Cukup Dua Hari, 1,2 Ton Ikan Tapah Terkumpul

Cukup Dua Hari, 1,2 Ton Ikan Tapah Terkumpul

  Rabu, 4 November 2015 08:15
SEDANG MUSIM: Pekerja sedang mengemas ikan tapah sebelum dijual kepada pembeli dari Malaysia dan pedagang lokal. WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Konon sedang musim. Nelayan sungai Mempawah pun kebanjiran rezeki, dengan mengangkut banyak ikan tapah. Ikan tapah atau wallago masih satu marga marga beberapa ikan berkumis (Siluridae). Pemakan daging (karnivora) berukuran besar khususnya Asia. Wahyu Izmir, Mempawah

WIKIPEDIA menyebut, setidaknya ada lima jenis ikan ini di Asia. Masing-masing, Wallago Attu, Hexanema, Leerii, Maculatus dan  Micripogon. Ikan ini tergolong cepat tumbuh besar.Berburu ikan tapah sudah menjadi kebiasaan para nelayan Mempawah dan sekitarnya. Setiap hari, satu sampai dua ekor ikan tapah bias didapat untuk dijual kepada penampung. Namun, jika memasuki bulan Oktober - November jumlah  tangkapan nelayan bisa naik drastis. Dalam dua hari saja, nelayan sukses mendapatkan 1, 2 ton ikan tapah.

Pada musim panen seperti sekarang, para nelayan di Mempawah berhasil meraup pundi-pundi rupiah dari hasil berburu ikan predator sungai itu. Tak tanggung-tanggung, nominal yang dicapai bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sebab, harga jual ikan tapah tergolong tinggi. Harga ditingkat penampung bisa mencapai Rp 40 ribu lebih perkilogram.Cara nelayan untuk menangkap ikan tapah ini pun tergolong tradisional dan sangat sederhana. Hanya dengan berbekal jaring yang terbuat dari benang nilon tebal, beberapa nelayan secara berkelompok memulai perburuan.

Disinilah dibutuhkan keahlian nelayan untuk melihat lokasi-lokasi aliran sungai yang menjadi sarang gerombolan ikan tapah. Menurut nelayan, salah satu ciri tempat atau lokasi keberadaan ikan tapah yakni pada parit-parit seperti danau kecil dipinggiran sungai. Sebab, ikan tapah membutuhkan tempat yang aman dari arus untuk bertelur dan membesarkan anak-anaknya.

Setelah menemukan tempat atau lokasi yang diduga sarang ikan tapah, maka para nelayan pun mulai bekerja. Mereka memasang jaring digerbang atau pintu masuk parit untuk menghadang setiap ikan tapah yang melewatinya. Jika lokasi itu tepat, maka pada satu titik nelayan bisa mendapatkan puluhan ekor ikan tapah.Namun, perjuangan nelayan berburu ikan tapah belum berakhir disitu. Nelayan harus ekstra hati-hati menangkap ikan tapah yang sudah tersangkut jarring untuk dinaikan diatas kapal atau sampan. Sebab, gigi tajam ikan predator yang tergolong buas ini siap mencelakai nelayan.

Jika hasil tangkapan dirasakan cukup banyak, para nelayan pun akan menjualnya kepada para penampung di Kota Mempawah. Salah satu penampung tersebut, H Zulkarnain atau lebih akrap di sapa H Boy. Dia mengaku memiliki beberapa cabang penampung yang biasanya mengangkut hasil tangkapan nelayan.“Dalam dua hari ini sudah 1, 2 ton ikan tapah yang dijual nelayan kepada saya. Memang, sekarang ini memasuki musim perburuan ikan tapah. Biasanya puncak musim ikan tapah ini tidak berlangsung lama sekitar 3-7 hari kedepan,” ungkap H Boy kepada Pontianak Post, Selasa (3/11) siang.

Karenanya, dia memperkirakan nelayan masih memiliki waktu beberapa hari kedepan untuk melakukan perburuan ikan predator tersebut. “Jika beruntung, maka bukan tidak mungkin hasil tangkapannya akan semakin meningkat dari sebelumnya,” tuturnya.H Boy mengaku, ikan tapah tersebut kemudian dikemas untuk dijual kepada para pembeli dari Malaysia dan beberapa pasar lokal di Kalbar. Biasanya, para pembeli ini akan datang sendiri ke Mempawah untuk mengambil daging-daging ikan yang sudah dipacking itu.“Kalau dari kita jualnya dalam bentuk daging mentah. Jadi, dagingnya kita packing sebaik mungkin agar kualitasnya tetap terjaga. Karena, ikan ini akan diolah kembali oleh para pembeli dalam bentuk makanan siap saji dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait