Cagub Kalbar Masih Diproses

Cagub Kalbar Masih Diproses

  Kamis, 14 December 2017 10:00
Hasto Kristiyanto

Berita Terkait

*DPP PDIP Belum Putuskan Calon

*Pilgub Bisa Diisi Empat Pasangan 

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memastikan belum memutuskan calon yang akan diusung di Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018. Selain Kalbar, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu juga masih memproses penentuan calon gubernur untuk dua provinsi lain seperti Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng).

"Begitu  juga untuk Kalimantan Barat, semua masih berproses," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai sebuah pertemuan dengan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Rabu (13/12).

Namun, Hasto memastikan partainya akan mengumumkan pasangan calon gubernur yang akan diusung pada 17 Desember 2017. Pengumuman itu dilakukan saat PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas) Tiga Pilar, di Tangerang Selatan, Banten. "Kami prioritaskan (mengumumkan) pada 17 Desember 2017," ungkap mantan anggota DPR itu.

Calon yang diumumkan itu tentu sudah difinalisasi oleh partai berlambang banteng moncong putih ini. "Seperti Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, NTT, dan Riau akan kami umumkan," kata Hasto.

Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan partainya bisa mengusung calon gubernur sendiri di beberapa provinsi seperti Kalbar, Bali, Lampung, Jabar dan Jawa Tengah.

Karena itu, PDI Perjuangan sampai saat ini belum mengumumkan calon kecuali Bali, dan Lampung.

Menurut Hendrawan, politik itu serba mungkin. Pembicaraannya seru dan komprehensif. Semua sudut pandang diakomodasi. Argumentasi kemudian divalidasi. Namun, kata Hendrawan, sayang jika partai bisa mengusung sendiri tapi tidak bisa memanfaatkannya. "Kami terus upayakan lihat bebet, bibit dan bobot. Kultur PDIP itu kolektivisme," tegasnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/12).

Hendrawan mengatakan dalam konstelasi liberal, pihaknya berusaha membendung ekses demokrasi liberal dengan nilai-nilai kebersamaan. Jadi, ujar dia, orang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri sebelum tahu pasangannya siapa. "Parpol solid mendukung tidak sendirian," ujarnya.

Peta Pilgub Kalbar

Peta pertarungan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 semakin mengerucut. Para calon kepala daerah yang akan berlaga di gelanggang Pilgub Kalbar mulai muncul ke permukaan. Meski KPU Kalbar belum menggumumkan siapa saja yang lolos, tetapi para kandidat sudah bisa dipetakan.

Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalimantan Barat lulusan Universitas Iowa, Amerika Serikat mengatakan bahwa pernyataan Ketua DPD PDIP Kalbar Cornelis mengenai rekomendasi DPP PDIP yang jatuh ke pasangan Karolin Margret Natasha-Suryadman Gidot mulai mengerucutkan perebutan kursi tersisa. 

“Itu artinya, peta semakin kelihatan jelas dan mengerucut. Bakalan ada pertarungan menarik nantinya di Pilgub. Kalbar bisa tiga hingga empat pasang bakal calon atau bahkan justru bisa juga satu lawan satu. Semua bisa terjadi. Kita tunggu saja finalisi pengumuman resmi dari KPU,” katanya kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurut Ireng, seandainya rekomendasi PDIP benar-benar jatuh ke tangan Karolin-Gidot, secara otomatis partai lain diprediksi akan ikut mengekor atau bisa membangun koalisi sendiri. 

Sebagaimana diketahui, pasangan Karolin yakni Suryadman Gidot merupakan kader dan Ketua Demokrat Kalbar. Partai Demokrat sendiri diketahui memiliki sembilan kursi di DPRD Kalbar. Itu artinya ditambah PDIP dengan 15 kursi,  maka jumlahnya akan semakin mengelembung. 

Partai lain seperti PKPI Kalbar dengan tiga kursi termasuk kemungkinan Gerindra dengan tujuh kursi ikut mengusung, akan membuat poros koalisi semakin gemuk. Hanya perlu diingat bahwa rekomendasi PDIP belum diumumkan secara resmi DPP PDI Perjuangan.

”Masih ada kader lain seperti Lasarus, Wakil Ketua Komisi V  juga kader terbaik PDIP berpeluang memakai PDIP. Makanya ditunggu saja rekomendasinya ke siapa. DPP PDIP sendiri belum memberikan penggumuman resminya. Artinya lagi peta pertarungan Pilgub Kalbar diprediksi akan semakin menarik,” ucap dia.

Di sisi lain, pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sudah jauh hari memperlihatkan sebagai lawan dan petarung tangguh di gelanggang Pilgub Kalbar. Dukungan dari Partai Golkar sembilan kursi, Nasdem lima kursi, dan PKS dua kursi sudah lebih dari cukup menggusung duet Wali Kota Pontianak dengan Bupati Mempawah ini. 

Lalu ke mana partai tersisa? Masih ada Partai Amanat Nasional dengan enam kursi, PPP empat kursi dan Hanura tiga kursi bisa saja membentuk koalisi atau poros baru dengan mendukung pasangan bakal calon kepala daerah alternatif. Atau bisa saja satu parpol ikut bergabung ke bakal calon kepala daerah, maka secara otomatis peta pertarungan juga menggerucut. ”Intinya semua dapat terjadi. Masyarakat tunggu saja pengguman resmi dari KPU,” ujarnya. (ody/den)

Berita Terkait