Cepat dan Berbahaya

Cepat dan Berbahaya

  Jumat, 12 Agustus 2016 10:24

Berita Terkait

SPIELBERG--Balapan MotoGP seri ke-10 akhir pekan ini akan tiba di trek baru untuk kali pertama sejak Termas de Rio Honda, Argentina musim lalu. Red Bull Ring, Austria menjadi pembahasan serius beberapa pekan terakhir lantaran lay out-nya yang nyeleneh.

 
Tak ada satupun sirkuit di kalender balap MotoGP musim ini yang tikungannya hanya 10. Sirkuit sepanjang 4,3 kilometer ini pula satu-satunya trek dimana punya lay out yang terlalu simpel dibandingkan dengan trek-trek lainnya.

Benar, ada beberapa trek yang terkenal dengan perubahan elevasi di beberapa bagian. Misalnya Austin, Mugello, Brno dan Sachsenring. Red Bull Ring juga punya bagian naik-turun yang mengalir.  Tapi tetap tidak ada yang memiliki hanya 10 kelokan.

Ini adalah trek yang dirancang agar pembalap membuka gas penuh dalam waktu lama. Karena ada tiga trek lurus panjang di tengah sirkuit yang relatif pendek itu. ''Tipikal trek on-off dengan akselerasi yang cepat dipadu pengereman yang dalam,'' ucap jagoan Suzuki Ecstar Maverick Vinales dilansir situs resmi Red Bull. Dengan karakter sirkuit yang cepat dan mengalir Red Bull Ring justru bisa melenakan para rider hingga berujung pada kecelakaan.

Lay out simpel ini diakui beberapa pembalap sekaligus mengandung beberapa titik berbahaya. Misalnya juara bertahan Jorge Lorenzo yang memasang alarm bahaya di Tikungan 2. Belokan tajam ke kanan setelah trek tersebut sangat dekat dengan pagar pembatas sirkuit. ''Ada 3-4 tikungan yang berbahaya bagi motor MotoGP. Sangat berbahaya lantaran dinding pembatas khususnya di zona pengereman,'' ucapnya dikutip Motorsport.

Tikungan 2 akan dilalui pembalap dengan pengereman dalam setelah memacu motor dengan kecepatan maksimal 340-350 kilometer perjam. Saat mulai merebah ke sisi kiri tembok di sebelah kiri sangat dengan dengan trek. ''Jika roda depan direm sementara motor masih pada posisi di kiri, motor akan melaku ke arah dinding, sangat berbahaya,'' tandasnya.

Ada beberapa tikungan lain yang juga sangat dekat dengan dinding tapi menurut Lorenzo tidak seberbahaya Tikungan 2 karena pembalap tidak harus merebahkan tubuhnya di sana. Kemudian tikungan terakhir (10) yang juga sangat cepat dan dekat dengan tembok. ''Kalau pembalap mengalami high side (kecelakaan dimana pembalap terpental tinggi ke udara) tubuhnya bisa menghajar dinding. Aku rasa ini bukan trek paling aman di kalender balap saat ini,'' paparnya.

Atas keluhan sejumlah rider, kemarin (11/8) Komisi Keselamatan FIM memutuskan untuk mengubah sedikit lay out di Tikungan 10. Mereka menyempitkan lebar trek dari 13 meter menjadi 10 meter. Itu dilakukan agar pembalap mengurangi kecepatan saat akan memasuki tikungan terakhir tersebut. 

Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa juga menyebutkan bahwa Red Bull Ring adalah trek yang sulit bagi rider untuk melakukan overtaking. Menurutnya ada ada tiga titik dimana trek sangat lebar dan di sana terdapat zona pengereman yang dalam. ''Kau bisa menyalip lawanmu di sana. Tapi di sebagian besar tikungan lainnya treknya sempit,'' paparnya. Dengan penyempitan trek jelang tikungan 10 maka peluang itu semakin kecil.

Dengan perubahan di tikungan terakhir, maka catatan waktu yang didapat rider-rider Ducati saat uji coba berlangsung pertengahan bulan lalu menjadi tidak relevan lagi. Yang tercepat dicatat Andrea Iannone 1menit 23,240 detik.

Dampaknya lap time juga akan menurun. Hari ini, Jumat (12/8) para rider akan memulai sesi latihan hari pertama. Perubahan lay out tersebut bisa langsung dilihat dampaknya. Yang pasti perubahan itu akan sedikit merugikan Ducati lantaran kecepatan top speed mereka terpaksa akan dikendurkan di sektor terakhir.

Padahal dibandingkan trek-trek lainnya, para rider tim merah itu meyakini Red Bull Ring paling cocok dengan motor mereka. Sejak kemenangan terakhir Casey Stoner bersama Ducati pada 2010 lalu, sudah 99 balapan yang dilewati tanpa sekalipun skuad Bologna mengirimkan motornya ke podium teratas kelas premium.

Mampukah Ducati menghentikan paceklik kemenangan sebelum rekor balapan mereka mencapai angka tiga digit? Mungkin hanya ada dua kesempatan Ducati untuk menang di separuh kedua musim 2016 ini. Selain Austria adalah Brno, 21 Agustus nanti. Jika gagal lagi di Red Bull Ring, target meraih satu kemenangan di 2016 sekali lagi bisa kandas. (cak)

Berita Terkait