Kalbar paling rawan. Seharusnya yang mengetahui rawan atau tidak di Kalbar ini adalah Kapolda dan KPU," terang Arief.

Menurut Arief, ini adalah pertaruhan bagi demokrasi di Indonesia, karena ini adalah pilkada serentak yang baru pertama kali di adakan. Sehingga perlu kedewasaan semua semua pihak, agar pemilu ini berjalan dengan baik. “Saya minta personil kepolisian agar mengedepankan netralitas sebagai aparat keamanan. Jangan sampai lupa jati dirinya, karena ini yang dapat mengganggu netralitas,” tegasnya.

Arief mengaku seluruh kapolres telah diperintahkan untuk membuat pemetaan terhadap meving kerawanan baik itu geografis, sosial, dan asfek yang lainnya. Sehingga seluruh Kapolres sudah menyiapkan segala antisipasinya. “Nanti saya akan menunjuk pejabat pertama dengan staf untuk memberikan pendampingan pada para kapolres selama H- 3 sampai H + 3 pemilihan,” katanya.(aan)

2///

SPANDUK : Spanduk Forum Peduli Ibu Pertiwi yang terpasang diwilayah Kapuas Hulu yang berisikan ajakan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. FOTO MUSTA’AN

Jangan Mudah Terpropokasi Isu !

PUTUSSIBAU—Suhu politik di Kapuas Hulu akhir-akhir ini mulai sedikit memanas ditengah-tengah masyarakat. Konidisi ini jika tidak segera diatasi bisa saja menimbulkan konflik di masyarakat. Untuk itu Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP) mengajak seluruh lapisan masyarakat terus menjaga keamanan dan keharmonisan, khususnya di dalam pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanan 9 Desember ini.

Perwakilan Forum Peduli Ibu Pertiwi Kapuas Hulu, Safrie mengaku sudah menyebarkan spanduk, kalender dan baju kepada masyarakat disejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat wajib menggunakan hak pilihnya, karena suara masyarakat menentukan siapa pemimpin Kapuas Hulu lima tahun kedepan. Tapi yang lebih penting adalah menjaga keamanan dan ketertiban.

“Beberapa titik di kecamatan sudah kami pasang spanduk dan membagikan beberapa baju dan kalender kepada masyarakat, intinya Forum Peduli Ibu Pertiwi  ini mengajak seluruh laipasan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kapuas Hulu untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam menghadapi situasi politik Pilkada 2015 ini,” ucapnya,jumat (26/11) kemarin.

Terkait beberapa isu yang berkembang ditengah masyarakat, Safrie menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu politik yang berbau sara, menghina pasangan calon satu sama lain. “ Dalam Pilkada, yang kita pilih ini bukan pemimpin agama bukan pemimpin suku tetapi pemimpin masyarakat Kapuas Hulu seluruh elemen suku, agama maupun golongan di Kapuas Hulu.

Jadi, sambung Syafrie apabila ada isu-isu sara ditengah-tengah masyarakat itu hanyalah perbuatan orang-orang yang ingin merusak keharmonisan di Kapuas Hulu. “Kami menghimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi,” pintanya. Karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang ingin mengacau kemanan dan ketertiban di Kapuas Hulu yang selalu terjaga dengan baik.(aan)

3///

FOTO////////////Letkol Kav. Budiman Ciptadi

Lima Kecamatan Rawan Konflik

PUTUSSIBAU—Jika Kapolda Kalbar menegaskan daerah penyelenggara Pilkada di Kalbar, termasuk Kapuas Hulu dalam keadaan aman dan kondusif. Berbeda dengan Dandim 1206 Putussibau, Latkol Kav. Budiman Ciptadi, ia menegaskan ada lima kecamatan di wilayah Kapuas Hulu rawan konflik. Itu berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan jajaran TNI dilapangan dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan hasil pemetaan terdapat di lima titik seperti di Putussibau Utara, Jongkong, Silat Hilir, Nanga Badau dan Semitau. Lima titik ini menjadi perhatian TNI, karena selain daftar pemilih tetap (DPT) yang lebih banyak, dititik ini juga ada beberapa pendatang yang bekerja di sana. “Berdasarkan hasil pemetaan kami lima kecamatan itu memang rawan konflik," terangnya, Jumat (27/11) kemarin.

Untuk pengamanan Pilkada pihaknya telah menyiapkan 135 personil nominatif kodim dan ditambah bantuan dari Yonif 644 sebanyak 100 personil. "Untuk teknis pelaksanaannya lapangan sesuai dengan prosedur undang-undang dan peraturan yang sudah ada, berdasarkan permintaan dari pihak kepolisian. Intinya kami sudah membentuk personil dan SSK dalam pengamanan Pilkada," paparnya.

Dikatakan Budiman, sesuai dengan titik rawan yang diprediksi, TNI telah membuat konsep teknis pelaksanaannya. Pada Senin (30/11) mendatang pihaknya akan menggelar rencana pengamanan kepada seluruh Danramil, sehingga Danramil mengetahui tugas dan tanggungjawabnya. Termasuk berapa personil nantinya yang akan ditempatkan dalam proses pelaksanaan Pilkada Desember ini.

"Kita siap membantu dan menyukseskan Pilkada serentak mulai dari tahapan yang sudah dilakukan termasuk tahap pendistribusian logistik, kami sudah perintahkan Danramil dan Babinsa untuk mem Back Up pendistribusian logistik,"terangnya. Ada beberapa tempat dalam pendistribusian logistik tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan harus dengan berjalan kaki.

Untuk dititik rawan, kata Budiman, TNI akan menempatkan pasukan disana. Untuk di Kota juga akan diprioritaskan beberapa titik termasuk kantor KPU. “Untuk kewenangan tugas antara TNI dan Polisi sudah ada aturannya sendiri,” paparnya. Intinya TNI hanya mem Back Up pengamanan kepolisian, karena TNI lebih mendahulukan kepolisian dan TNI tak bertindak diluar kewenangan yang ada.(aan)
4///
KPU Siapkan Alat Bantu Tuna Netra
PUTUSSIBAU—Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu pada tanggal 9 Desember 2015, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas Hulu mengakomodir hak-hak seluruh pemilih yang ada di Bumi Uncak Kapuas, termasuk para tuna netra. Bagi penderita tuna netra yang mau menggunakan hak pilih pada Pilkada nanti, KPU Kapuas Hulu telah menyediakan alat bantu dengan huruf brailer.
Komisioner Devisi Program KPU Kapuas Hulu, Awang Ramlan Iskandar, SE mengatakan, alat bantu itu akan disebar keseluruh TPS (tempat pemungutan suara) yang ada di Kapuas Hulu. "Kami memang sedang packing logistik pemilu. Setiap TPS nanti dapat alat bantu penderita tunanetra yang memiliki huruf brailer," ungkap Awang saat ditemui di gudang logistik KPU Kapuas Hulu, Jumat (27/11) pagi.
Dijelaskan Awang, ada mekanisme khusus untuk penderita tuna netra menggunakan hak pilih. Mereka akan mendapat pendampingan. "Bisa dari pihak keluarga yang bersangkutan, atau mungkin petugas setempat. Tergantung kemauan pemilih (penderita tuna netra) yang bersangkutan," ucapnya. Terkait packing logistik secara keseluruhan, akan selesai di akhir pada bulan November ini.
Awal Desember logistik sudah mulai disalurkan berjenjang, dari KPU kabupaten ke PPK, PPS dan KPPS. “Target kami 30 November sudah selesai. Tanggal 1 Desember mulai distribusi ke 785 TPS yang ada,"  terang Awang. Selama proses packing di gudang logistik hingga distribusi ke TPS juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, sehingga dijamin keamanan dan kerahasiannya.
"Terkait pengamanan packing di gudang kami koordinasi pada Kepolisian dan TNI. Untuk teknis pengamanan mereka atur," ujar Awang. Kepala Gudang Logistik KPU Kapuas Hulu, Yohanes Jabak menjelaskan, sebelum disalurkan ke-PPS dan KPPS, logistik terlebih dahulu dipastikan kelengkapan ditingkat kecamatan. Pengecekan logistik melibatkan Penyelenggara Pemilu, serta pihak keamanan.
Untuk logistik, terang Yohanes, disegelnya di tingkat PPK. Karena setelah datang di kecamatan, lalu dicek lagi logistik di dalamnya untuk memastikan apakah logistik sesuai dengan kecamatan yang dituju. “Pengecekan logistik ini bersama komisioner KPU Kapuas Hulu, PPK, Panwas dan keamanan. Kalau sudah ok semua baru disigel. Baru hari H dibuka dan digunakan di TPS," terang Yohanes.(aan)

 

Berita Terkait