Butuh Perhatian

Butuh Perhatian

  Senin, 28 March 2016 09:08
M Riki Firmansyah

Berita Terkait

SAMBAS- Anggota DPRD Kabupaten Sambas merasa prihatin terhadap minimnya perhatian kepada kaum muda, terutama di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan.

"Pemuda butuh perhatian dan pembinaan. Tapi yang terjadi, banyak sekali program yang seharusnya diperuntukkan untuk mereka (pemuda), tapi yang saya lihat kurang menyentuh," kata anggota DPRD Kabupaten Sambas, M Riki Firmansyah, Minggu (27/3) kepada wartawan.

Menurutnya, seperti keberadaan kaum muda di daerah Pulau Bernyut Jawai, Kecamatan Jawai Selatan Tekarang dan sekitarnya. "Pihak terkait harus melihat secara langsung seperti apa sebenarnya kondisi pemuda di daerah-daerah tersebut, sehingga ke depannya ada program yang bisa dilaksanakan untuk kemajuan para pemuda di wilayah tersebut," katanya. Disisi lain, sebutnya, organisasi kepemudaan sangat banyak di Kabupaten Sambas. Sehingga melalui wadah-wadah kepemudaan yang ada, terutama pemerintah akan lebih mudah dalam menjalankan sebuah program. "Memang sebuah organisasi kepemudaan harus bisa mandiri. Tapi dalam hal ini, pemerintah harus berperan membantu keberadaan mereka. Agar organisasi kepemudaan memiliki program kerja yang bisa menjadi wadah kaum muda," katanya.

Dikhawatirkan, jika tak ada campur tangan pemerintah kepada organisasi pemuda, berakibat tidak baik bagi daerah. Lantaran generasi muda merupakan penerus pembangunan daerah.

"Jangan sampai awalnya memiliki niat untuk berbuat ke hal positif, justru ke negatif dikarenakan tidak adanya perhatian dan pembinaan dari pemerintah atau pihak terkait lainnya," katanya. Jika dilihat, sebut politisi PPP ini, Pemuda Kabupaten Sambas adalah

orang-orang yang kreatif. Sehingga pemerintah tidak boleh tinggal diam, harus terus menerus memberikan perhatian dan pembinaan terhadap mereka.

Namun dalam kesempatan tersebut, Riki juga mengingatan jika pemerintah akan memberikan bantuan sebagai bentuk pembinaan. Diharapkan harus dilihat terlebih dahulu, keberadaan organisasi termasuk legalitasnya.

"Agar tepat sasaran, paling tidak pemerintah membuat kajian mengenai rencana pemberian bantuan sebagai bentuk pembinaan, termasuk mengecek dari sisi legalitasnya," katanya. Pemerintah juga harus mengagendakan pertemuan secara rutin, dengan seluruh organisasi kepemudaan. Lantaran, ajang ini bisa dimanfaatkan

sebagai pembinaan sekaligus menampung aspirasi-aspirasi yang ada di bidang pemuda.(fah)

Berita Terkait