Cegah Karhutla Sejak Dini

Cegah Karhutla Sejak Dini

  Senin, 16 May 2016 10:19
FOTO BERSAMA: Perwakilan PT SMART Tbk, berfoto bersama dengan guru dan siswa SMAN 1 Nanga Tayap, usai pembukaan sosialisasi.

Berita Terkait

​PT SMART Tbk melalui salah satu unit usahanya, PT Agrolestari Mandiri (ALMN), menggelar sosialisasi pencegahan risiko kebakaran hutan dan lahan di SMAN 1 Nanga Tayap, Rabu (11/5) lalu. Selain di sekolah ini, sosialisasi juga diselenggarakan di 22 sekolah yang berada di sekitar wilayah operasi PT ALMN di Kecamatan Nanga Tayap, Ketapang. Dari 22 sekolah, 15 di antaranya merupakan SD, tiga SMP, dan satu SMA, serta SD dan SMP Eka Tjipta Foundation.

Program ini akan berlangsung sekitar empat minggu dan diperkirakan akan menjangkau sekitar 1.700 siswa. Materi yang disampaikan ditekankan pada beberapa aspek seperti manfaat hutan, penyebab kerusakan hutan, dampak kebakaran hutan, dan langkah-langkah sederhana dalam mencegah kebakaran hutan.

Rangkaian program edukasi sekolah ini merupakan bagian integral dari program Desa Siaga Api yang dicanangkan oleh PT SMART Tbk. Pencanangannya di Kalbar telah dimulai pada awal Maret lalu di Ketapang dan akan berlangsung secara terus-menerus sepanjang tahun hingga tiga tahun mendatang.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat setempat untuk mencegah dan menanggulangi risiko kebakaran sesegera dan sedini mungkin, dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah dan instansi-instansi berwenang lainnya.

Susanto selaku CEO Perkebunan PT Smart Tbk Wilayah Kalbar, menyampaikan bahwa sosialisasi kepada siswa sekolah tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari program desa siaga api, yang telah dicanangkan awal Maret 2016 lalu. Sebelumnya mereka telah melakukan sosialisasi ke pemerintah, mulai dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, dan  masyarakat di delapan desa binaan. Selanjutnya perusahaan melakukan rekrumen relawan, untuk diberikan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Manggala Agni dan bela negara oleh TNI.

“Setelah relawan mendapatkan pelatihan, dilakukan pencanangan Desa Siaga Api yang saat itu langsung dicanangkan oleh Gubernur Kalbar, Bapak Cornelis. Tidak berhenti sampai di situ, sosialisasi pencegahan karhutla terus dilakukan, yaitu kepada ibu-ibu rumah tangga dan siswa sekolah yang kita mulai dari SMA 1 Nanga Tayap,” jelas Susanto sembari menceritakan kembali program desa siaga api.

Sementara itu, kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Nanga Tayap, Martius, mengaku jika kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Karena, menurutnya, dampak kabut asap ini cukup besar. Disebutkan dia, mulai dari pendidikan yang diliburkan, perekonomian terganggu, hingga berbagai macam penyakit yang ditimbulkan.

Sebelumnya, pihak kecamatan sudah mengimbau dan memberikan informasi kepada masyarakat, agar tidak membakar lahan untuk keperluan apapun. Karena dampaknya, diakui dia, cukup besar. "Bahkan kami turun langsung lapangan untuk memadamkan api agar tidak sampai meluas," katanya.

Oleh karena itu, dengan adanya peran pihak perusahaan dalam hal ini PT Smart Tbk, pihaknya mengaku sangat terbantu untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Sambutan baik juga datang dari perangkat desa. Kepala Desa (Kades) Nanga Tayap, Cahyadi, juga menyambut baik dan mengapresiasi sosialisasi ke sekolah-sekolah ini. Bahkan, menurutnya, tidak semua perusahaan bisa komitmen dan peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan.

"Khusus di desa ini baru perusahaan perkebunan PT Smart Tbk yang melakukan sosialisasi seperti ini. Tidak hanya sosialisasi, namun juga sudah membentuk desa siaga api, pleton damkar, dan diberikan pelatihan," katanya.

Pihaknya mengaku memang menemui kendala dalam menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di pedalaman, agar tidak membakar lahan.  Karena, menurutnya, membuka ladang dengan membakar itu sudah menjadi tradisi. Dengan adanya peran serta perusahaan, desa mengaku terbantu. "Kita berharap dan akan mengajukan pembukaan sawah di Desa Nanga Tayap oleh pemerintah. Selain pemerintah, kita juga berharap pihak ketiga juga bersedia membantu," harapnya.

Salah satu siswa SMAN 1 Nanga Tayap, Alnes Dwi Angraeni, mengaku senang dengan adanya kegiatan sosialisasi ini. Secara pribadi, ia mengaku bisa mengetahui informasi tentang pencegahan dan penanggulangan terhadap kebakatan hutan dan lahan. "Senang sekali. Ini baru pertama kalinya saya ikut," kata siswi usia 17 tahun itu.

Siswi yang duduk di bangku kelas XI IPS ini mengaku, akan menyampaikan kepada orang tua, keluarga, dan tetangganya tentang antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. "Saya sendiri merasakan dampak kabut asap. Sekolah diliburkan, jadi banyak ketinggalan pelajaran. Sesak nafas dan tidak bisa keluar rumah. Jadi, kami tersiksa," keluhnya.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Nanga Tayap, Hamdan, menyampaikan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat tergugah untuk bekerja sama dengan pihak terkait. “Kita bersama-sama mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran yang sering terjadi di Tayap," katanya.

Ia berharap kegiatan di sekolahnya itu dapat memotivasi siswa, untuk menyampaikan kepada orang tua dan keluarga di rumah, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Awalnya memang untuk membuka lahan, tapi karena dibiarkan api menjadi besar dan menyebar. Hal itulah yang kita harapkan bisa dicegah," harap Hamdan.

Susanto beralasan jika sekolah  dipilih sebagai media sosialisasi, karena komunitas sekolah merupakan elemen krusial di masyarakat, yang dapat berperan penting dalam proses edukasi salah satunya untuk mencegah bahaya karhutla. Harapannya nanti agar siswa bisa menyampaikan kepada para orang tua, keluarga, dan lingkungan, agar tak membakar hutan dan lahan, melibatkan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain sosialisasi, mereka juga mempersiapkan peralatan pemadaman kebakaran dan petugasnya. "Kita sudah siap siaga mencegah dan mengatasi kebakaran dan kita berharap dukungan semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, dan diharapkan tidak terjadi Karhutla di wilayah kerja kami dan kalbar pada umumnya" ujar Susanto. (*)

Berita Terkait