Cadangan Capai 150 Tahun

Cadangan Capai 150 Tahun

  Sabtu, 2 April 2016 09:44
TINJAU: Gubernur Kalbar Drs Cornelis bersama Kepala BKPM Frangky Sibarani, dan Bupati Ketapang Martin Rantan, di sela-sela penijauan pabrik alumina PT. WHW di Sungai Tengar Kendawangan Ketapang, Jumat (31/3). NASIR/HUMASPROV

Berita Terkait

KETAPANG-Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH meminta investasi yang ada di Kalbar serius memperhatikan masyarakat lokal. Terutama yang berada di sekitar daerah operasional. Demikian juga Pemerintah Kabupaten, dan jajarannya serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga investasi yang sudah masuk, demi kepentingan masyarakat.

Hal ini disampaikan ketika bersama Kepala Badan Kerjasama penanaman Modal (BKPM) Frangky Sibarani dan Bupati Ketapang Martin Rantan, meninjau progres pengerjaan PT Well Harvest Winning Alumina Rafinery (WHW), di Sungai Tengar Kendawangan Ketapang, Jumat (31/3).         

"Jangan terlalu banyak masalah, kita sudah memberikan yang terbaik untuk kepentingan perusahaan ini, jangan sampai banyak gangguan internal khususnya parter dalam negeri. Jangan sampai mereka menarik diri. Tolong dijaga baik-baik," ujar Cornelis.    

Disatu sisi,  masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Jangan sampai tukang angkut batu saja dibawa dari Tiongkok. Karena cadangan alumina di Ketapang kalau hanya dua smelter bisa mencapai 150 tahun.

"Bagaimana menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, yang bisa dikerjakan masyarakat lokal berikanlah kepada mereka seperti pemasok sayur, warung-warung, bila perlu dibuat dengan rapi di luar area pabrik ini, demikian juga dengan program CSR, sehingga apa yang menjadi tujuan dibangunnya investasi ini benar-benar bermanfaat untuk rakyat," terang Cornelis.       

Sementara Bupati Ketapang Martin Rantan, mengatakan, menyambut baik dibangunnya perusahaan terbesar di Kabupaten ketapang ini. Karena ada dua lainnya lagi yakni kawasan industri Pagar Mentimun dan Food estate.

Martin berharap perusahaan di Kabupaten Ketapang menjaga kearifan lokal dan memperhatikan masyarakat sekitar. Untuk tenaga asingnya agar bisa berbahasa indonesia karena mereka yang selalu berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar dan karyawan lokal. 

Direktur Pabrik PT.  WHW Mr.  Li Yu Yong, WHW merupakan pabrik pengolahan logam dasar bukan besi, yang nantinya untuk memenuhi kebutuhan PT Inalum (BUMN) pengerjaannya sudah mencapai 90 persen lebih dan untuk tahap ini rencananya, awal April siap produksi, namun diakuinya harus memang masih banyak yang harus disempurnakan terutama sumber daya manusianya,

"Kita ingin (WHW) menjadi perusahaan resmi dan aman operasi di Indonesia," ujar pria melalui penerjemahnya ini.      

Lebih lanjut Mr Li, mengakui, WHW bisa berjalan sampai di sini karena bantuan pemerintah. WHW bekerja sama untuk memberikan pengembangan di daerah dan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik. Tenaga kerja yang didatangkan pun yang terbaik untuk bisa membangun WHW. Target ke depan, meminimalisir tenaga asing, hanya tinggal 100 orang dan tenaga kerja lokal 3500 orang.      

"28 Maret berhasil membuat suplai listrik. Pabrik alumina terus mengatur mesin-mesin agar segera bisa berpoerasi. Triwulan keempat 7,3 T. Dipasarkan di domestik 500.000 TON per tahun sisa diekspor. Pemasok PT Inalum (BUMN)," ujar Li.

Alasan WHW membangun listrik 160 MW. 99 persen 88 MW tahap pertama untuk pabrik. Kata Li,  Karena  Indonesia belum memiliki energi yang memadai. Ditambah lagi belum memiliki pelabuhan yang mendukung. Dua komponen itu besar pengeluarannya. (humasprov kalbar)

Berita Terkait