Cerdas Cermat Anti Korupsi

Cerdas Cermat Anti Korupsi

  Kamis, 13 Oktober 2016 09:30
CERDAS CERMAT: Para peserta Lomba Cerdas Cermat Anti KKN yang digelar Kejari Sambas sedang mendengarkan pertanyaan juri. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS- 17 SMP sederajat di Kabupaten Sambas, ikuti lomba cerdas cermat Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang digelar Kejaksaan Negeri Sambas, Rabu (12/10). Melalui ajang ini, diharapkan anak-anak sekolah memahami bahaya KKN sebagai upaya penguatan jaringan anti korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Muhammad Kandi SH mengatakan selain penegakan hukum yang dilakukan. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mensosialisasikan bahaya KKN, terutama kepada generasi muda. 

“Mulai dari Kantin kejujuran, kemudian Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Dan saat ini cerdas cermat anti korupsi. Kita laksanakan sebagai upaya penguatan jaringan anti korupsi terutama di Kabupaten Sambas,” kata M Kandi, Rabu (12/10).

Hal ini adalah bentuk dari perlawanan KKN. Lantaran korupsi adalah musuh bangsa, korupsi bisa menghancurkan bangsa. “Dampak dari perbuatan korupsi telah menimbulkan kerugian yang sangat besar yang pada giliranya berdampak pada timbulnya krisis diberbagai bidang. Dan ini adalah bagian dari upaya Kejaksaan RI sebagai institusi penegak hukum melakukan pencegahan dan pemberantasan,” katanya.

Dalam lomba cerdas cermat anti korupsi yang digelar di halaman kantor Kejari Sambas. Juara 1 diraih SMP Negeri 2 Sambas, Juara dua SM Subah dan juara 3 SMP Hosana Tebas. Pemenang akan mendapatkan uang pembinaan serta piala.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menegaskan kewajiban semua institusi untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa korupsi adalah suatu kejahatan luar biasa. 

“Siapapun itu memiliki kesempatan untuk menyampaikan bahwa korupsi adalah sebuah kejahatan. Dan semua orang dan pihak, juga wajib mengaplikasikannya,” katanya.

Kejaksaan Negeri Sambas, sebagai aparat penegak hukum. Yang melaksanakan lomba cerdas cermat anti korupsi yang menyasar anak SMP sederajat. Adalah bagian dari upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan korupsi.

“Kita sampaikan apresiasi kepada Kejari, yang saat ini menyasar pelajar SMP untuk kegiatan ini. Karena untuk korupsi harus ditanamkan sejak dini,” katanya.

Ini juga bagian dari Kejari Sambas, memberikan pelajaran kepada masyarakat. Bagaimana untuk berlaku jujur (tidak korupsi). 

“Sebenarnya anti korupsi sudah menjadi bagian napas kehidupan, sehingga dalam keluarga, orang tua sudah mulai menanamkan sifat jujur kepada anaknya saat masih kecil,” katanya. (fah)

Berita Terkait