Cari Teman Baru di Pontisos

Cari Teman Baru di Pontisos

  Rabu, 11 May 2016 09:45

Berita Terkait

Jaringan medsos yang cetar membahana membuat siapapun menjadi lebih terfokus padanya. Bahkan nggak jarang nih, saking terlalu addictnya banyak juga lho remaja yang jadi gila eksis (upload foto atau mencurahkan segala yang dirasa).  Mengatasi problem tersebut, Muhammad Zainal pun sedikit membawa perubahan berarti. Yup, Pontianak Sosialita atau yang lebih akrab ‘Pontisos’ menjadi salah satu gebrakan baru karya anak Pontianak asli. Terbentuk pada 2 Februari 2016, di awal kehadirannya group line ini udah mencuri hati adders hingga 5k. “Alhamdulillah jalan 4 bulan ini adders udah semakin bertambah menjadi 15k. Semoga sebulan lagi udah bisa mencapai 20k,” tutur cowok yang akrab disapa Zain ini.

Untuk sasaran adders-nya sendiri, Zain mengaku lebih menargetkan remaja usia 15 tahun ke atas. Bukan tanpa alasan nih guys! Baginya usia 15 tahun ke atas amat memerlukan wadah untuk teraktualisasi, khususunya dalam pergaulan sehari-hari. “Kebanyakan remaja hanya bisa asyik bermain HP dan tanpa disadari menyebabkannya menjadi antisosial. Dengan adanya Pontianak Sosialita, adders bisa mendapatkan teman baru. Apalagi Pontisos juga mempublikasikan komunitas-komunitas yang positif,” tutur cowok berusia 20 tahun ini.

Sedikit ngebahas tentang alay, Pontisos juga sempat dibilang sedikit alay meski masih dalam hitungan jari. But, semua tertutupi dari antusiasme teman-teman Pontisos lovers.  Lagian nih menurut Zain di berbagai kota Indonesia juga memiliki konsep yang sama dan bahkan bisa dikatakan lebih booming. “Daripada eksis di medsos sendiri dan hanya dilihat orang terbatas. Lebih baik lewat Pontisos,”cuap cowok kelahiran Sungai Jaga, 8 Agustus 1996 ini.

And then, so just doi it! Tampil apa adanya selama nggak bertentangan dengan etika, norma dan agama nggak masalah kok, guys! Kedepannya Zain berharap Pontisos bisa menjadi sebuah komunitas yang bergerak di bidang bakti sosial. “Karena pengertian sosialita sendiri sebenarnya orang-orang yang mampu, tapi mengeluarkan sebagian dari yang dimilikinya demi kesejahteraan sosial. Bukan sosialita yang selama ini disalahartikan dengan bermakna kemewahan dan antisosial,” tutupnya. (ghe)

 

Berita Terkait