Cegah Kepunahan, Warga Minta Restocking Ikan

Cegah Kepunahan, Warga Minta Restocking Ikan

  Sabtu, 26 March 2016 10:07
TANGKAP IKAN: Masyarakat sedang menangkap ikan-ikan perarian umum di dekat Danau Lindung Teluk Aur. Kekhawatiran menyusutnya populasi ikan di danau menjadikan warga meminta agar dilakukan restocking. BORNEOCLIMATECHANGE.ORG

Berita Terkait

Populasi ikan di danau-danau dan Sungai Kapuas di wilayah Kapuas Hulu setiap tahun mengalami penurunan. Ini berdampak pada tangkapan nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari nelayan. Untuk meningkatkan populasi ikan di danau-danau, masyarakat meminta pemerintah lakukan restocking ikan kosumsi di empat danau lindung di daerah Kecamatan Bunut Hilir. MUSTA’AN, Bunut Hilir

Untuk merealisasikan keinginan masyarakat Kecamatan Bunut Hilir tersebut, Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu mengunjungi kecamatan tersebut, Kamis (24/3) lalu. Kedua instansi turunan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini, meninjau empat danau lindung yang ada di kecamatan tersebut. Mereka ingin melihat, apakah memungkinkan untuk di-restocking atau tidak.

“Hari ini dari Bidang Pengelolaan Perairan di dinas kami bersama dengan Dinas Perikanan Provinsi Kalbar turun ke Bunut Hilir, mereka langsung meninjau empat danau lindung yang disampaikan masyarakat,” ungkap Wajidi M Ali, sekertaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (25/3) kemarin.

Kunjungan Dinas Perikanan ke Bunut Hilir itu atas permintaan dari Camat Bunut Hilir. Dalam kunjungan kerja tersebut, mereka membahas permintaan masyarakat setempat yang ingin restocking di daerahnya. Langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan jenis ikan konsumsi lokal, seperti baong. “ Yang ditinjau empat danau lindung. Karena itu kemauan masyarakat, dinas pasti bantu bibitnya, tentu atas kerja sama dengan Dinas Perikanan Provinsi Kalbar ini," tutur Wajidi.

Terlebih, dia memastikan jika permintaan masyarakat Bunut Hilir itu telah disampaikan juga kepada Dinas Perikanan Provinsi Kalbar. Untuk itu dia berharap ada dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar buat masyarakat di kecamatan daerah Kapuas tersebut. Apalagi masyarakat sekitar Danau Lindung, diakui dia, sudah berperan aktif menjaga kelestarian ikan di danau. “Warga nelayan layak dibantu,” ungkap dia.

Dijelaskan Wajidi, tidak sepenuhnya Danau Lindung di kecamatan Bunut Hilir diikat dengan regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda). Ada pula yang diikat dengan kearifan lokal. “Danau lindung memang ada yang sudah di SK (Surat Keputusan) Bupati dan ada yang diikat aturan adat,” jelasnya.

Meskipun begitu, Pemda terus memberi perhatian kepada masyarakat yang menjaga danau dan kelestarian biota airnya.(*)

Berita Terkait