Cahaya Terang Potensial, Merusak Retina Mata

Cahaya Terang Potensial, Merusak Retina Mata

  Jumat, 26 February 2016 09:09
Hilfira Hamid

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak akan mengadakan beberapa kegiatan saat menyaksikan gerhana matahari yang diprediksi jatuh 9 Maret mendatang. Ada dua tempat direncanakan dijadikan lokasi, yaitu di BPAA-LAPAN Pontianak dan lapangan Masjid Raya Mujahidin.

"Tadinya akan diadakan di PCC, yang terdapat science centre, tetapi sesuai instruksi Wali Kota kegiatan jadinya diadakan di lapangan Masjid Raya Mujahidin sekaligus salat gerhana berjamaah," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak Hilfira Hamid kepada Pontianak Post, Kamis (25/2).  Selain menyaksikan gerhana dan salat berjamaah, Disbudpar juga akan menyiapkan jajanan atau stan-stan kuliner di kawasan Masjid Raya Mujahidin. Mengingat pada Rabu 9 Maret 2016, bertepatan dengan libur nasional Nyepi. Acara tersebut juga terbuka untuk umum bagi masyarakat. "Jadi selain salat gerhana, kami juga maunya sekalian sarapan ada kuliner atau jajanan," harapnya. 

Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Hilfira mengingatkan bagaimana cara aman mengamati gerhana matahari. Menurutnya jika matahari masih tampak maka harus mengunakan alat yang dilengkapi filter, seperti kacamata matahari, penyaring sinar atau proyeksi. Pada fase total, filter atau pelapis cahaya bisa dibuka, tetapi jangan terlalu asik karena saat fase total menjelang berakhir, cahaya terang yang muncul tiba-tiba berpotensi merusak retina mata.

"LAPAN Pontianak juga telah menyediakan sekitar 100 lebih kacamata gerhana, tapi sepertinya kurang jika ramai yang menyaksikan," katanya.Untuk itu pihaknya juga akan berupaya agar bisa menghadirkan teleskop, kemudian dikoneksikan ke komputer agar bisa disaksian bersama dengan layar atau streaming. "Kami sedang mencari pihak-pihak yang memiliki teleskop, nanti didata baru bisa diketahui berapa jumlah yang bisa digunakan," terangnya. 

Sementara itu, pihak BPAA-LAPAN Pontianak akan menggelar edukasi publik dengan mengundang para stakeholder dan masyarakat umum. Melakukan pengamatan menggunakan teleskop yang bisa disaksikan secara langsung maupun streaming di intenet. Bertempat di kantornya Jalan Lapan Nomor 1, Siantan Hulu Pontianak.Dari hasil simulasi yang dilakukan Staf Teknis BPAA-LAPAN Pontianak Hadi Rasidi gerhana di Kota Pontianak akan mulai terjadi pada pukul 06.24 (kontak pertama). Setelah itu, perlahan bulan akan mulai menutupi matahari, terus bergerak selama satu jam dua menit sampai masuk fase maksimum, tepatnya pada pukul 07.26 WIB. "Saat itulah matahari di Kota Pontianak ini akan tertutup maksimal dengan intensitas 93 persen," katanya beberapa waktu lalu.

Kemudian setelah fase maksimum, bulan akan terus bergerak secara perlahan sampai matahari kembali terlihat penuh. Dari fase maksimum pukul 07.26 gerhana matahari akan berakhir pada pukul 08.40 (kontak terakhir). Jika dihitung keseluruhan dari pukul 06.24 sampai 08.40, artinya gerhana di Kota Pontianak akan terjadi selama kurun waktu dua jam 16 menit."Setiap darah tentu akan berbeda-beda, ini hanya prediksi dan khusus di Pontianak saja," tandasnya.(bar)

Berita Terkait