Cornelis Paparkan 12 Rencana Aksi GCF, Bangun Kabupaten dan Kota Hijau

Cornelis Paparkan 12 Rencana Aksi GCF, Bangun Kabupaten dan Kota Hijau

  Jumat, 19 February 2016 07:33
DEFORESTASI: Gubernur Kalbar Cornelis saat memaparkan mengenai prioritas rencana kerja yang akan dilakukan dalam upaya mengurangi deforestasi. ISTIMEWA

Berita Terkait

JAKARTA - Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis MH, selaku Koordinator Nasional Satuan Tugas untuk Iklim dan Hutan atau Governors Climate and Forest Task Force (GCF) memaparkan ada 12 tindakan prioritas dari tiga pilar kelompok utama rencana kerja yang akan mereka lakukan untuk menunjukkan komitmennya.

“Ada 12 rencana aksi yang sudah kami susun guna mengurangi deforestasi, antara lain memperkuat Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) dimulai di delapan sampai sepuluh kabupaten dari enam provinsi anggota GCF. Dan diharapkan berkembang enam sampai 12 kabupaten setiap tahunnya sampai tahun 2020 nanti,” katanya di Hotel Le Meridien-Jakarta, Kamis (18/2).Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, sehingga pengelolaan hutan secara berkelanjutan pada tingkat jurisdiksi dapat terwujud.

Enam gubernur yang telah menandatangani Deklarasi Rio Branco untuk mengurangi angka deforestasi (penggundulan atau penghilangan hutan) dan mengendalikan perubahan iklim pada tahun 2014, kembali melakukan pertemuan di Jakarta untuk menyatukan langkah dalam mengimplementasikan komitmen mereka.Dalam pertemuan itu, Cornelis yang didampingi oleh Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, Kadis Kehutanan M Marcellus dan Kepala BLH Provinsi Kalbar menjelaskan bahwa di Kalbar yang memiliki luas satu setengah kali luas pulau Jawa telah dimulai upaya mentransformasi satu per satu kabupaten dan kota menuju kabupaten dan kota hijau berkelanjutan.

“Kami sudah mulai bekerjasama dengan pihak swasta membangun kabupaten hijau berkelanjutan dengan berfokus pada transformasi rantai pasokan kelapa sawit. Sehingga semua produk keluaran minyak sawit dapat berkelanjutan,” terang Cornelis.Sedangkan untuk pelaksanaan deklarasi Rio Branco pada Juni 2015 sendiri telah disepakati pengurangan untuk deforestasi sebesar 80 persen dapat tercapai pada tahun 2020. Dengan menggunakan rujukan deforestasi 2001-2009 dan dukungan pendanaan berbasis kinerja yang layak, memadai, dan berjangka panjang, baik lewat sumber pasar maupun sumber nonpasar. Enam provinsi anggota GCF Indonesia menargetkan pengurangan deforestasi dari rata-rata 323.749 hektare menjadi rata-rata 64.749 hektare per tahun.

Lebih lanjut Cornelis mengatakan, kesepakatan tersebut bertujuan untuk memotori semua pihak agar memperhatikan secara lebih serius keadaan iklim dunia. Salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan. Ia meyakini keadaan hutan sangat memengaruhi keadaan iklim di dunia saat ini.“Jadi kami di sini berkomitmen betul-betul, agar hutan-hutan tidak dibuka lagi secara besar-besaran, meski demi pembangunan pun, tapi pembukaan hutan harus hati-hati. Bagaimana semua ini bisa seimbang, ini yang kita mau," kata Cornelis.

Kegiatan Pertemuan Tingkat Tinggi  Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan (GCF) Indonesia turut dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Robert O. Blake. Dalam penyampaiannya, Blake mendukung secara penuh program pemerintah Indonesia baik pemerintah pusat maupun daerah dalam hal penanganan perubahan iklim.Dubes AS menyatakan, negaranya telah meluncurkan dua proyek baru yang ditujukan untuk memperkuat kinerja Badan Restorasi Lahan Gambut yang baru saja dibentuk oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Program-program ini adalah cerminan komitmen kami untuk bermitra dengan Indonesia guna melawan penyebab perubahan iklim serta membantu Indonesia mencapai sasarannya untuk mengurangi emisi di masa depan,” jelas Blake.Deklarasi Rio Branco juga ditandatangani oleh 29 negara bagian dan provinsi dari Brasil, Meksiko, Nigeria, Pantai Gading, Peru, Spanyol, dan Amerika Serikat. Lebih dari 25 persen dari hutan hujan tropis dunia berada di provinsi atau negara bagian anggota CGF. (Joehumas)

 

Berita Terkait