Cegah Masuk Barang Ilegal dan Aksi Terorisme

Cegah Masuk Barang Ilegal dan Aksi Terorisme

  Kamis, 28 July 2016 09:30
PERKETAT: Polisi di perbatasan memeriksa orang dan kendaraan yang melintas. DOK POLDA KALBAR

Berita Terkait

Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Musyafak menginstruksikan kepada para kapolres dan kapolsek untuk memperketat pengawasan wilayah perbatasan sebagai upaya untuk mengantisipasi peredaran barang ilegal dan aksi terorisme. 

***

"Kapolda instruksikan Kapolres dan Kapolsek untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Sempadan kedua negara ini, perlu dilakukan perondaan atàu patroli terkoordinasi," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW.

Menurut Suhadi, selama kegiatan berlangsung banyak hal yang dapat diperoleh, diantaranya ditemukan modus baru dalam memasukkan barang dari Malaysia ke Indonesia. 

Lanjut Suhadi, memasukkan gula ilegal dengan menggunakan sepeda motor. Satu orang membawa 3 karung gula ukuran 50 Kg, belum lagi barang yang lain  seperti daging anoa dari India yang belum terbebas dari penyakit kuku dan mulut. Elpiji ukuran 12 Kg.

Sementara itu yang tidak kalah menariknya, kata Suhadi, semua kendaran yang lalu lalang di wilayah perbatasan diperiksa satu persatu, baik kelengkapan kendaraan, barang bawaan, termasuk orang yang ada di dalamnya.

"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai ada pelaku teroris yang masuk Kalbar melalui jalur darat, Entikong di Sanggau, Jagoi Babang di Bengkayang, Badau di Kapuas Hulu, Senaning di Sintang, Paloh dan Sajingan di Sambas," ujar Suhadi.

Laporan dari Polres Kapuas Hulu, Selasa (26/7) jumlah warga Indonesia yang masuk melalui border dengan menggunakan paspor ke Sarawak Malaysia, laki-laki 34 orang dan Wanita 13 orang. Sedangkan WNI yang datang atau kembali dari Malaysia laki-laki 14 orang dan perempuan 9 orang. 

Kedatangan WNA pemegang paspor hanya dua orang, terus keberangkatan WNA yang menggunakan Pasport dari Badau sebanyak 7 orang, sementara itu WNI yang berangkat ke Malaysia dengan menggunakan pas Lintas Batas ada 29 orang, sementara itu WNA yang masuk ke Badau menggunakan Kartu Pas Lintas Batas hanya ada satu orang. (arf)

Berita Terkait