Cornelis Minta Tangkap Joki Unas

Cornelis Minta Tangkap Joki Unas

  Selasa, 5 April 2016 09:04
UJIAN: Para siswa mengerjakan soal Ujian Nasional di SMAN 1 Pontianak kemarin. Gubernur dan Walikota, turut meninjau pelaksanaan UN di hari pertama. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Cornelis mengimbau kepada seluruh siswa yang ikut unas agar percaya pada kemampuan diri sendiri. “Jangan percaya dengan adanya jawaban dari orang lain. percaya diri yakin jawab. Kalau ada joki kita tangkap proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya saat memantau proses pelaksanaan unas di SMAN 1 Pontianak, Senin (4/4). 

Mantan Bupati Landak itu menegaskan, apabila ditemukan praktik perjokian dalam pelaksanan ujian nasional harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Cornelis juga sempat berdialog dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, dan Panitia Pelaksana Unas di SMAK Immanuel Pontianak untuk menanyakan kendala, sekaligus memastikan bahwa tidak ada soal yang bocor. Dirinya memilih tidak masuk langsung bertemu siswa, karena menurutnya hal tersebut merupakan ranah mutlak pengawas unas. “Barusan saya diyakinkan panitia bahwa tidak ada kebocoran soal,” tuturnya.

Ujian nasional (Unas) tingkat SMA sederajat dimulai Senin (4/4) kemarin. Secara umum, melihat dari persiapan hingga penyelenggaraan unas di 14 kabupaten dan kota berlangsung lancar, bahkan hingga ke wilayah perbatasan. Hanya satu sekolah yang terkendala banjir, namun dapat diantisipasi.  

Pelaksanaan Unas tahun 2016 ini cukup mendapat perhatian dari sejumlah pejabat baik jajaran Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak. Gubernur Kalbar Cornelis menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan bahwa penyelenggaraan Unas di seluruh kabupaten dan kota sudah berjalan lancar, seperti yang dilaporkan oleh panitia daerah. 

“Sejauh ini laporannya aman-aman saja, makanya kami kunjungi langsung ke sekolah-sekolah untuk mengecek lagi benar atau tidaknya,” katanya.  

Dia mengatakan dari laporan Kepala Dinas Pendidikan, secara umum unas di Kalbar berjalan lancar hingga daerah perbatasan. “Makanya saya mulai dengan pemantauan di sekolah-sekolah, sambil monitor seluruh unas di Kalbar,” akunya.

Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Alexius Akim menambahkan, sampai kemarin hanya ada satu sekolah di Kabupaten Sintang yang sedikit mengalami gangguan akibat banjir. Tepatnya di SMAN 1 Tempunak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang. Jumlah siswa yang mengikuti unas di sekolah tersebut diperkirakan hanya sekitar 30 orang.

“Sudah diantisipasi dan tidak ada kendala, siswa kami tumpangkan ke sekolah lain, semua difasilitasi pemerintah,” katanya. 

Selain itu ada juga beberapa siswa yang harus mengikuti unas di Lapas atau tempat khusus. Jumlahnya ditaksir tidak sampai puluhan siswa. “Kami tidak mendalami kasusnya apa, yang jelas hak siswa tetap diberikan baik yang sedang berurusan dengan hukum atau pihak berwajib dan yang sakit,” ucapnya.

Sebanyak 143.764 siswa di Kalbar  mengikuti Unas pada 4-6 April. Sementara yang mengikuti UNBK sebanyak 2.917 siswa. Yaitu tiga SMA, 24 SMK, dan satu SMP. Tiga SMA yang menyelenggarakan ujian berbasis komputer yakni SMAK Immanuel, SMA Santu Petrus, dan SMA Tunas Bangsa.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang juga mendampingi gubernur dalam kesempatan tersebut menyatakan, pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait hal-hal yang mengganggu pelaksanaan unas tingkat SMA sederajat di Kota Pontianak. 

Hanya ada satu siswa di Kota Pontianak yang mengikut ujian di Polsek karena tersandung masalah hukum. “Tapi jangan diganggu agar dia bisa konsentrasi mengikuti ujian,” pesannya.

Orang nomor satu di Pemkot Pontianak ini pun berharap, pelaksanaan unas bisa terus berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti. “Saya sudah dua hari ini memantau langsung ke sekolah-sekolah mulai dari proses distribusi soal, hingga penyelenggaraan, semua sudah berjalan lancar,” ujarnya.

Dirinya menjamin pelaksanaan unas di Pontianak 100 persen berlangsung jujur. Sebab, pengawasan unas telah dilakukan secara ketat mulai dari pendistribusian soal hingga  pelaksanaan. Dia juga mengimbau kepada para siswa untuk selalu percaya diri, tidak mudah percaya kepada siapa pun yang menawarkan kunci jawaban. “Pontianak saya jamin 100 persen jujur. Pengawasan ketat, setelah ujian, naskah dan lembar jawaban dimasukkan ke dalam amplop dan disegel di situ,” ungkapnya. 

Obsesinya tetap satu, yaitu dari sekian ribu peserta unas ada siswa yang bisa menembus peringkat lima atau sepuluh besar nasional. Bagi mereka yang mampu meraih prestasi tersebut, dirinya menjanjikan akan membiayai pendidikan yang bersangkutan hingga jenjang Strata 2 (S-2).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi mengungkapkan di Pontianak ada 10.223 siswa yang mengikuti ujian nasional, baik secara online maupun manual. Untuk sekolahnya, SMA negeri ada sepuluh, madrasah negeri ada dua, SMA swasta ada 33 dan SMK Negeri ada sembilan sekolah.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama kemarin yaitu Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di jam pertama, lalu di jam kedua untuk jurusan IPA Mata Pelajaran Kimia sementara jurusan IPS Mata Pelajaran Geografi sedangkan Madarsah Aliyah Mata Pelajaran Hadits.

Unas SMA sederajat dimulai kemarin hingga 6 April bagi peserta ujian nasional secara manual, dan hingga 7 April bagi siswa SMK. Sedangkan ujian nasional berbasis komputer digelar hingga 12 April mendatang. “Pengawasan ujian menggunakan sistem silang,” tutupnya.

Salah satu siswi SMAN 1 Pontianak Hevy Ismara mengatakan, di hari pertama, materi yang sudah dipelajari selama ini hampir semuanya keluar. “Saya 80 persen bisa sisinya tingal tawakal, yang penting sudah belajar dengan baik banyak berdoa,” terangnya. 

Mengenai isu beredarnya kunci jawaban, dia merasa hal tersebut tidak perlu dipercayai. “Karena percaya dengan kemampuan diri sendiri tentu akan lebih baik, apapun hasilnya akan menjadi kebanggan tersendiri,” pungkasnya. 

Pontianak Post juga memantau pelaksanaan ujian di SMALB-B Dharma Asih Pontianak. “Untuk tahun ini, pelaksanaan ujian nasional diikuti 4 orang pelajar, dua laki-laki dan dua perempuan. Ada tiga mata pelajaran yang di UN kan,” ucap kepala sekolah SMALB Dharma Asih, Susilowardhani.

Dalam ruang ujian dijelaskan Susi ada dua pengawas. Pengawas itu merupakan guru-guru dari sekolah SMPLB dan SDLB Dharma Asih Pontianak, bukan dari pengawas umum yang di roling untuk bertugas mengawas di sekolah ini. “Para pengawas ini memiliki kemampuan bahasa isyarat, sehingga untuk komunikasi dengan siswa mudah,” terangnya.

Selama ujian berlangsung peserta UN tidak menemui kendala. Persiapan UN sudah dipelajari siswa tuna rungu jauh sebelum terlaksananya UN. “Untuk menghadapi ujian, selain belajar seperti biasa, mereka (siswa SMA LB) juga mendapat jam tambahan belajar dan try out. Saya berharap semua pelajar SMA LB dapat lulus seratus persen,” ucapnya. 

Sementara itu di Kubu Raya, Bupati Rusman Ali melakukan pemantauan di SMA Tunas Bangsa, Kubu Raya. “Tidak ada hal aneh. Seluruh siswa-siswi belajar dengan tenang. Mudah-mudahan semua berlangsung aman hinga selesai,” ungkap Bupati Kubu Raya, Rusman Ali di sela-sela kunjungannya.

Menurutnya pemerintah Kubu Raya akan terus memotivasi belajar siswa agar meraih prestasi membanggakan bagi daerah. Sejumlah reward bagi peraih nilai tertinggi akan diberikan pemerintah melalui Dinas Pendidikan. ”Jadi, belajarlah dengan giat dan raihlah nilai terbaik,” katanya. (bar/iza/den)

Berita Terkait