Cegah Tukak Lambung & Perdarahan Usus

Cegah Tukak Lambung & Perdarahan Usus

  Jumat, 12 January 2018 09:35

Berita Terkait

Pernahkah Anda mengalami rasa tidak nyaman di bagian ulu hati? Nafsu makan dan berat badan menurun. Rasa kembung di perut, hingga mengeluarkan serdawa (bunyi yang keluar dari kerongkongan, biasanya apabila masuk angin atau sesudah makan kenyang), serta, mual dan ingin muntah setelah mengonsumsi makanan. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, mungkin Anda memiliki masalah di bagian lambung. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Lambung adalah salah satu organ pencernaan setelah melewati mulut dan kerongkongan. Lambung berfungsi menerima makanan dan minuman, mencampur, menggiling, dan menyalurkan makanan yang telah halus ke dalam usus. Ketika menghancurkan makanan, lambung akan mengeluarkan zat atau senyawa agresif berupa asam lambung dan senyawa pepsin.

Beruntung, dalam menyeimbangi produk lambung yang bersifat destruktif, setiap manusia dianugerahi sistem biologi yang canggih untuk mempertahankan keutuhan mukosa dinding lambung. Sayang, pada keadaan tertentu dapat terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif dan defensif.

Kedua faktor ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan dinding lambung terkikis oleh zat asam, hingga terjadi luka atau yang dikenal dengan tukak lambung. Tukak lambung (ulkus peptikum) adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung.

Dokter Fujiyanto mengatakan luka yang ditimbulkan berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum), serta kerongkongan (esofagus). Tukak lambung dapat menyebabkan rasa nyeri pada lambung atau bahkan perdarahan dalam kasus yang parah. Tukak lambung bisa dipicu oleh dua faktor, yakni faktor agresif dan defensif.

Pada kasus tukak lambung, faktor agresif bersifat meningkat, sedangkan faktor defensif bersifat menurun. Menurut salah satu peneliti, sifat agresif yang dimiliki oleh senyawa lambung, seperti pepsin disebabkan karena nilai pH (derajat keasaman) kurang dari empat. Menunjukkan senyawa bersifat sangat asam

“Produksi asam lambung yang berlebihan bisa disebebkan oleh faktor generik, karena beberapa orang mempunyai massa kelenjar penghasil asam yang lebih besar dari biasanya,” ujarnya.

Dokter Umum RSUD Soedarso ini menuturkan selain didominasi dari faktor agresif, tukak lambung juga bisa disebabkan oleh stres dan pola makan yang tidak tepat. Stres yang dialami bisa berhubungan dengan tekanan batin yang dirasakan. Baik stres karena pekerjaan, atau aktifitas yang tidak menyenangkan. Stres dapat menyebabkan menurunnya sistem pertahanan lambung. 

Selain stres, lapisan lendir pelindung lambung juga bisa menipis akibat makanan atau minuman tertentu, sepeti jamu-jamuan tidak resmi, obat-obatan penghilang rasa sakit, dan alkohol. Fuji mengharapkan masyarakat lebih peka dalam memilih jamu-jamuan yang belum mendapat izin resmi dari BPOM.

Seringkali jamu-jamuan yang dijual bebas mengandung steroid. Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Serta, obat nyeri dalam dosis yang tinggi. Sehingga, sangat iritatif terhadap dinding lambung. Penggunaan obat nyeri dalam jangka panjang harus dalam pengawasan dokter.

Dari berbagai bukti penelitian yang ada, sebanyak 30 hingga 60 persen. Tukak lambung disebabkan oleh infeksi kuman Helycobacter Pylori (HP). Kuman ini dapat bertahan meskipun dalam suasana asam dan kemudian masuk kedalam mukosa lambung sehingga menyebabkan peradangan lokal yang kemudian menjadi luka.

“Umumnya, gejala penyakit tukak lambung berupa rasa tidak nyaman atau bahkan sakit yang hebat di ulu hati (perut atas), mual, muntah-muntah, dan cepat merasa kenyang,” tuturnya.

Beberapa orang yang terserang tukak lambung memiliki keluhan yang tidak spesifik, seperti nyeri dada seperti terbakar dan sesak nafas yang harus dibedakan dengan penyakit jantung.  Jika merasakan hal serupa, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Keluhan-keluhan yang telah disebutkan belum pasti disebebkan oleh tukak lambung.

“Karena bisa saja hanya berupa kumpulan gejala lambung yang disebut dengan sindrom dispepsia atau terdapat peradangan lokal pada dinding lambung (gastritis),” tambahnya. 

Keluhan lambung yang tidak spesifik bisa saja merupakan penyakit jantung. Kemudian, penyakit organ pencernaan lagin seperti radang organ pankreas, radang atau sumbatan saluran, kantong empedu, serta luka pada usus halus. 

Penderita bisa melakukan pemeriksaan lajut, seperti endoskopi lambung bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan selang ke dalam lambung untuk memvisualisasi apakah terdapat peradangan, luka, atau perdarahan pada dinding lambung. Pemeriksaan juga bisa membantu menemukan adanya infeksi kuman Helycobacter Pylori. 

Pada kondisi yang berat, luka pada dinding lambung dapat menyebabkan perdarahan. Membuat beberapa penderita mengeluhkan BAB (Buang Air Besar) berwarna hitam dan muntah darah. Perlu ditekankan bahwa BAB hitam warnanya benar-benar pekat, seperti cairan aspal dengan konsistensi lembek atau lunak. 

Penyakit lambung sebenarnya sangat umum diderita oleh banyak orang dan sering hilang dengan sendirinya. Atau, dapat hilang hanya dengan obat-obatan lambung sederhana. Namun, jika keluhan tidak membaik, perlu konsultasi pada dokter. Pada kondisi sudah terjadi luka pada lambung, keluhan samakin berat dan berisiko terjadi komplikasi. 

Alumnus Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya menuturkan tukak lambung dapat menyebabkan lambung terperforasi (jebol), atau dinding lambung bagian bawah menyempit. Makanan pun tidak bisa melewati usus akibat radang hebat. Namun, kedua komplikasi ini jarang ditemukan.**

Berita Terkait