Cornelis: Saya Tak Sembarang Bicara

Cornelis: Saya Tak Sembarang Bicara

  Jumat, 15 December 2017 10:00

Berita Terkait

Pastikan PDIP Usung Karol-Gidot

PONTIANAK - Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Cornelis memastikan partai yang dipimpinnya mengusung Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot untuk maju dalam Pilgub Kalbar 2018. 

“Pasti dan tidak berubah. Saya tidak sembarangan berbicara. Bertempur itu harus yakin. Jika tidak yakin sudah kalah 50 persen,” tegasnya, Kamis (14/12) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.  

Cornelis menyebutkan pilihan calon wakil jatuh kepada Gidot karena memiliki alasan ilmiah. Satu hal yang pasti, Gidot merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar. Sejatinya pun Cornelis terpilih sebagai Gubernur Kalbar pada periode kedua juga diusung PDIP dan Demokrat. 

“Catat semua yang saya sampaikan ini, saya yakin. Jadi bukan berita tidak benar dan pastikan bahwa mengusung itu berbeda dengan mendukung,” tegasnya lagi.

Selain itu, jabatannya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar juga memberikannya kewenangan untuk ikut menentukan siapa kandidat yang akan diusung dalam kontestasi Pilkada. Sebab, Ketua DPD PDI Perjuangan merupakan perpanjangan tangan dari Ketua DPP PDI Perjuangan. 

“Memangnya saya bukan ketua partai? Memangnya saya bukan perpanjangan tangan ketua umum? Saya ini ketua DPD PDIP adalah perpanjangan dari ketua umum.  Hubungan antara ketua umum dan ketua DPD itu erat,” tegasnya lagi. 

Menurut Cornelis, kepastian mengusung pasangan calon ini dikarenakan PDIP tidak sembarangan dalam memilih figur. Satu hal yang penting yakni calon yang akan diusung harus menjalin komunikasi dengan partai politik lain.

“Ini yang kadang-kadang tidak dilakukan, tapi yang jelas ada beberapa parpol sudah memenuhi syarat,” ujar dia. 

Sementara itu, Karolin Margret Natasa memastikan kesiapannya untuk berpasangan dengan Suryadman Gidot untuk maju sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dalam Pilgub 2018. 

“Kami sudah mengkaji komunikasi politik yang dilakukan. Hasilnya pasangan yang bisa bersinergi adalah Pak Gidot dari Partai Demokrat. Inilah yang ditindaklanjuti partai dan semoga jodoh hingga pendaftaran,” beber Karolin saat menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 kepada satuan kerja pengelola dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (14/12).

Karolin menyatakan terpilihnya Gidot untuk mendampinginya saat maju pilgub nanti berdasarkan hasil survei di mana Gidot menempati urutan teratas. Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar juga didasarkan pertimbangan mesin partai. Untuk pemenangan, PDIP meyakini bahwa mesin partai yang efektif sangat diperlukan. Koalisi kedua partai ini seakan ingin mengulang kesuksesan Pilgub lalu yang berhasil mengantarkan Cornelis duduk sebagai Gubernur Kalbar pada periode kedua.

“Pak Gidot ketua partai juga. Lagi pula koalisi PDIP dan Demokrat bukan hal yang baru. Keduanya sama-sama mengusung gubernur dua periode dan tidak ada permasalahan yang timbul,” terang Karolin. Ia juga menyebutkan, di samping memastikan koalisi dengan Demokrat, PDIP juga terus melakukan lobi atau komunikasi politik dengan partai lain. 

Kendati demikian, pasangan Karolin-Gidot belum mengantongi surat rekomendasi resmi dari DPP PDIP. “Masih proses, tapi tahapan komunikasi yang dilakukan telah dilaporkan ke DPP partai,” jelasnya. 

Di lokasi yang sama, Suryadman Gidot juga menanggapi perihal pencalonannya. Gidot tidak mempersoalkan jika menjadi nomor dua mendampingi Karolin dalam Pilgub Kalbar 2018. Ia menilai itu sebagai suatu bentuk pengabdian yang bernilai ibadah.

“Tujuannya sama mengabdi untuk daerah. Jadi tidak masalah nomor dua,” kata Gidot yang juga ikut hadir dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 kepada satuan kerja pengelola dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar. 

Namun, Gidot menyerahkan sepenuhnya keputusan sesuai dengan mekanisme partai. Selaku kader Partai Demokrat, ia siap jika partai berlambang Mercy ini memilihnya untuk mendampingi Karolin. 

“Di bawah ini ikut saja, karena itu keputusan pusat. Mau nangis pun tapi jika tidak diberikan kepercayaan bagaimana. Begitu juga ketika diberikan kepercayaan, sebagai kader tidak bisa menolak,” imbuhnya. 

Gidot juga mengungkapkan bahwa hasil analisis Partai Demokrat pun memunculkan nama Karolin sebagai sosok yang akan diusung dalam Pilgub Kalbar sebagai calon gubernur. Analisis yang dimaksud yakni berupa hasil survei di mana Karolin menempati urutan tertinggi. 

“Analisis itu dasarnya survei dan sudah dilakukan beberapa kali. Ibu Karol tidak bisa dilawan, itu intinya. Kami Demokrat mengedepankan realita. Jika seperti itu hasil surveinya, ya ikut suara rakyat,” ujar dia. 

Gidot belum mau berkomentar lebih jauh sebelum ada surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, yang memutuskan untuk mengusung dirinya mendampingi Karolin dalam Pilgub Kalbar. 

Saat ini pihaknya masih menunggu surat rekomendasi DPP dan Gidot berharap surat itu menjadi kado sebelum perayaan Natal. “Bersabarlah dan tunggu waktu yang tepat,” kata Gidot. Jika duet ini terealisasi, ia meyakini deklarasi pasangan calon akan dilakukan sebelum perayaan Natal.

Surat DPP Demokrat Beredar di Medsos

Sementara itu, surat keputusan DPP Demokrat terkait Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar telah beredar di media sosial, kemarin. Surat bernomor 589/SK/DPP.PD/21/2017  itu ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat, SBY didampingi Sekjen, Hinca Panjaitan pada 21 November 2017. Surat tersebut menyatakan bahwa berdasarkan hasil keputusan Sidang Majelis Tinggi Partai Demokrat tertanggal 21 November 2017 telah memutuskan dr. Karolin Margret Natasa sebagai bakal Calon Gubernur Kalbar berpasangan dengan Suryadman Gidot sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Kalbar.

Selain surat DPP Demokrat, beredar pula surat dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Indonesia bernomor 017/KEP/DPN PKP IND/IX/2017. Surat tersebut memberikan persetujuan kepada Karolin Margret Natasha (Bupati Landak) dan Suryadman Gidot (Bupati Bengkayang)  maju sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Surat tersebut bahkan sudah ditandatangani pada 7 September 2017 oleh Ketum dan Sekjen DPN PKP Indonesia, AM. HendroPriyono dan  Iman Anshori Saleh.

Terkait surat yang beredar di kalangan wartawan ini, Ketua DPD Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot belum ingin berkomentar panjang lebar. Bupati Bengkayang ini hanya mengatakan secepatnya menggelar jumpa pers terkait SK DPP Demokrat yang ditandatangani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekretaris Jendral, Hinca Panjaitan. ”Terhadap SK ini, kita menunggu penggumuman resmilah. Nanti DPD Demokrat Kalbar akan mengumumkan. Jadi mohon bersabarlah,” ucapnya via whats app kepada wartawan.

Sementara Mustaat Saman, Ketua DPP PKP Indonesia Kalbar juga masih enggan terbuka mengenai SK DPN PKP Indonesia di kalangan awak media tersebut. Mustaat mengatakan bahwa dirinya masih berada di Jakarta. “Nanti setelah tanggal 15 kita akan urus dan berikan keterangan resminya,” ucapnya.(den)

 

 

Berita Terkait