Cegah Karhutla, PT BGA Latih Damkar

Cegah Karhutla, PT BGA Latih Damkar

  Rabu, 23 March 2016 08:44
PELATIHAN: Region Head PT BGA Wilayah 6 dan 7 Sri Indranto saat menyematkan tanda peserta kepada salah satu peserta Pelatihan Penanggulangan, Pengendalian, dan Pencegahan Karhutla di GOR Metro Kendawangan, Selasa (22/3). EFENDI YUSUF FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KENDAWANGAN – PT Gunajaya Karya Gemilang (BGA Group) mengadakan Pelatihan Penanggulangan dan Pengendalian serta Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, Selasa (22/3), di GOR Metro Wilayah 6 Kendawangan. Pelatihan tersebut digelar dalam rangka implementasi atas arahan dari pemerintah, terkait penanggulangan, pengendalian, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Kendawangan. Untuk yang satu ini, mereka sampai menggandeng BKSDA (Manggala Agni) Kabupaten Ketapang.

Pelatihan tersebut melibatkan peserta dari Masyarakat Peduli Api dan Pleton Desa. Untuk Pleton Desa ini sendiri sudah dibentuk sebelumnya di tiap-tiap desa, di mana masing-masing pleton terdiri atas tiga regu, dan masing-masing regu terdiri dari 10 anggota. Untuk regu tersebut, dikomandani oleh Babinsa dan Babinkamtibmas serta dari unsur pemerintahan desa.

Dalam peresmian pelatihan tersebut, selain dihadiri unsur Muspika Kendawangan, perwakilan unsur Muspida Kabupaten Ketapang, serta segenap jajaran managemen PT BGA dan undangan lainya. Sri Indranto, region Head (RH) PT BGA Wilayah 6 dan 7, saat mengawali sambutanya, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama dilaksanakan mereka. Sebelumnya pelatihan seperti ini telah sering dilaksanakan mereka, walaupun baru bersifat internal di lingkungan perusahaan. Namun demikian pihaknya menyambut baik program pemerintah, dalam upaya penanggulangan, pengendalian, dan pencegahan karhutla. Terlebih, dia menambahkan, dengan melibatkan masyarakat serta unsur pemerintahan desa beserta Babinsa dan Babinkamtibmas. Ditambahkanya, acara pelatihan ini sebagai wujud nyata BGA di semua wilayah, untuk serius dalam upaya penanggulangan, pengendalian, dan pencegahan karhutla. Hal ini, menurut dia, sebagai langkah preventif, dengan mengadakan pelatihan pemadam kebakaran yang melibatkan beberapa unsur yang akan dilatih khusus oleh Tim Manggala Agni dari BKSDA Ketapang. Anto berharap melalui pelatihan ini, kejadian tahun lalu tidak terulang kembali.

Sementara wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Ketapang Kompol Sahroni, dalam arahnya tak memungkiri jika kegiatan semacam ini sering dilakukan, namun kegiatan pelatihan ini harus gencar dilakukan. Dia juga berharap agar diiringi dengan sosialisasi, sehingga masyarakat paham betul akibat serta risiko pembakaran hutan dan lahan. Disebutkan dia, pada 2015 lalu, mereka telah menyidik tindak pidana pembakaran hutan sebanyak sembilan orang. “Kami berharap tahun ini tidak terjadi, karena dari sembilan orang yang ditahan masing-masing menyatakan tidak tahu kalau membakar lahan,” kata dia.

Sementara itu kepala Staf Kodim (Kasdim) 1203 Ketapang Mayor TNI Sukur Hermanto, berharap agar perusahaan yang ada, menjadi titik sentra akan kegiatan pelatihan seperti ini. Menurut dia, perusahaan telah memiliki peralatan yang cukup lengkap sebagai penunjang dan sarana utama operasi pemadaman api pada karhutla. Di momen yang baik ini, dia berharap agar masyarakat mendapat pendidikan dan pelatihan secara maksimal, sehingga kelak bisa dimanfaatkan ketika dibutuhkan. Dia berpandangan pelatihan seperti ini bisa dikategorikan sebagai bela negara, walau dalam skala kecil. “Saya berharap untuk Kendawangan jangan lagi jadi penyumbang api atau asap pada tahun ini,” pesan dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang Drs M Mansur sebelum membuka secara resmi pelatihan tersebut, mengungkapkan bagaimana pemerintah menyambut baik. Pemerintah, dipastikan dia, memberikan apresiasi atas upaya inisiatif dari PT BGA, menggelar pelatihan ini. Upaya ini, menurutnya, sebagai pencegahan secara dini, serta langkah prefentif dalam rangka penanggulangan, pengendalian, dan pencegahan karhutla. Melalui pelatihan ini, dia berharap akan memberikan kompetensi serta keahlian tersendiri bagi para pesertanya. “Saya yakin, dengan melalui pelatihan ini, tanpa memandang latar belakang pendidikanya, akan mendapat keahlian serta membentuk kepribadian yang kuat,” ungkapnya. (efy/ser)

Berita Terkait