Cegah Karhutla, Perintah Presiden

Cegah Karhutla, Perintah Presiden

  Rabu, 27 July 2016 09:30
PERIKSA PASUKAN: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat melakukan pemeriksaan pasukan pada apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Bina Karuna 2016 di halaman Mapolres Kapuas Hulu, Selasa (26/7) pagi kemarin. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah di semua tingkatan, supaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi setiap tahun. Instruksi tersebut dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten bersama pihak keamanan dan unsur terkait lainnya, dengan melakukan upaya pencegahan dan penindakan pelaku pembakaran. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat membacakan amanat Kapolda Kalbar pada apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Bina Karuna 2016 di halaman Mapolres Kapuas Hulu, Selasa (26/7).

 
Diungkapkan Bupati bahwa tujuan diadakannya kegiatan apel tersebut adalah untuk menyatukan langkah, serta menyamakan persepsi dan tekad untuk saling bahu membahu, dalam mengendalikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. “Kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Baik materil maupun immaterial, seperti munculnya penyakit ISPA, sekolah terpaksa diliburkan saat kondisi udara buruk,” katanya.

Dampak lain, diungkapkan dia, terganggunya penerbangan dari dan ke Kalbar. Selain itu, dia menambahkan, akibat kebakaran hutan dan lahan ini berdampak pada hubungan luar negeri Indonesia dengan negara lain. Tidak hanya itu, kebakaran hutan dan lahan, menurut dia, juga berdampak negatif di sektor ekonomi dan kerugian lainnya, seperti kerugian lingkungan, flora dan fauna. Untuk itu Nasir mengajak seluruh komponen terkait segera mengambil langkah antisipasi, sehingga karhutla tidak terjadi seperti beberapa tahun lalu. “Menjaga lingkungan, agar tetap sehat menjadi tugas bersama seluruh stakholder,” ungkapnya.

Dia meminta seluruh unsur dapat melakukan kegiatan, pencegahan, patroli pemadaman, serta seruan kepada masyarakat untuk mengurangi karhutla.

Pada kesempatan yang sama, kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kapuas Hulu, AKBP Sudarmin, menjelaskan, operasi Bina Karuna merupakan operasi harkamtibmas kewilayahan, yang mengedepankan fungsi binmas yang dilaksanakan selama 21 hari.

 “Dari tanggal 26 Juli hingga 15 Agustus 2016. Fungsi binmas mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya. Operasi ini, ditegaskan dia, juga merupakan operasi yang bersifat preemtif, tujuannya agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu. Dia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas dukungan seluruh stakeholder.

Sudarmin meminta Pleton Karhutla yang berhubungan langsung kepada warga masyarakat, agar bisa bekerja sama dengan Satgas Operasi Bina Karuna. Mereka diharapkan dia bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakatnya, sehingga di Kapuas Hulu tidak terjadi karhutla.

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kapuas Hulu, Dandim 1206 Psb, Danyon 644/Wls, Ketua PN Putussibau, dan Kajari Putussibau. Selain itu juga tampak hadir Ketua BPBD Kapuas Hulu, Kepala TNBK/TNDS, sejumlah pimpinan instansi terkait di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, Satpol PP, tokoh masyarakat, adat, hingga agama di Kapuas Hulu, Manggala Agni, Polhut, bahkan pleton desa dari tiga kecamatan di antaranya Bika, Putussibau Utara, dan Putussibau Selatan, dan seluruh stakeholder terkait lainnya di Kapuas Hulu.(aan)

Berita Terkait