Cagub Mesti Komit Menjaga Kedamaian

Cagub Mesti Komit Menjaga Kedamaian

  Senin, 8 January 2018 13:00
Adrianus Asia Sidot

Berita Terkait

ADRIANUS Asia Sidot meminta calon gubernur yang telah diusung dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat tetap komitmen menjaga keamanan dan kedamaian di provinsi ini. "Semua pihak harus berniat menjaga keamanan dan kedamaian daerah," tegasnya di Pontianak, kemarin. 

Mantan Bupati Landak yang digadang-gadang maju sebagai calon gubernur itu mengajak semua masyarakat di Kalbar menghormati figur yang diusung partai politik. Ia juga mengajak masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakannya pada hari pemungutan suara, yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018. 

Menurut Adri, kandidat menjadi tokoh sentral dalam menjaga simpatisannya untuk tetap komitmen pada pemilihan kepala daerah agar bisa berjalan dengan aman dan bermartabat. 

"Kita bukan memilih pemimpin agama atau pemimpin suku, tetapi pemimpin yang nantinya bertanggungjawab terhadap daerah, bukan hanya pada satu agama atau suku, tetapi semua masyarakat di Kalbar," kata Ketua Ikatan Sarjana Katolik Komda Kalbar tersebut. 

Ia juga meminta tim sukses para kandidat, bekerja dengan profesional. Hendaknya tidak mengeksploitasi hal-hal yang bisa memicu terjadinya konflik. Kandidat mesti membentuk tim sukses yang justru bisa memberikan pencerahan dan penjelasan kepada publik. Sudah waktunya menjual program dari kandidat yang diusung, bukan hal-hal yang memanfaatkan emosi publik. 

"Kandidat sebagai sentral wajib mengingatkan tim suksesya untuk tidak melanggar komitmen menjaga keamanan dan kedamaian," katanya. 

Pihaknya juga meminta para pimpinan partai, agama, dan adat bisa memberikan pencerahan terhadap masyarakat untuk pemilihan gubernur. Masyarakat harus dewasa, tidak mudah terprovokasi. "Kalbar sudah sangat berpengalaman terhadap konflik. Masyarakat selalu menjadi korban dari konflik baik yang menang maupun yang kalah. Yang menang susah, yang kalah apa lagi," katanya. 

Ia memberi contoh jika rasa aman di daerah tidak terjaga. Orang dari luar Pontianak mau datang ke Pontianak kurang berani, karena merasa tidak aman. Begitu juga orang Pontianak yang hendak keluar Pontianak waswas karena merasa tidak aman. Pada akhirnya akan berdampak kehidupan masyarakat seperti ekonomi. Karena sumber bahan pokok ada di kota maupun di desa. 

"Kalau masyarakat sudah paham, sudah dewasa, ikut bertanggungjawab, maka konflik itu akan terhindari. Bagi siapapun juga jangan memprovokasi masyarakat," katanya. 

Adri juga mengharapkan penyelenggara pemilu melaksanakan tugasnya secara profesional. Hindari, kata dia, upaya-upaya penyelewengan yang tersistematis untuk memenangkan satu pasangan. "Biarkan semua berjalan dengan fair, demokratis, tidak ada yang direkayasa. Penyelenggara pemilu mesti bertanggungjawab secara profesional dan setia pada sumpah jabatan mereka," ungkapnya. 

Sementara untuk aparatur keamanan, Adri juga meminta profesionalitas dalam menjaga situasi Kalimantan Barat pada perhelatan demokrasi lokal tersebut. Pun begitu dengan aparatus sipil negara. "Jangan menjadi corong satu kandidat. ASN itu mesti bersifat netral, profesional. Kalau ada masyarakat bertanya, berikan penjelasan agar masyarakat tercerahkan. Soal pilihan silakan saja karena itu hak privasinya," ujarnya. (mnk)

Berita Terkait