Carletto Dituntut Gelar Liga Champions

Carletto Dituntut Gelar Liga Champions

  Selasa, 22 December 2015 09:37
Carletto

Berita Terkait

MUENCHEN - Sempurnakah pencapaian der trainer Josep Guardiola bersama Bayern Muenchen? Belum. Memasuki musim ketiganya tahun ini, Guardiola belum bisa memberikan gelar Liga Champions sebagaimana yang dilakukan Jupp Heynckes musim 2012/2013 lalu.

 Padahal ada asa yang melambung ketika manajemen tim Bavaria tersebut mendatangkan Guardiola musim 2013/2014. Maklum perjalanan empat musim di Barcelona, der tactician berusia 44 tahun itu begitu sukses. Guardiola mendatangkan 14 tropi buat Barcelona. Termasuk dua gelar Liga Champions, 2008/2009 serta 2010/2011.

      Memang musim 2015/2016 baru bergulir setengah jalan. Dan Bayern berada di 16 besar Liga Champions. Di level Bundesliga, Bayern mengunci tahta musim dingin dengan selisih delapan poin dengan penguntit terdekatnya, Borussia Dortmund. Sementara di kancah DFB Pokal, Bayern melangkah ke babak perempat final. 

    Melihat fakta ini Bayern dikategorikan masih on the track untuk perburuan semua gelar musim ini. Ya, Bundesliga, DFB Pokal, maupun Liga Champions.masih berpeluang dimahkotai FC Hollywood, julukan Bayern pada akhir musim ini.

    Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge kemarin (21/12) berkata kalau ingin musim mendatang Bayern bisa lebih fokus mengejar sukses di Eropa. Rummenigge wajar kalau gemas ‘Big Ears’ atau Si Telinga Besar tak mampir lagi ke Allianz Arena. 

    Dua tahun belakangan, Bayern dalam kendali Guardiola selalu mencapai semifinal. Sayangnya Phillip Lahm dkk kandas oleh Real Madrid dan Barcelona. Lantas mereka yang menang atas Bayerm kemudian tampil sebagai juara Liga Champions musim 2013/2014 dan 2014/2015.

    “Bayern menilai Carletto sosok yang pas untuk bisa mengantarkan tim ke tangga Liga Champions. Pengalamannya bersama AC Milan dan Real Madrid menjadi buktinya,” tutur Rummenigge seperti diberitakan The Telegraph kemarin.

    Carletto memang sosok yang sempurna untuk level Liga Champions. Sebagai pemain, Carletto memboyong European Cup, nama lama Liga Champions, secara beruntun. Musim 1988/1989 dan 1989/1990.

    Lantas sebagai der trainer, Carletto sukses membawa Milan dan Real juara Liga Champions. Dengan rentetan sukses tersebut, petinggi Bayern wajar kalau ngiler dengan capaian Carletto sebagai pelatih.     Selain itu, Carletto adalah anomali dibandingkan pelatih Italia yang punya konsep catenaccio. Der trainer berusia 56 tahun tersebut bukan menjadikan pertahanan sebagai konsep dasar permainan.

    “Carletto yang punya sikap kalem, seimbang, dan tahu bagaimana menjalin hubungan dengan para superstar lapangan. Kami menginginkan itu,” tambah Rummenigge.     Seperti halnya Real yang ditangani Carletto selama dua musim, Bayern juga berisi sekumpulan pemain bintang. Di Real, Carletto sanggup menciptakan harmonisasi diantara tiga bintangnya. Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale.

    Mantan pemain Bayern Thomas Helmer berpendapat kalau Carletto jauh lebih mumpuni dibandingkan Guardiola. Carletto terkenal membebaskan anak asuhnya menampilkan dirinya sebagai individu yang unggul.    “Dengan adanya Ancelotti di Bayern musim depan, tim akan lebih berkembang dibandingkan saat era Gardiola,” tegas Helmer seperti diberitakan Goal.     Carletto yang diikat kerja selama tiga musim oleh Bayern diyakini memberikan ‘pelajaran’ baru buat para pelatih-pelatih Jerman. Dua musim ini, pelatih-pelatih klub Jerman mempelajari bagaimana ball possesion dijalankan oleh Guardiola dan Bayern. (dra)
 

Berita Terkait