Conte Bukan Si Pencuri

Conte Bukan Si Pencuri

  Sabtu, 20 Agustus 2016 10:15
Antonio Conte

Berita Terkait

WATFORD – ''Saya tidak mengenal istilah menjiplak,'' tulis Walter Mazzarri di dalam buku autobiografinya berjudul “The Best Is Yet To Come”. Kalimat itu mereferensikan sosok Antonio Conte yang dianggap Mazzarri sudah menjiplak formasi back three 3-5-2-nya.

 
Tudingan sebagai si pencuri formasi itu yang memantik persaingan dua nahkoda berbeda usia tujuh tahun tersebut. Semuanya bermula dari Giornata ke-11 Serie A 2011-2012. Ketika itu Conte bersama Juventus harus bertandang ke San Paolo – homeground Napoli. Mazzarri ada di belakang Napoli.

Sebelum lawatan ke Napoli, Juventus di tangan Conte identik dengan formasi 4-2-4. Akan tetapi, di depan Mazzarri formasi itu diubah Conte dengan 3-5-2. Padahal, saat itu Mazzarri-lah yang dianggap mampu menghidupkan kembali formasi 3-5-2 di Serie A bersama Napoli.

Hasil akhirnya, Napoli tertahan dari Juventus dengan skor 3-3. Dan, sejak saat itu Conte meninggalkan back four-nya dan beralih ke formasi back three 3-5-2. Formasi itu yang kemudian jadi kunci sukses Conte selama tiga musimnya di La Vecchia Signora – julukan Juventus.

''Saya tidak pernah bicara dengan dia (Conte). Tidak akan, tidak dan tidak. Kami bahkan tidak pernah saling bersalaman. Sepertinya dengan kami duduk berseberangan di bench berbeda saja sudah cukup,'' ungkapnya, setahun setelah Conte meniru formasi 3-5-2 Mazzarri.

Sampai pertemuan terakhir di Serie A 2013-2014, Mazzarri yang sudah pindah ke Inter Milan kesulitan mengalahkan Conte dan Juventus-nya. Dua kali bertemu Mazzarri, sekali imbang dan sekali menang didapat Conte. Malam nanti, atau lebih dari dua tahun pertemuan terakhir di Turin keduanya kembali bertemu.

Bukan lagi di Italia. Melainkan di Inggris. Bukan lagi Conte bersama Juventus. Di  Vicarage Road, Watford, malam nanti Conte bertemu lagi dengan Mazzarri sebagai juru racik Chelsea. Lalu, Mazzarri mengarsiteki The Hornets – julukan Watford. ''Relasi saya dengannya (Mazzarri) normal-normal saja,'' ucap Conte, dalam konferensi persnya tadi malam WIB.

''Hormat saya kepadanya, dan pekerjaannya. Menurut saya, dia pelatih yang hebat dan saya akan menjabat tangannya. Tidak ada masalah,'' lanjut pelatih bergaji GBP 6 juta (Rp 102,9 miliar) itu. Bedanya, Conte malam nanti tidak akan menggunakan formasi 3-5-2 yang dia curi dari Mazzarri itu.

Melainkan tetap mencoba untuk memantapkan formasi 4-2-4-nya pada gaya main The Blues – julukan Chelsea. Ketika mengalahkan West Ham 2-1 di Stamford Bridge – kandangnya (16/8), Conte memulai formasi starternya dari 4-1-4-1, lalu menjadi 4-4-2 dan 4-2-4.

Dengan komposisi yang bebas dari cedera dan akumulasi, Conte diyakini bakal menggunakan komposisi tidak jauh berbeda dari laga sebelumnya. Meski demikian, di Vicarage Road Conte meminta pemainnya waspada. Pasalnya, Watford saat bermain di kandangnya susah dikalahkan.

Musim lalu, hanya Arsenal yang mampu menang besar atas Watford di Vicarage Road. Arsenal menang 3-0. ''Besok (malam nanti) saya ingin permainan yang bagus di tim saya. Ini bukan laga yang mudah, dan hati-hati Watford bisa membahayakan kami,'' tambahnya seperti dikutip di Mirror.

Berbeda dengan Chelsea yang menang di laga pertama, Watford menahan imbang Southampton di St Mary dengan skor 1-1 (13/8). Mazzarri menghadapi Conte dengan 3-5-2-nya. Dengan duet maut Odion Ighalo dan Troy Deeney di depan. Sama seperti yang terjadi di Chelsea, Watford juga tengah dalam transisi formasi.

Dari yang musim lalu 4-4-2 di bawah arahan Quique Sanchez Flores, kini menjadi 3-5-2 bersama Mazzarri. ''Ini dua formasi yang berbeda. Tetapi, yang terpenting pemain mengikuti gaya main saya. Kami sudah mencoba mempraktekkan dua formasi berbeda ini, satunya (3-5-2) bagus juga,'' tegasnya dalam situs resmi klub. (ren)

Berita Terkait