Chelsea vs Sunderland Menyelamatkan Era Baru

Chelsea vs Sunderland Menyelamatkan Era Baru

  Sabtu, 19 December 2015 07:37

Berita Terkait

LONDON - Bahtera Roman Abramovich sudah berpengalaman untuk menembus badai pergantian pelatih. Dalam 12 tahun pelayarannya di Premier League, badai itu datang ke Chelsea sebanyak empat kali. Dan, terdepaknya Jose Mourinho pada Kamis malam WIB (17/12) adalah badai kelimanya.

            Dari empat kali badai yang sudah pernah dihadapi, badai selepas kepergian Mou-lah yang jadi noda di Chelsea. Pada periode pertama 2007 silam, The Blues tumbang di laga pertama selepas kepergian Mou. Di Premier League, Chelsea kalah atas Manchester United dua gol tanpa balas.

            Bandingkan dengan pasca badai pergantian nahkoda lainnya. Dipecatnya Luiz Felipe Scolari mampu ditangani dengan baik oleh Guus Hiddink pada laga pertamanya dengan menang 3-1 atas Watford di Piala FA 2008-2009. Pun demikian dengan Roberto Di Matteo yang mengembalikan keseimbangan Andre Villas-Boaz terusir.

            Sama seperti Hiddink, Di Matteo juga mengawali laga pertama dengan menang 2-0 atas Birmingham City. Paling apes, Chelsea hanya bisa meraup satu poin setelah badai pergantian pelatih. Tiga musim lalu, Rafael Benitez yang menggantikan Di Matteo hanya berimbang tanpa gol melawan Manchester City.

            Lantas, bagaimana dengan badai kelima ini? Mampukah Chelsea menghilangkan handicap pasca kepergian Mou dengan sempurna saat menjamu Sunderland di Stamford Bridge, malam nanti? Bukan di tangan nahkoda pengganti, melainkan hanya di tangan mualim bernama Steve Holland.

            Andai kalah lagi di tangan klub peringkat kedua dari bawah seperti Sunderland, maka Chelsea bakal semakin terperosok mendekati pusaran degradasi. “Tidak masalah kami gagal menjuarai Premier League. Setidaknya kami bisa lebih baik dan mengawali semuanya dengan mengalahkan Sunderland,”koar gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, dilansir dari ESPN.

            Fabregas merupakan satu di antara beberapa pemain Chelsea yang mengundang badai hadir dalam periode kedua Mou. Selain Fabregas, juga ada John Terry, Diego Costa, dan Eden Hazard yang pernah memanaskan hubungan dengan Mou. Bahkan, di hari terakhir Mou, Fabregas dilaporkan sempat bertikai dengan Mou di Cobham.

            Nah, pemain-pemain inilah yang kemudian memantik pengakuan Mou yang merasa dikhianati setelah kalah atas Leicester City 1-2 pekan lalu (14/12). Sekarang, baik Fabregas, Terry, Costa, dan Hazard harus membuktikan bahwa mereka bisa lebih bagus tanpa Mou. Bukan malah sebaliknya, mereka masih butuh Mou.

            Dari dua pemain itu, kemungkinan besar hanya Fabregas dan Costa yang kembali dimainkan. Kepada Sky Sports, Fabregas berjanji bakal bermain lebih bagus. “Semua di tim ini akan bertanggung jawab. Kami pemain besar, digaji setara pemain besar, dan kami juga harus bermain layaknya pemain besar,” lanjutnya.

            Belum diketahui bagaimana Holland akan merancang komposisi pemainnya untuk laga malam nanti. Sebab, sesi pre match conference laga ini tidak digelar pihak Chelsea usai pemecatan Mou. Akan tetapi, dengan statusnya sebagai nahkoda sementara sebelum nahkoda baru tiba, maka tidak akan banyak perubahan dibuat pria berusia 45 tahun itu.

            Holland sudah berada di Chelsea sejak 2011 silam. Sehingga, dia sudah mengerti variasi strategi yang diusung nahkoda-nahkoda Chelsea selama empat musim belakangan. Sebut saja Villas-Boas, Di Matteo, Benitez, dan terakhir Mou. Akan tetapi, dengan sangat singkatnya waktu maka strategi Mou tidak akan diutak-atiknya.

            Berdasarkan perkiraan Whoscored, nyaris tidak ada perbedaan antara Chelsea di tangan Mou dan Chelsea di tangan Holland. Formasinya akan tetap 4-2-3-1. Komposisi dari penjaga gawang sampai dengan striker pun tidak jauh berbeda. Satu-satunya posisi yang berbeda adalah di dua menara kembarnya.

            Bukan lagi Zouma dan Terry seperti laga melawan The Foxes -julukan Leicester- pekan lalu. Holland lebih tertarik memainkan kombinasi Zouma dan Gary Cahill untuk posisi itu. Ada apa sebenarnya? Padahal, JT - inisial nama Terry- tidak mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu kuning.

            Terry menjadi satu-satunya pemain pengkhianat versi Mou yang tidak dimainkan di dalam pertandingan ini. Situs TEAMTalk menyebut, ada lima pemain yang menjadi pengkhianat Mou. Empat lainnya adalah Fabregas, Costa, Hazard, dan Branislav Ivanovic. (ren)

 

Perkiraan Pemain

 

 

 

Chelsea (4-2-3-1): 13-Courtois (g); 2-Ivanovic, 5-Zouma, 24-Cahill, 28-Azpilicueta; 4-Fabregas, 21-Matic; 7-Ramires, 8-Oscar, 22-Willian; 19-Costa

 

Pelatih: Steve Holland (karteker)

 

Sunderland (4-2-3-1): 1-Pantilimon (g); 2-Jones, 16-O’Shea , 15-Kaboul, 3-Aanholt; 14-Gomez, 21-M’Vila; 41-Watmore, 20-Toivonen, 9-Borini; 26-Fletcher

 

Pelatih: Sam Allardyce

 

 

 

Wasit   : Roger East

 

Stadion: Stamford Bridge, London

 

Live: beIN Sport 1 pukul 22.00 WIB

Berita Terkait