Cegah Narkoba, Mulai dari Keluarga

Cegah Narkoba, Mulai dari Keluarga

  Rabu, 24 Agustus 2016 09:47
HARI ANAK NASIONAL: Seminar Pencegahan Kekerasan dan Bahaya Narkoba pada Anak yang berlangsung di Gedung Balai Praja Sukadana, dalam rangka Hari Anak Nasional, di Sukadana, Selasa (23/8).

Berita Terkait

SUKADANA – Yulianti dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) mengungkapkan bahwa upaya terpenting dalam mencegah terjadinya kekerasan dan penggunaan narkoba pada anak, harus dimulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan dia dalam seminar Pencegahan Kekerasan dan Bahaya Narkoba pada Anak yang berlangsung di Gedung Balai Praja, Selasa (23/8).

 
Keluarga, diingatkan dia, jangan sering mengabaikan anak. Dia juga meminta agar dimulai dari keluarga bagaimana menanamkan pendidikan agama sejak dini, membangun komunikasi tebuka kepada anak, serta berharap agar para orang tua selalu sabar terhadap anak.

“Selain itu dilingkungan sekolah haruslah berperan aktif dalam mewujudkan suasana kondusif dan nyaman bagi anak dalam mengenyam pendidikan, sekolah adalah rumah kedua. Dan bagi pemerintah, sesuai pasal 3 UU Perlindungan Anak Nomor 22 Tahun 2002, pemerintah wajib menjamin diberikannya perlindungan atas kekerasan terhadap anak,” kata dia.

Yulianti mengungkapkan, kasus kekerasan yang terjadi pada anak, seperti lingkaran yang tidak pernah ada ujungnya.  Hal ini, menurut dia, dapat dilihat dari setiap tahun, di mana angka kekerasan terhadap anak mencapai 3.700, dan rata-rata terjadi 15 kasus setiap harinya. Dia mengkhawatirkan hal tersebut akan terus terjadi, serta berpotensi meningkat jika tidak diantisipasi. “Perlu tindakan perventif agar angka kasus tersebut dapat diminimalisir. Semua pihak bertanggung jawab untuk melakukanya mulai dari keluarga terdekat, guru, masyarakat, dan pemerintah. Untuk itu masyarakat dan lembaga pendidikan untuk berperan dalam perlindungan anak, termasuk di dalamnya melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungannya,” tegasnya.

Sebelumnya, ketua TP-PKK Kabupaten Kayong Utara, Ny Diah Permata Hildi, saat membuka kegiatan, menjelaskan tentang kasus kekerasan terhadap anak sebagai masalah sosial. Bahkan, dia menegaskan, masalahan yang satu ini memiliki dampak besar pada proses tumbuh kembang anak dari sisi fisik maupun psikologis. Untuk itu, menurut Diah, perlu adanya lingkungan yang kondusif, untuk mencegah kekerasan dan perlu adanya kerja sama antara guru, masyarakat, kepolisian, dan para organisasi pemerhati anak.

“Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Untuk ke depannya anak-anak Indonesia diharapkan dapat terpenuhi segala hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskiriminasi,” ucapnya di hadapan puluhan pelajar dari tingkat SMP dan SMA.

Selanjutnya Diah juga menyoroti masalah narkoba yang sudah merebak di kalangan anak dan remaja. Saat ini, dia mengungkapkan bagaimana peredaran barang haram tersebut masih terkesan leluasa dan mudah masuk di dalam masyarakat, sekolah, hingga lingkungan pemerintah. “Narkoba dianggap sebagai kejahatan luar biasa oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga anak-anak kita dari konsumsi narkoba. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat,” ajaknya.

Memperingati Hari Anak Nasional 2016, Tim Penggerak PKK Kabupaten bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) setempat menggelar kegiatan tersebut. Acara tersebut turut dihadiri Dharma Wanita Provinsi Kalbar, KPAD, dan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) selaku narasumber, serta dihadiri puluhan pelajar dari tingkat SMP dan SMA. (dan)

 

Berita Terkait