Ciptakan Alat Ukur Karbon Meter Pohon

Ciptakan Alat Ukur Karbon Meter Pohon

  Senin, 4 July 2016 09:39
PENGUKUR KARBON: Dekan Fakultas Kehutanan Untan,Gusti Hardiansyah memperlihatkan dua alat yang dipakai untuk menentukan biomassa karbon yang terkandung dalam pohon. HARYADI/PONTIANAK POST

INDONESIA menjadi salah satu negara berkembang pertama yang secara resmi menyampaikan komitmen mengurangi emisi secara sukarela. Komitmen penurunan emisi ini adalah sebesar 26 persen dari skenario business as usual (BAU) pada 2020 dengan sumber daya sendiri atau 41 persen jika mendapatkan bantuan internasional. Sektor utama yang diidentifikasi dapat berkontribusi signifikan dalam upaya pencapaian target tersebut adalah sektor hutan dan lahan gambut.

Secara geografis wilayah Kalimantan Barat cukup mendukung dalam hal  pengurangan gas emisi. Memiliki banyak hutan dan lahan gambut yang luas. Sejatinya wilayah Kalbar memiliki andil besar dalam mendukung program pemerintah  dalam hal menurunkan emisi gas rumah kaca. Upaya tersebut sebenarnya sudah berjalan dan terbukti nyata. Bukti nyata tersebut dengan diciptakannya sebuah alat pengukur biomassa karbon meter pada pohon hasil karya para civitas Universitas Tanjungpura Pontianak.

Alat  tersebut diberi nama Untan Biomassa Karbon (UBKM) pohon. Fungsi Alat ini adalah dipakai untuk menentukan biomassa karbon yang terkandung dalam pohon. Menurut ketua penemuan alat, Gusti Hardiansyah. Untan Biomassa Karbon Meter (UBKM) ini buah penelitian tim gabungan yang  menghabiskan waktu cukup lama. Dimana timnya terdiri dari dua fakultas yang ada di Untan. Di awal penemuannya, alat yang diciptakan bersifat manual, Namun  sekarang sudah berbentuk digital.

“Dalam perjalanan waktu alat alat pengukur karbon tersebut terus mengalami perkembangan dalam hal teknologinya. Alat pengukur karbon yang digital terus mengalami perbaikkan dalam hal fitur teknologi agar dalam pemakaiannya nanti lebih mudah,"Ungkap Dekan Fakultas Kehutanan Untan.

Hardiansyah menambahkan penemuan alat ini sebagai jawaban atas isu perubahan iklim yang getol dibicarakan di tingkat dunia. Karena ada kekhawatiran jika kadar CO2 yang meningkat, dan yang bisa membersihkan itu hanya hutan, yang kebetulan Indonesia, khusus Kalimantan dikenal dengan kaya akan sumber daya alam hutan.

"Pohon itu bagai vavum cleaner, dan pihak luar mau memberikan insentif jika kita bisa jaga hutan. Sehingga dengan ditemukannya UBKM maka pengujian akan kandungan karbon pada suatu pohon akan diketahui, sehingga bisa dilakukan penghitungan," imbuhnya.

Hardiansyah juga menjelaskan bagaimana cara kerjanya alat UBKM manual yang cukup sederhana. Dimana alat UBKM diposisikan secara vertikal dengan menempel pada bagian batang pohon  setinggi dada dan digerakkan melingkar berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah itu tinggal melihat nilai yang terbaca pada mistar jarum skala. Disinggung mengenai keunggulan alat UNKM merupakan alat ukur yang inovatif untuk menghitung biomassa karbon dengan metode non destruktif atau tanpa perlu melukai apalagi menebang pohon. Pendugaan karbon total pohon menjadi mudah dilakukan, praktis,bersifat portabel,murah dan mudah digunakan serta memiliki mobilitas tinggi.

“Kita sudah bertindak cepat dengan mematenkan alat ini  dan sudah teregritasi  dengan nonor: S 00201404181,”terangnya.

Dia menambahkan karena kemudahan dalam penggunaannya alat pengukur karbon pohon menjadi elemen penting dalam implementasi program Reducing Emision from Deforestation and Forest Degradation plus (REDD+) dan akan sangat membantu untuk melakukan pengukuran laporan dan verifikasi (measurement reporting and verification) karbon pohon yang tumbuh di alam atau yang ditanam oleh komunitas adat, petani kayu, maupun perusahaan HPH atau HTI dan perkebunan.

“Alat ini sudah kita pamerkan di pertemuan tahunan Governors Climate and Forests di Brazil pada tahun 2014 lalu. Banyak negara mengacungkan jempol dan mau beli alat pengukur karbon ini. bahkan Sejumlah provinsi di Indonesia banyak mau beli. Makanya, kita berikan apresiasi tinggi buat sejumlah pihak yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap terciptanya alat UBKM ini”Pungkasnya.(yad)