Cari Solusi Dampak Pembangunan Waterfront City

Cari Solusi Dampak Pembangunan Waterfront City

  Kamis, 22 September 2016 09:30

PONTIANAK-Ketua Komisi B, DPRD Kota Pontianak, Candra Jaya mengatakan, hasil tinjauan lapangan bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pontianak terkait pengerjaan waterfront city belum lama ini tak ada kendala dan berjalan baik. Meski demikian, perwujuduan waterfront city sedikit menimbulkan masalah sosial yang dirasa harus diselesaikan Pemerintah Kota Pontianak.

 
“Kami (Anggota Komisi B) sudah melihat langsung pengerjaan waterfront city. Saya rasa secara keseluruhan pengerjaannya berjalan baik. Kami justru dapat keluhan dari para penambang tak jauh dari lokasi pembangunan waterfront city,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu pagi.

Keluhan kata Politisi PDIP itu datang dari penambang speed boat di Jalan Bardan Nadi. Akibat penataan itu posisi para penambang kini terancam, karena rencana pemerintah tempat ngetem penambang dermaganya akan digabung dengan penambang sped boat yang lokasi ngetemnnya tak jauh dari Jalan Bardan. “Penambang ini tak mau digabung. Jika ramai penambang, maka waktu jalan tiap penambang menjadi lama. Ini yang jadi keluhan mereka,” terangnya.

Mengenai keluhan penambang, Candra mengatakan akan segera mencari solusi. Saat ini pihaknya lakukan pendekatan dan musyawarah dengan penambang.Intinya aspirasi penambang ini akan kita kaji kembali dan segera dibicarakan kepada pemerintah.

Mengenai aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang menggunakan speed boat juga diperhatikan Candra. Menurut dia, kemananan transportasi harus utama. Tempat ngetem penambang speed boat ini dirasa Candra terlalu dekat dengan jalur penyebrangan feri. “Nah, ini yang akan kita diskusikan dengan perhubungan dan ASDP,” ungkapnya.

Menurutnya, jika waterfront city selesai, penambang bisa terlibat dalam hal penyedia jasa wisata air. Tentu untuk melihat keindahan Sungai Kapuas tidaklah lengkap jika wisatawan tak mencoba menggunakan speed boat atau sampan. Dengan begitu, tugas penambang tidakhanya antar jemput penumpang saja, tetapi bisa sebagai penyedia jasa air khususuntuk wisatawan.   

Konsep waterfront juga mengarah pada tempat rekreasi dan tempat penjualan cindera mata. Artinya penerapan konsep tersebut berupa pembuatan taman-taman dan tempat santai. Pemerintah juga menyediakan kios kecil untuk berjualan pedagang. “Ini kan bisa dilinierkan,” terangya.  “Mudah-mudahan pelaksanaan dapat terwujud seperti perencanaan, dan tidak menimbulkan permasalah baru di lapangan,” tutupnya.(iza)