Cerita Inspiratif Walanda; dari Dalam Gang Tembus Pasar Internasional

Cerita Inspiratif Walanda; dari Dalam Gang Tembus Pasar Internasional

  Jumat, 16 September 2016 10:51
GO INTERNASIONAL: Walanda, di depan garasi yang diubah menjadi offline storenya. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Menciptakan bisnis dengan brand sendiri sangatlah tidak mudah. Bermodal berani dan perhitungan matang saja tidak cukup. Butuh satu hal lagi, yaitu nekat!

Shando Safela, Pontianak

DI INDONESIA, perempuan berhijab mana yang tak kenal merk hijab 'Ndastila'. Mulai dari anak baru gede, hingga ibu rumah tangga. Hampir semua mengenal hijab bermerk dagang Ndastila.
Namun, hanya sedikit orang tahu bahwa Ndastila merupakan merk dagang asal Kota Pontianak yang berasal dari sebuah gang kecil di Jalan Abdurahman Saleh. Semuanya berawal dari kenekatan perempuan cantik bernama Walanda Siti Nurlaila di awal tahun 2013. Bagaimana tidak dibilang nekat. Statusnya sebagai karyawan mapan di bank swasta ditinggalkannya. Bermodal nekat, Wanda, sapaan akrabnya, memilih resign demi sebuah impiannya, memiliki merk dagang sendiri.

Kenekatannya tentulah bukan tanpa alasan atau hanya nekat tanpa pengetahuan. Saat masih bekerja di bank, Wanda sudah mempelajari semua yang dicita-citakannya. Wanda pun mulai belajar bagaimana memenej sebuah akun di media sosial untuk kepentingan pemasaran.

Awalnya, Wanda hanya iseng menjahit satu atau dua helai hijab untuk dijual. Hijab yang dijualnya mendapat pujian dari konsumen, dan membuatnya tambah percaya diri.

"Akhirnya saya mencoba membuat merk dagang sendiri dengan nama Ndastila. Diambil dari suku kata dibelakang nama saya. Alhamdulillah mendapat respon yang sangat bagus dari konsumen," tutur Wanda.

Wanda mengerjakan dan mengawasi dengan ditail produk buatannya. Mulai dari belanja, memotong, menjahit, hingga mendistribusikannya langsung ke konsumen.

"Di masa awal, saya belanja bahan di Pasar Tengah, saya disain, kemudian saya jahit sendiri. Suami saya pun tak keberatan saat menjadi kurir untuk mengantar langsung ke rumah konsumen," ujarnya.

Produknya pun mulai dikenal orang dari mulut ke mulut. Kini, untuk menjaga kualitas produknya, Wanda berbelanja bahan hingga ke Bandung dan Jakarta. 
Wanda mulai gencar memasarkan produknya lewat media sosial. Di tahun 2015, produknya sudah mulai dikenal di seluruh Indonesia dan beberapa negara. Beberapa artis pernah menjadi endorse artist untuk produknya.

Pesanan mulai datang dari seluruh Indonesia. Merk dagangnya mulai dikenal sebagai produk premium. Kerja kerasnya selama 3 tahun mulai melihatkan hasil. 
"Alhamdulillah, ditahun ketiga ini, produk saya tembus hingga pasar luar negeri. Pelanggan tetap saya datang dari Singapura, Hongkong, Jepang, Australia, hingga Jerman. Mereka selalu order saat saya mengeluarkan model baru." Cerita ibu muda dua anak ini.

Saat ini, Wanda mempunyai rumah produksi sendiri di Siantan. Meski usahanya masih tergolong kecil menengah, berkat strategi pemasarannya, produknya dapat dikenal luas. Wanda juga melatih ibu-ibu kurang mampu yang sudah berstatus janda untuk mempunyai keterampilan.
"Selain bekerja untuk saya, saya juga merangkul ibu-ibu ini untuk ikut berlatih bersama saya, agar nantinya mereka mempunyai keterampilan sendiri," tambahnya.

Meski telah dianggap berhasil berkat usaha dan kerja kerasnya, Wanda tak lantas berpangku tangan. Saat ditemui di garasi mobil yang kini diubah menjadi tokonya, Wanda masih mengawasi seluruh produk yang siap untuk dijual.
"Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas. Saya ingin semua konsumen Ndastila merasa bangga saat memakai produk Ndastila. Insya Allah kedepannya, saya akan terus berinovasi, terus dan terus," kata Wanda optimis.**

Berita Terkait