Clean Action, Program Nyata Relawan Sampah yang Merambah Belasan Kota

Clean Action, Program Nyata Relawan Sampah yang Merambah Belasan Kota

  Rabu, 16 December 2015 08:57
KOMITMEN: Sejumlah Relawan Sampah saat beraksi di Car Free Day, Jakarta MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Buah edukasi lingkungan yang dilakukan Relawan Sampah mulai terlihat. Saat Konferensi Asia-Afrika di Bandung lalu, mereka turut menjaga kawasan venue tetap cling. 

 NURIS ANDI PRASTIYO, Jakarta

---

TIAP Minggu pagi puluhan orang itu setia menyusuri Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta. Bermodal kantong besar, mereka memunguti berbagai sampah yang berserakan.

Sekali jalan di rute yang digunakan sebagai arena car free day (CFD) itu, mereka mampu mengumpulkan sedikitnya 15 kantong besar sampah. Estimasinya, per kantong berisi 3–6 kilogram sampah.

Bukan, mereka bukan tukang sampah yang dikerahkan pemerintah. Mereka adalah Relawan Sampah. ”Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi buat masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” terang Dony Aryanto, aktivis Relawan Sampah, kepada Jawa Pos.

Gerakan Pungut Sampah (GPS), menurut Dony, hanya kulit luar dari program besar yang tengah mereka jalankan. Harapannya, ”memprovokasi” masyarakat untuk turut tergerak menjaga lingkungan.

Sejauh ini, menurut dia, buah edukasi yang dilakukan para relawan positif. Sebab, seiring waktu, dia melihat adanya perubahan, setidaknya dalam konteks CFD.

Minimal, itulah yang dirasakan timnya ketika selesai memberikan edukasi kepada penjual minuman dan makanan di sekitar area CFD. ”Seminggu sebelumnya, kami berikan edukasi untuk menyiapkan kantong sampah masing-masing. Seminggu berselang, itu sudah dilakukan,” katanya.

Bagi Dony dan rekannya yang lain, perubahan itu jelas menggembirakan. Sejauh ini, program Clean Action tersebut sudah berjalan di 13 kota di Indonesia. Yakni, Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Padang, Karawang, Bekasi, Tangerang, Palangka Raya, Surabaya, Kendari, Jombang, dan Wonosobo.

Semua capaian itu diakui Dony berawal dari apa yang mereka share di media sosial, baik Twitter maupun Facebook. ”Bukan mau sok pamer atau sok bersih, tetapi kami hanya ingin mengajak masyarakat umum melakukan hal yang sama; menerapkan gaya hidup bersih dan sehat,” tegasnya.

Kegiatan Clean Action sejatinya bermula di Bandung pada 2014. Saat itu ada sekumpulan orang yang ingin melihat Kota Bandung menjadi lebih bersih. Mereka lantas berkomunikasi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

”Untung, kami punya wali kota yang juga concern tentang kebersihan,” urai Hani Sumarno, executive board Clean Action.

Hani melanjutkan, kegiatan yang mereka jalankan juga mendapat apresiasi Pemkot Bandung. ”Jadi, sekarang setiap kegiatan yang kami jalankan juga didukung pemkot. Apalagi, dalam beberapa tahun yang lalu, Bandung sempat mendapat masalah tentang penanganan sampah,” terangnya.  

Demi lingkungan dan gaya hidup sehat itu pula, Hani maupun Dony berupaya bisa berkomitmen menjalankannya tiap hari. Tak hanya saat akhir pekan atau di tengah CFD.

Dony menyatakan pernah menegur pasangan yang membuang sampah sembarangan di atas Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter di Jakarta. ”Saat itu yang cowok buang sampah, saya tegur. Eh, malah nantangin ribut,” kenang dia, lalu terkekeh.

Begitu Dony selesai menjelaskan maksudnya, si cowok akhirnya malu sendiri karena dimarahi pasangannya. ”Cerita-cerita seperti itu sering saya alami dan saya mencoba tetap menegur meski ujungnya saya selalu dianggap sok bersih,” lanjut dia.

Di awal menggelar Clean Action di Jakarta, Dony dan rekan-rekan juga sempat dianggap sebagai ”pengganggu kenikmatan” oleh sebagian pengunjung CFD. Mereka dianggap ”sok bersih”. Tapi, berkat konsistensi mereka, pandangan miring itu kian terkikis.  

Terkait dengan Jakarta, dalam waktu kurang dari tiga tahun ke depan, ibu kota negara dan wilayah sekitarnya itu akan mendapat kehormatan menggelar Asian Games. Bisa dibayangkan betapa malunya masyarakat Indonesia jika kondisi Jakarta malah tidak terawat dan kotor.

Sebab, sebagai main host, Jakarta akan menjadi representasi Indonesia pada multievent empat tahunan tersebut. Untuk itu, Dony mengungkapkan bahwa Relawan Sampah beserta Jakarta Clean Action siap bekerja sama dengan pihak mana pun demi terciptanya kondisi ibu kota yang lebih bersih.

”Untuk Asian Games, kami juga siap berpartner dengan pemerintah atau siapa pun demi melancarkan acara,” terangnya.

Kegiatan yang hampir mirip pernah dijalankan Hani dan Bandung Clean Action saat kota mereka menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2015. Saat itu hampir 300 anggota Relawan Sampah turun ke jalan untuk membuat Jalan Asia-Afrika tetap cling sebelum dan sesudah acara berlangsung.

”Ini semata bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap kebersihan lingkungan,” terangnya. 

Sekalipun sudah ada pasukan kebersihan dari Pemerintah Kota Bandung, Hani merasa terpanggil untuk turut serta melancarkan hajat besar itu. Kepedulian mereka tentu harus diimbangi dengan kepedulian semua pihak, termasuk pemerintah, untuk tetap concern dengan masalah kebersihan.

Dony, yang merupakan warga perantauan dari Wonosobo, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota Relawan Sampah merupakan orang-orang rantau. ”Seperti saya dan sejumlah rekan lain, kami juga mendorong masyarakat asli Jakarta untuk ambil bagian,” urainya.

Harapan mereka bersama, pada masa mendatang, slogan ”Dilarang buang sampah sembarangan” tidak menjadi jargon semata. Lebih dari itu, satu penggal kalimat pengingat tersebut diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (*/c11/ttg)