Cuaca Bikin “Gelap” Peluang Rider

Cuaca Bikin “Gelap” Peluang Rider

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:30

 

PHILLIP ISLAND--Baru hari pertama rangkaian balapan GP Australia dimulai kemarin (21/10) faktor cuaca ekstrim sudah mengganggu jalannya latihan bebas. Hujan lebat membuat sesi latihan kedua (FP2) MotoGP diperpendek. Duo Yamaha terancam tak bisa langsung lolos ke kualifikasi dua (Q2) hari ini.

Hujan sudah turun saat sesi latihan pagi (FP1) digelar. Di jedah antara dua sesi latihan hujan turun semakin lebat. FP2 kemudian sempat ditunda. Setelah pitlane dibuka hanya enam pembalap yang nekat ambil risiko untuk turun ke sirkuit.

Hujan tak kunjung mereda. Hingga pada 13 menit sesi kedua berlangsung, red flag dikibarkan. Latihan dihentikan sementara. Suhu udara drop hingga 11 derajat. Setelah 45 menit menunggu, race direction memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa sesi latihan kedua. Bahkan latihan untuk kelas Moto2 ikut ditiadakan.

Hector Barbera yang menggantikan Andrea Iannone di tim utama Ducati mencatat waktu tercepat 1 menit 51,958 detik. Disusul penggantinya di Avintia Ducati Mike Jones di urutan kedua dengan selisih dua detik. Catatan waktu itu sangat kontras dengan saat FP1 dimana rider LCR Honda Cal Crutchlow menjadi yang tercepat setelah membukukan lap terbaik 1 menit 40,957 detik. Berselisih hanya 0,053 detik dari rider Pramac Ducati Danilo Petrucci. 

Dalam daftar catatan waktu kombinasi FP1 dan FP2 duo rider Yamaha Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang sedang berebut posisi kedua klasemen umum pembalap hanya berada di posisi 19-20 secara berurutan. Karena itu mereka wajib memperbaiki catatan waktunya pada FP3 hari ini agar bisa lolos 10 besar pembalap tercepat. Jika gagal mereka harus bersusah payah berjibaku dengan rider-rider papan tengah dan bawah di Q1 untuk lolos ke Q2.

Rossi sebenarnya mencatat waktu tercepat kedua di sesi latihan pertama. Namun torehan itu dibatalkan karena rider Tavulia tersebut dianggap melanggar aturan penggunaan ban supersoft (basah) yang sudah ditentukan Michelin sebagai pemasok ban. Yakni hanya 10 lap. Sedangkan Rossi salah memahami aturan tersebut. "Aku menggunakannya sembilan lap.Tapi ternyata mereka juga menghitung out-lap dan in-lap ku. Jadinya 11,'' keluh Rossi.

Rossi menyesalkan keputusan tersebut karena Michelin terlalu ketat memberlakukan aturan ban. Padahal ban supersoft punya potensi besar untuk digunakan saat balapan. Michelin menyatakan khawatir kejadian di GP Brno terulang. Saat itu ban supersoft mengalami degradasi parah dan membahayakan pembalap. ''Di Brno suhunya lebih tinggi. Sedangkan di sini suhu udaranya sangat dingin," tukasnya.

Rider tuan rumah Jack Miller (Mark VDS-Honda) Jack Miller justru mendukung keputusan tersebut. Alasannya karena kondisi trek yang terlalu berisiko untuk digunakan latihan. ''Trek ini bahkan sudah berbahaya di saat kondisi normal,'' terangnya.

Latihan ketiga (FP3) hari ini akan diperpanjang 15 menjadi satu jam sebagai kompensasi hilangnya waktu latihan kemarin. Dengan cuaca yang sama tidak menentunya akan rawan bagi Rossi maupun Lorenzo untuk memperbaiki catatan waktunuya. ''Akan menyulitkan kalai besok (hari ini) aku tidak bisa memperbaiki catatan waktuku. Jadi kami berharap cuacanya akan lebih baik,'' terangnya.

Sedangkan posisi 19 bagi Lorenzo sudah merupakan sinyal kuat bahwa rider Majorca itu bakal kesulitan bertarung di bawah hujan. Memang juara dunia tiga kali itu hanya menyelesaikan tiga lap di sesi pagi dan sama sekali tidak turun di sesi sore. Namun Lorenzo terlihat kesulitan memperoleh suhu yang pas pada ban depannya dan kondisi trek basah semakin membuat situasinya semakin sulit.

 

''Aku keliar pitlane agak telat di sesi pagi. Jadi aku tak bisa melahap banyak lap, ditambah lagi aku kembali ke garasi lebih cepat,'' aku Lorenzo. Rider yang musim depan membalap untuk Ducati tersebut berharap bisa memaksimalkan waktu di sesi latihan pagi ini agar bisa menemukan setingan yang pas baik untuk latihan atau kualifikasi.

Situasi di sesi latihan hari pertama tak memberikan cukup referensi kekuatan para rider. Jadi posisi mereka jelang sesi kualifikasi sulit ditebak. Seperti yang dikatakan Jack Miller kemarin, hujan akan membantunya memberikan kejutan hebat bagi fans di balapan kandangnya. (cak)