Cari Pendonor, Gubernur Telepon Kepala SKPD

Cari Pendonor, Gubernur Telepon Kepala SKPD

  Sabtu, 13 Agustus 2016 10:38
DONOR: Gubernur Kalbar, Cornelis bersama Ketua PMI Kalbar, Frederika Cornelis mengajak PNS donor darah. FOTO HUMAS

Berita Terkait

PONTIANAK - Aksi donor darah di lingkungan Pemprov Kalbar menjadi perhatian Gubernur Kalbar, Jumat (12/10). Ia menelepon langsung kepala satuan kerja perangkat daerah agar menelepon jajarannya untuk mendonorkan darah.

“Minta staf mendonorkan darah,” kata Cornelis dalam kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI Provinsi Kalbar untuk memperingati HUT RI ke 71 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, kemarin.

Aksi donor darah ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya dan seluruh satuan kerja perangkat daerah. Cornelis menuturkan Pemprov Kalbar menggelar donor darah sebagai wujud syukur atas kemerdekaan RI.

“Untuk mensyukuri kemerdekaan ini, salah satunya dengan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Bagi yang sehat silakan donor darah. Minimal diperiksa dulu, kalau bisa donor ya syukur. Kalau tidak apa boleh buat, yang penting mendaftar dulu. Ini untuk kepentingan kemanusiaan,” ungkap Cornelis.

Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis mengatakan terkumpul 183 kantong darah dari pendonor hingga pukul 12.00. Pada jam tersebut terdapat 643 pendonor yang mendaftar. Ada beberapa pendaftar yang tak lolos mendonorkan darah karena tekanan darah yang tinggi dan HB yang kurang.

Frederika menjelaskan darah tersebut akan diserahkan ke RSUD Soedarso untuk menolong pasien yang tidak mampu dan  tidak punya keluarga.

“Apabila memerlukan darah untuk operasi sudah tersedia, tidak perlu membayar,” ujarnya.

Bagi yang mampu secara ekonomi hanya mengganti biaya mesin pengolahan darah, karena PMI Provinsi Kalbar belum mempunyai mesin pengolah darah.

“Dengan adanya PMI provinsi, pasien mengaku sangat terbantu dalam mencari darah. Kami kasihan dengan keluarga pasien yang mencari darah dan telepon tengah malam. Jadi harus dibantu karena ini kemanusiaan,” ungkap Frederika yang juga Ketua Forikan Kalbar itu.

Frederika mengingatkan agar tidak ada oknum petugas donor yang mempermainkan keluarga pasien yang memerlukan darah. Ia meminta pekerjaan kemanusiaan seperti donor darah tidak dibisniskan.

“Sosialisasi di setiap kabupaten dan kota agar donor darah bisa dilaksanakan rutin. Donor darah itu lebih sehat, karena darah berganti dengan yang baru,” tutur Frederika. (uni/r)

Berita Terkait