DAD Minta Lanud Dievaluasi

DAD Minta Lanud Dievaluasi

  Jumat, 1 April 2016 09:23
Ayande, S.Sos

Berita Terkait

BENGKAYANG--Sejumlah tokoh masyarakat adat dayak meminta pemerintah terkait mengevaluasi keberadaan Lanud Singkawang II, Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Keberadaan Lanud Singkawang II, dianggap mengganggu ketentraman masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan petugas angkatan udara menghambat akses lalu-lintas kendaraan.

''Kami minta Lanud Singkawang II menghentikan pengamanan lalu-lintas di depan pos penjagaan. Tolong, tong drum di tengah jalan dipinggirkan,'' ujar Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sanggau Ledo Ayande, Kamis (31/3) kepada media ini. Dia mengatakan, pihaknya sudah memperingatkan agar Lanud Singkawang II mentaati tugas dan fungsinya di kawasan perbatasan negara. Pengamanan lalu-lintas ataupun razia kendaraan bukan tugas dari Lanud Singkawang II, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Ia menyangkan razia kendaraan truk yang dilaksanakan petugas Lanud Singkawang II belum lama ini berujung dengan tindak kekerasan. Korban dipukul okum petugas TNI AU karena dinilai tidak mematuhi perintah komandan Lanud Singkawang II, Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

'' Korban bernama Sampolo (51), warga Dusun Sansak, Desa Belimbing, kecamatan Lumar. Hingga sekarang oknum Lanud yang melakukan pemukulan belum diberikan sanksi adat maupun hukuman meliter,'' tandas mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang 2004.

Ayande menambahkan masih banyak lagi keluhan masyarakat tentang Lanud Singkawang II Sanggau Ledo. Diantaranya lahan Lanud Singkawang II di sekitar pemukiman rumah penduduk dilarang untuk dijadikan lahan pertanian.

Menurutnya, keberadaan Lanud Singkawang II sudah tidak memberikan rasa aman terhadap masyarakat pribumi. Sehingga aktivitas yang dilakukan petugas tidak mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia.

''Jika teguran ini tidak ditanggapi. Kami terpaksa melakukan aksi bersama tokoh masyarakat adat dayak yang berada di Kabupaten Bengkayang. Supaya hukum adat masyarakat pribumi bisa berlaku kepada oknum Lanud yang melakukan tindak kekerasan,'' tukas Ayande juga mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Penerangan Lanud Singkawang II Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Letda Semadi membantah bahwa tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan oknum Lanud Singkawang II, Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

''Jika pihak terkait merasa keberatan kami siap dituntut. Tapi buktikan dengan hasil visum kebenarannya. Jangan asal tuduh, karena kami juga tidak ingin ada masalah dengan masyarakat,'' tukasnya.

Dia mengatakan kejadian sebenarnya kendaraan truk sawit melintas dan melanggar drum yang dipasang di depan pos penjagaan Lanud Singkawang II, Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Sopir yang bernama Sampalo tersebut dikejar petugas Lanud dan dimintai untuk memperlihatkan dokumen perjalanan truk sawit tersebut. Ia menuturkan pengemudi truk sawit tersebut tidak membawa dokumen resmi dalam melakukan perjalanan. Akhirnya petugas meminta pelaku untuk membawa dokumen resmi perjalanan resmi tersebut. Setelah di lihat dokumen STMK dan SIM, petugas keamanan meminta sopir yang sekaligus pemilik kendaraan truk untuk membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

''Kami tidak ada persoalan dengan masyarakat. Justru kami ingin membatu masyarakat. Jika ada pihak yang merasa keberatan silakan saja. Kami siap untuk dipermasalahkan apabila okum Lanud bermasalah,'' tandas Letda Semadi. (irn)

Berita Terkait