Cermat Belanjakan THR

Cermat Belanjakan THR

  Senin, 20 June 2016 09:46

Berita Terkait

Helma Malini, Dosen Ekonomi

“Bedakanlah gaji dengan THR. Artinya, tidak semua gaji harus dihabiskan untuk kebutuhan lebaran. Tetap lakukan perhitungan dan perencanaan yang baik, agar uang habis sesuai dengan kebutuhan.”

/////////////

Tunjangan hari raya menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Banyak masyarakat yang sudah berencana untuk apa saja THR itu dibelanjakan. Tapi, THR bisa saja langsung habis, jika tidak cermat mengelolanya. 

Oleh : Marsita Riandini

Idul Fitri tak lama lagi. Kebutuhan rumah tangga menyambut datangnya hari kemenangan itu pun mulai meningkat. Pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi orang. Tunjangan hari raya pun mulai dibagikan. Berharap semuanya tercukupi dengan THR yang diberi. 

Sesuai tujuan diberikannya THR, kebanyakan orang menggunakan THR untuk budget lebaran. Tetapi hal yang perlu dipahami, bahwa THR tak bisa dibelanjakan sekehendak hati. Tetap lakukan perhitungan dan perencanaan yang baik, agar uang habis sesuai dengan kebutuhan. Demikian yang disampaikan Dr. Helma Malini, MM kepada For Her. “Jelang lebaran, kebutuhan masyarakat meningkat. Apalagi saat ini, lebaran itu berdekatan dengan anak masuk sekolah. Tentu biaya yang dibutuhkan juga besar. Itulah sebabnya penting mengelola uang THR dengan bijak. Tujuannya, agar kebutuhan lebaran terpenuhi, dan tidak mengganggu anggaran rumah tangga lainnya,” kata dosen di Universitas Tanjung Pura ini.  

Sebenarnya, akan lebih mudah bila telah dilakukan perencanaan sejak lama. Ketika THR didapat, tinggal menyesuaikan apa saja yang harus dibeli. Tetapi, sekarang pun belum terlambat untuk merencanakan apa yang menjadi kebutuhan selama lebaran. “Tentu saja tetap dalam mengelola anggaran itu harus ada skala prioritas. Mana yang benar-benar menjadi kebutuhan mana yang bisa di tunda,” ulasnya. 

Ketika sudah tahu apa saja yang dibutuhkan, silahkan untuk mencairkan semua uang THR. Lebih baik memang dihabiskan untuk kebutuhan lebaran. “Tidak perlu ditabung uang THR. Tetapi gunakan untuk belanja keperluan lebaran. Dengan begitu, tidak akan menggaggu anggaran lainnya,” ungkapnya, 

Kebutuhan lebaran memang meningkat, tetapi sebagai anak sebaiknya tetap menyisihkan uang THR untuk orang tua. “Uang lebaran untuk orang tua bisa diambil dari dana THR. Tentu saja besar kecilnya menyesuaikan kesanggupan dari seseorang itu sendiri,” ucap Helma Malini. 

Sudah menjadi budaya, jelang lebaran anak-anak kecil biasanya juga diberikan uang yang disimpan di dalam amplop. “Ketika mendapatkan THR, sisihka segera sejumlah uang yang dikhususkan untuk dibagikan ke ponakan dan sanak saudara. Pastikan sudah dipecah sesuai nominal yang diinginkan,” pungkasnya. **

------------------------------

Tidak Berlebihan

Bedakanlah gaji dengan THR. Artinya, tidak semua gaji harus dihabiskan untuk kebutuhan lebaran. Sebab selain lebaran, Anda juga harus memenuhi kebutuhan lain selama satu bulan. “Jika ada kredit, maka tetap sisihkan pendapatan untuk kredit yang harus dibayarkan akhir bulan. Termasuk kebutuhan rumah tangga selama satu bulan itu. Kalau pun menyisihkan gaji untuk lebaran, silahkan saja. Asal yang lainnya juga terpenuhi,” ulas dia. 

Sering kali ada yang fokus pada lebaran saja, sehingga setelah lebaran dia termenung memikirkan uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. “Setiap orang harus memiliki kontrol diri. InsyaAllah dia bisa mengerem untuk membelanjakan uangnya untuk hal yang tidak penting,” beritahunya. 

Pikirkan pula cicilan tambahan setelah lebaran. Cicilan tambahan yang dimaksud, lanjutnya adalah cicil lebaran, seperti cicilan kue lapis, pakaian, kursi, lemari, gorden, dan lainnya. “Kadang khan ada tuh orang yang nawarin barang, yang bayarnya cicil setelah lebaran. Nah ini juga harus dipertimbangkan, agar tidak kelabakan usai lebaran,”katanya. 

Seringkali ada yang latah dalam memaknai kebutuhan itu berkaitan dengan lebaran. Seperti misalnya membeli pakaian. Tidak ada salahnya membeli pakaian, tetapi tidak berlebihan dalam membelinya. “Jika mampunya membeli dua helai, jangan memaksa untuk membeli lebih. Jika rumah sudah bagus, tidak perlu di percantik lagi, jangan memaksa untuk memperindahnya lagi sementara uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” tukasnya. (mrd)

Berita Terkait