Camp Nou dan Amsterdam Arena Pun Bisa Berganti Nama

Camp Nou dan Amsterdam Arena Pun Bisa Berganti Nama

  Minggu, 27 March 2016 09:59
Johan Cruyff

Berita Terkait

Sepanjang karirnya, Johan Cruyff sudah bermain bersama enam klub.  Namun, hanya dua klub yang meninggalkan jejak monumental.  Yakni Barcelona dan Ajax Amsterdam. 

--

SEJARAH memang tidak bisa dibeli. Itulah mengapa tidak ada yang bisa membeli hak penamaan Camp Nou,  stadion kebanggaan Barcelona. Bahkan sokongan dana sebesar EUR 30 juta (Rp 445 miliar) per tahun saja tidak mampu menggantikan nama Camp Nou jadi Qatar Airways Stadium. 

Yang bisa membeli sejarah, ya hanya dengan sejarah. Nah, mendiang Johan Cruyff lah yang bisa mengganti nama dan i sejarah panjang stadion berusia 62 tahun tersebut.  Sebab, maestro sepak bola yang meninggal dunia Kamis lalu (25/3), memang banyak mengukir cerita indah di Camp Nou.  

Sebagaimana dilansir Sport, Barcelonistas – sebutan fans Barca – mendesak supaya pihak klub juara La Liga musim lalu itu mengganti nama Camp Nou dengan Cruyff. ’’Camp Nou bisa diubah namanya menjadi Estadi Johan Cruyff atau Johan Cruyff Stadium,’’ tulis Sport. 

Dukungan fans Barca itu disampaikan melalui Twitter. Hashtag #EstadiJohanCruyff pun. Menurut The Sun, perubahan nama itu bisa dilakukan seiring dengan pengembangan Camp Nou yang diprediksi tuntas pada 2017 mendatang. 

Desakan fans tersebut dilatar belakangi jejak emas yang ditinggalkan sosok yang dikenal lewat Total Football-nya itu. Bersama La Blaugrana – julukan Barca, Cruyff sukses sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, Cruyff memberikan gelar juara La Liga musim 1973-1974 dan Copa del Rey 1977-1978. 

Lalu, dalam kurun waktu sewindu, dia mampu membawa Barca mendominasi di La Liga dengan empat gelar juara La Liga, satu Copa del Rey, tiga kali menjuarai Piala Super Spanyol, sekali juara European Cup 1991-1992 sebelum berubah menjadi Liga Champions. 

Untuk melengkapi desakan perubahan nama Estadi Johan Cruyff, pendukung Barca juga akan mempensiunkan nomor punggung 14. Kemudian, di Gate 14 Camp Nou akan dibangun patung yang menggambarkan sosok Cruyff. Selain itu, nama museum Barca pun akan berubah menjadi Museu FCB Johan Cruyff. 

Petinggi Barca belum mengambil keputusan terkait desakan dari fans. Yang pasti, pada laga El Classico melawan Real Madrid di Camp Nou, 2 April mendatang, akan ada bagian tribun stadion berkapasitas 99 ribu tempat duduk itu yang dibiarkan kosong tanpa ada satu pun penonton.

Nantinya, ruang kosong itu akan digunakan untuk membuat mozaik penghargaan kepada Cruyff. ’’Setiap orang bisa mengucapkan selamat tinggal bagi Johan. Space kosong itu pun sebagai refleksi bahwa Johan layak untuk mendapatkan ucapan itu,’’ ucap Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, dalam wawancaranya kepada TV3. 

Langkah Barca bakal diikuti oleh Ajax. Sama seperti Barca, Ajax juga punya kenangan indah dengan Cruyff. Sebagai pemain Ajax, Cruyff memberikan delapan gelar juara domestik, tiga kali juara Eropa, sekali juara Piala Super Eropa, dan sekali gelar juara Piala Interkontinental. 

Tapi, Cruyff tidak banyak memberikan gelar juara prestisius bagi Ajax begitu menjadi pelatih. Dia hanya mempersembahkan gelar Piala KNVB 1985-1986 dan 1986-1987, plus sekali juara Piala Winners.  Namun, nama Cruyff tetap abadi di Amsterdam ArenA.

Rencananya, nama Amsterdam ArenA bakal diubah menjadi Johan Cruyff ArenA. Itu sebagaimana diungkapkan Wakil Walikota Amsterdam, Eric van den Burg. ’’Saya sudah berdiskusi dengan Walikota Eberhard van der Laan, dan kami akan segera memutuskan apa yang harus kami lakukan untuk menghormati Johan,’’ ungkao Van den Burg kepada RTL. 

Amsterdam ArenA tidak 100 persen dimiliki Ajax.  Dewan Kota Amsterdam pun punya hak dengan stadion tersebut. ’’Tenang, kami punya banyak argumentasi dengan pemilik saham stadion lainnya. Saya rasa kami juga akan didukung 837 ribu warga Amsterdam,’’ imbuhnya.

Penghormatan bagi Cruyff juga ditunjukkan dini hari tadi WIB atau saat laga Belanda melawan Prancis.   Laga yang berlangsung Amsterdam ArenA, bakal dihentikan pada menit ke-14.  Wasit dan perangkat pertandingan akan memberikan waktu selama satu menit untuk mengheningkan cipta.   Menit ke-14 dipilih karena sepanjang karirnya Cruyff memang fanatik dengan nomor punggung 14. (ren/bas)

Berita Terkait