Curah Hujan Tinggi Waspada Longsor

Curah Hujan Tinggi Waspada Longsor

  Rabu, 15 November 2017 09:44

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Curah hujan di Bumi Uncak Kapuas akhir-akhir ini mulai tinggi. Untuk iru Pemkab Kapuas Hulu mulai waspadai terhadap terjadinya bencana-bencana yang terjadi dibeberapa daerah kecamatan seperti  banjir, longsor, dan bencana alam lainnya.

Rupinus, Kepala Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BMKG Putussibau, terkait curah hujan cukup tinggi beberapa pekan ini.

"Kami akan menyurati seluruh camat agar melakukan antisipasi terhadap daerah-daerah yang rawan banjir, longsor, dan bencana alam lainnya," katanya, Selasa (14/11).

Rupinus mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan rapat bersama Sekda Kapuas Hulu, untuk membahas antisipasi atau persiapan dalam penanggulangan bencana alam di Kapuas Hulu.

"Kalau kami sudah antisipasi, sehingga siap untuk melakukan penanggulangan bencana," ucapnya. Dalam rapat tersebut Satpol PP juga akan mengundang pihak BMKG Putussibau, supaya bisa mengetahui daerah mana yang berpotensi curah hujan tinggi khususnya di Kapuas Hulu.

"Biar pun kami tidak tahu kapan terjadi bencana alam dan setidaknya kami tahu dulu,"tuturnya.

Terkait titik mana saja rawan akan banjir kata Rupinus, salah satu di Putussibau Selatan yang pernah terjadi banjir di daerah Tanjung Lokang, dan sepanjang jalur sungai Kapuas. Pada dasarnya masyarakat sudah biasa menghadapi banjir.

"Kalau terjadi banjir yang besar juga sering terjadi, seperti di daerah Tanjung Lokang. Inilah yang harus diantisipasi kami supaya masyarakat dilokasi tersebut tetap waspada, dan hati-hati saat-saat musim curah hujan tinggi," katanya.

Ia pun mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu selalu waspada dengan terjadinya banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya. Karena mengingat curah hujan cukup tinggi. "Terutama warga yang tinggal di tepian sungai kapuas, apabila terjadi banjir supaya segera melarikan diri ketempat yang dataran tanah yang tinggi, sehingga bisa selamat duluan," ungkapnya.

Sementara itu Muhammad Hatta Ketua Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kapuas Hulu mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari kawan-kawan dilapangan terkait banjir besar dan longsor di Kapuas Hulu."Pastinya kami selalu monitor semua titik akan mudah terjadi banjir besar dan tanah longsor, terutama di daerah pemukiman warga yang tinggal di perhuluan dan sungai kapuas," ungkapnya.

Hatta mengatakan, biasanya jika terjadi banjir terutama di pemukiman warga sungai kapuas kejadiannya tidak terlalu lama. Paling lama satu hari atau dua hari, airnya sudah surut dan itu tak sampai membuat warga harus mengungsi.

"Beda dengan warga di perhuluaan sungai, kalau terjadi banjir yaitu skalanya besar hingga membuat warga mengungsi dan juga pernah memakan korban jiwa," ucapnya.(aan)

Berita Terkait