Ciptakan Generasi Berjiwa Penulis

Ciptakan Generasi Berjiwa Penulis

  Senin, 11 April 2016 09:10
PELATIHAN JURNALISTIK: Pemateri pelatihan jurnalistik menyampaikan materi tentang jurnalistik yang digelar di Aula MAN 1 Ketapang, kemarin (10/4). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sebanyak 34 pelajar dan mahasiswa mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang. Kegiatan yang digelar di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ketapang, Minggu (10/4) tersebut, menghadirkan beberapa wartawan di Ketapang.

Para peserta pelatihan merupakan perwakilan dari seluruh SMA dan perguruan tinggi yang ada di Ketapang. "Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan termotivasi menjadi penulis, sehingga dapat peka terhadap kondisi yang ada saat ini dan yang akan mendatang," kata Ketua Panitia, Rafikah, kemarin (10/4).

Kegiatan yang bertemakan: Mengembangkan Potensi Dalam Bidang Kejurnalistikan yang Independensi dan Progresif ini, juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang jurnalistik dasar dan pengantar jurnalistik. Selain itu, para pelajar tersebut juga dikenalkan tentang kode etik jurnalistik, teknik dasar membuat berita, reportase, dan wawancara jurnalistik.

Pada kegiatan ini, beberapa jurnalis yang ada di Ketapang didaulat mereka menjadi pemateri. Diharapkan dia agar para peserta dapat menjiwai dunia jurnalistik, sehingga meskipun kelak tidak menjadi wartawan, para peserta ini peka dan dapat mengolah informasi dengan baik. "Kami juga berharap para peserta yang hadir dapat mengetahui peran dan fungsi jurnalistik dalam kehidupan, dan paham mengenai pentingnya informasi dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.

Ketua Umum HMI Ketapang, Supardiansyah, menjelaskan bagaimana mereka berkomitmen melaksanakan secara rutin kegiatan pelatihan jurnalistik ini. "Kita memiliki target untuk setelah ini akan mendirikan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) Ketapang," katanya.

Jika Lapmi terbentuk, pihaknya siap menjalin kerja sama ke sekolah-sekolah, untuk pemberian materi jurnalistik. Pembentukan Lapmi akan disahkan mereka pada rapat pleno 3 menjelang akhir kepengurusan. Jika segera disahkan, diharapkan dia, lembaga bersangkutan akan memiliki kekuatan hukum. "Kami berharap agar kegiatan ini dapat memotivasi dan mengasah potensi diri mahasiswa maupun pelajar yang menjadi peserta di bidang jurnalistik, sehingga para peserta dapat memiliki modal pembekalan ilmu dalam dunia jurnalistik," harapnya.

Sementara itu, salah satu pemateri, Theo Bernadhi, mengungkapkan, dalam dunia jurnalistik ada beberapa hal yang harus dipahami. Khususnya, dimisalkan dia, dalam mengumpulkan informasi, mengolah, dan menyampaikannya ke publik. "Ada namanya informasi, tapi belum tentu itu menjadi berita yang dapat disampaikan kepada publik," katanya. "Karena dalam dunia jurnalistik itu harus ada unsur penting, aktual, dan fakta," lanjut wartawan harian Suara Pemred ini.

Ia juga mengingatkan jika jurnalistik harus menyampaikan fakta dan bukan mengada-ada atau pendapat atau opini wartawan itu sendiri. "Wartawan juga tidak boleh memihak. Wartawan harus netral. Dalam menyampaikan informasi juga harus valid dan mengutamakan unsur balance," tambahnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dia mampu memberikan pemahaman dan mampu mendorong generasi muda untuk menulis, meskipun tidak harus menjadi wartawan. "Kami juga berharap kegiatan ini rutin. Kegiatan ini juga sangat positif," tutupnya. (afi)

Berita Terkait