Cycling Cross Border Heart of Borneo

Cycling Cross Border Heart of Borneo

  Jumat, 27 Oktober 2017 10:00

Berita Terkait

Besok, Gowes di Jantung Borneo

SUDAH pernah merasakan gowes dengan kondisi alam perbukitan, melintasi jalan antar negara di border area dan menjelajah rute eksotis daerah konservasi? Cycling Cross Border Heart of Borneo jawabannya. 

Even gowes yang melibatkan seratusan penggiat sepeda dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia ini akan digelar besok (28/10) di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. 

Acara yang merupakan rangkaian dari agenda besar Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017 ini nggak hanya menarik minat goweser Kalbar saja tapi juga di luar Kalbar seperti Medan, Jakarta, Tangerang, Solo dan Bandung.

Tak hanya datang dari dalam negeri, harapannya goweser dari Malaysia dan Brunei Darussalam yang merupakan negara di kawasan Heart of Borneo juga turut berpartisipasi dalam gelaran ini.

Menurut Roni Wang, Sekretaris West Borneo Tourism Association, Cycling Cross Border HoB merupakan gelaran akbar bagi para penggiat bersepeda, penikmat wisata alam dan konservasi

 Kapuas Hulu menjadi kawasan yang tepat karena berada di Jantung Borneo yang merupakan daerah konservasi. Selaras dengan statusnya yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang harus tetap dijaga keasrian dan keindahannya.

Seperti kita tahu, bersepeda merupakan olahraga yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon. “Salah satu dari tujuan kegiatan ini adalah kampanye tentang olahraga bersepeda bagi kesehatan dan mengurangi pemanasan global. Bersepeda sembari menikmati dan menghargai alam kawasan Jantung Borneo,” ujar Roni. Acara ini mensinergikan antara wisata, olahraga dan konservasi.

Konsep Cycling Cross Border HoB dikemas berbeda dari bicycle touring pada umumnya. Olahraga ini mengkolaborasikan antara nature, culture and adventure. Oleh karena itu agenda yang disajikan sudah dipastikan berkaitan erat dengan tiga aspek tersebut.

Selain bersepeda, akan ada wisata ke rumah betang dan atraksi budaya, serta menyusuri keindahan alam Jantung Borneo. Tak hanya mendapatkan fun dan petualangan, para goweser juga akan menemukan arti penting dari konservasi dan pelestarian budaya. (sya)

Berita Terkait