Cegah Karhutla, PT HKI Lakukan Sosialisasi

Cegah Karhutla, PT HKI Lakukan Sosialisasi

  Jumat, 26 Agustus 2016 10:01
ANTUSIAS: Suasana sosialisasi dihadiri unsur Muspika Kendawangan, beberapa Kepala Desa serta tokoh adat setempat.

Berita Terkait

KENDAWANGAN - Dalam rangka mencegah serta meminimalisir Kebakaran Hutan dan Lahan [Karhutla] diwilayah perkebunan PT. Hutan Ketapang Industri [HKI] di Kecamatan Kendawangan pada Selasa [23/8] yang lalu dilakukan Sosialisasi diruang rapat kantor camat Kendawangan, selain dihadiri unsur Muspika Kendawangan juga hadir beberapa Kepala Desa dan tokoh adat setempat. Selamet Mulyanta dari Management PT.HKI dalam sambutanya mengatakan bahwa perusahaan PT.HKI akan tetap serius menangani segala macam pencegahan Karhutla sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk target tahun 2016 tidak ada kebakaran paling tidak meminimalisir kebakaran untuk itu pentingnya dilakukan sosialisasi guna mencari solusi yang tepat menenggulangi dan mengatasi kebakaran. untuk itu upaya perusahaan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran juga telah menyiapkan segala sarana dan prasarana serta petugas Damkar yang sudah dilatih oleh Manggala Agni Daops Ketapang disamping itu himbauan dilarang untuk membakar hutan dan lahan dalam bentuk banner atau spanduk sudah disebar dibeberapa titik agar diketahui oleh masyarakat luas, Sementara itu Pjs Danramil 1203-03 Kendawangan Kapt.CHB Saudi menyambut baik pihak perusahaan PT.HKI yang gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran, terkait kewenangan sebetulnya ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] dan Manggala Agni namun baik TNI maupun Polri karena sudah perintah pimpinan siap atau tidak harus segera dilaksanakan dalam ikut penanggulangan Karhutla tapi tidak mengkesampingkan tugas utama sebagai prajurit TNI mesti dilapangan banyak menemui kendala karena kurangnya petugas pemadam juga peralatan kurang memadai untuk itu Saudi berharap peran serta masyarakat dan desa dalam ikut penanganan Karhutla sangat penting apalagi masing masing desa sudah dibentuk Pleton Desa yang menjadi ujung tombak dalam penanganan penanggulangan Karhutla ditiap desa, hal senada juga disampaikan Kapolsek Kendawangan AKP M.Rosyidi bahwa luas wilayah Kecamatan Kendawangan serta jarak dan waktu tempuh belum ditambah kurangnya personil dan perlengkapan menjadi kendala utama dalam penanganan penanggulangan Karhula untuk itu setiap perusahaan harus melengkapi semua peralatan yang dibutuhkan untuk pemadam kebakaran termasuk embung air atau kolam air, terkait sangsi hukum bagi pembakar hutan dan lahan menurut Rasyid sudah jelas dan tidak ada toleransi lagi bagi pelaku pembakar hutan dan lahan minimal hukuman 3 tahun sampai 10 tahun penjara dan denda milyaran rupiah untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan apalagi titik panas atau hot spot sudah terditeksi oleh satelit walau itu bukan titik api, mengenai fungsi dan tugas Manggala agni dijelaskan oleh Bagus Al Imran Danru 4 Kendawangan bahwa jumlah personil di manggala agni Daops Ketapang untuk Kecamatan Kendawangan hanya 15 personil itu juga sebetulnya hanya untuk menanggulangi kebakaran disekitar hutan lindung cagar alam muara Kendawangan karena perintah masih dibawah BKSDA provinsi Kalbar namun dari personil yang ada sudah dibagi lagi yaitu tiga orang untuk Airhitam dan tiga orang untuk Pembedilan sisanya stanby di Posko BKSDA Kendawangan untuk antisipasi siaga api didesa lain, dijelaskan dia bahwa 30 persen dengan kedalaman lebih dari satu meter cagar alam muara Kendawangan memiliki lahan gambut yang apabila terbakar akan sulit dipadamkan dan perlu peralatan berat dan biaya yang cukup tinggi serta membutuhkan waktu yang lama guna memadamkanya begitu juga dengan lokasi tempat lain lahan gambut masih mendominasi untuk itu kami memetakan daerah rawan kebakaran untuk pencegahan dan diteksi dini dibantu dengan satelit untuk akurasi data seberapa besar kebakaran yang terjadi disuatu titik apakah perlu penanganan dengan skala besar dengan melibatkan BPBD atau cukup hanya ditangani oleh tim Muspika bersama Manggala Agni dan Pleton Desa, tutupnya.  [ ser ]

Berita Terkait