Cinta Konservasi, Kuliah Gratis Menanti

Cinta Konservasi, Kuliah Gratis Menanti

  Rabu, 29 June 2016 09:30
BEASISWA BOCS: Enam siswa yang mendapatkan beasiswa BOCS berfoto bersama dengan pihak penyelenggara beasiswa yang berbasis konservasi orangutan dan lingkungan. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Untuk kali kelima, Bornean Orangutan Caring Scolarship (BOCS) atau Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan kembali memberikan beasiswa kepada siswa yang dianggap peduli terhadap pelestarian orangutan. Tahun ini, ada enam anak dari beberapa sekolah yang dipilih untuk kemudian dikuliahkan di perguruan tinggi.

Beasiswa ini diberikan kepada anak-anak yang dianggap berprestasi serta memiliki keinginan kuat, untuk melestarikan alam dan orangutan, khususnya di Kalimantan. "Beasiswa Peduli Orangutan ini melahirkan generasi yang peduli terhadap konservasi orangutan dan habitanya di masa depan," kata Direktur Yayasan Palung, Cassie Freund, kemarin (26/6).

Ia menjelaskan, adanya beasiswa BOCS berkat kerja sama, baik yang diselenggarakan oleh Yayasan Palung (YP), Orang Utan Republik Foundation (OURF), dan Orangutan Outreach (OO). Beasiswa peduli orangutan tersebut, menurutnya, merupakan program yang diperuntukkan bagi pelajar di dua kabupaten yaitu di Ketapang dan Kayong Utara.

"Tidak hanya orang asing yang perlu peduli terhadap satwa langka di Indonesia, tetapi juga generasi muda di Indonesia lebih khususnya harus memiliki kepedulian terhadap orangutan di Kalimantan dan konservasi di masa yang akan datang," jelasnya.

Dijelaskan dia, Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan atau lebih dikenal dengan nama BOCS, merupakan beasiswa yang ada sejak 2012 lalu. Alasan utama hadirnya beasiswa ini tidak lain untuk menambah generasi intelektual, yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan dan habitatnya.

"Tujuan lain program ini juga untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada generasi muda Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," tambahnya.

Ketua Orang Utan Republik Foundation (OURF), Gary L Shapiro, mengatakan, adanya beasiswa orangutan tidak lain adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, untuk lebih terlibat terhadap konservasi orangutan dan habitatnya, khusus di wilayah Sumatera dan Kalimantan. "Besar harapan di tahun-tahun mendatang akan bertambah penerima beasiswa ini, bukan hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di Kalimantan lainnya," katanya.

Akan tetapi, tantangan terbesar saat ini adalah menambah donatur baru untuk membiayai program ini. Kondisinya tidak banyak donatur yang mau membiayai pendidikan karena dampaknya tidak terlihat dalam waktu cepat. "Lebih suka membiayai seperti patroli hutan, rehabilitasi orangutan ataupun program pertanian," ujarnya.

Enam siswa yang mendapatkan beasiswa adalah Ervan Wahyudi dari SMAN 1 Sungai Laur, Supriadi dari SMAN 1 Sandai, Victor Samudera dari SMAN 1 Sungai Laur, Sari Ulandari dari SMAN 3 Simpang Hilir, Dedi Januri dari SMAN 1 Seponti, dan Nur Sholihin dari MAS Al-Muhajirin. Selanjutnya mereka siap untuk kuliah di Universitas Tanjungpura dan bergabung dengan penerima BOCS angkatan I dan IV, sebanyak 13 orang. Kini, jumlah keseluruhan penerima BOCS bertambah menjadi 19 orang. Hingga saat ini, penerima beasiswa orangutan Kalimantan dan Sumatera, sebanyak 100 orang penerima beasiswa. (afi)

Berita Terkait