Change ‘Demon To Be ‘Angel’

Change ‘Demon To Be ‘Angel’

  Minggu, 8 January 2017 09:00

Berita Terkait

Menjalin persahabatan adalah hal terbaik dalam hidup. Susah dan senang dilalui bersama. Namun ada kalanya jalinan indah itu berubah menjadi tak menyenangkan. Mungkin ia menjadi lebih posesif, berlebihan dalam melakukan sesuatu. Bahkan berubah jadi negatif. Sulit memang untuk menilai apakah ia termasuk ‘toxic’ friend atau nggak. Jika iya, kamu perlu untuk menyelamatkan. Meski akhirnya mau kembali memilih untuk berteman atau nggak.

By : Ghea Lidyaza Safitri

 

Ikuti Lalu Nasihati

Veronica Putri

Siswi SMKN 3 Pontianak

IG : @vrncaputri

“Aku anak yang lumayan supel dan mudah bergaul. Jadi seru-seruan aja berteman sama siapa pun. Termasuk sama seorang teman yang udah masuk kategori anak nakal di sekolah. Selain demen ngerokok, doi juga suka bolos. Jangan ditanyain lagi, deh! Nggak sengaja hari itu doi ngajakin aku bolos. Awalnya sempat nolak sih, nggak mau ikutan. But, lama kelamaan karena mumet juga di kelas, akhirnya aku ikutan bolos. Ada tujuan juga sih sebenarnya. Kepengin tahu apa yang doi lakukan saat bolos. Di situlah aku baru tahu kalau doi nggak ngelakuin apa-apa. Cuma  duduk-duduk nggak jelas dan jalan sana sini. Dari situ aku mencoba untuk lebih dekat sama doi. Tujuannya buat menyadarkan bahwa yang dilakukannya itu sia-sia. Ribet juga sih nyadarin orang yang terlanjur sesat. Senangnya, kebiasaan buruknya kini udah mulai berkurang.”

 

 

Jauhi Lalu Beri Pengertian

Sintaria

Mahasiswi Farmasi Untan

IG : @sintaria_

“Ada salah satu temanku yang terkadang suka maksa secara nggak langsung buat mengikuti cara dia. Misalnya ngajak hangout tiap pulang kuliah, kerja kelompok harus di kafe. Terus tiap ngajak jalan maunya nebeng sama teman yang pakai mobil. Awalnya mungkin nggak terlalu bermasalah. But, lama-lama ngerasa capek juga. Apalagi doi juga nggak mau perduli sama teman yang rumahnya jauh dari kampus kayak aku. Akhirnya aku dan beberapa teman lainnya memilih untuk menjauh. Suatu hari, doi nanya kenapa pada menjauh. Karena masih ada aura kesal, aku pun ceritain semuanya sama dia. Bersyukur, doi mau berubah. Udah nggak milih-milih lagi untuk hanya bergaul sama teman yang ‘high class’. Meski aku dan teman-teman yang lain udah nggak terlalu dekat lagi, sih. Soalnya udah pada mencar dan ngerasa ilfil juga. Mungkin ini yang terbaik.”

Berita Terkait