Butuh Musuh Untuk Bangkit

Butuh Musuh Untuk Bangkit

  Selasa, 11 Oktober 2016 09:30
Lewis Hamilton

Berita Terkait

Peluang Belum Tertutup Bagi Hamilton

SUZUKA--Musim 2016 menjadi perjalanan bak roller coaster bagi juara bertahan Formula 1 Lewis Hamilton. Ketangguhan sang rival di awal musim sempat membuatnya terpuruk dengan marjin 43 poin. Tapi Hamilton mampu bangkit dan kembali jalur juara. Di sisa empat seri terakhir, pembalap Inggris tersebut kembali ke titik dimana dia harus menemukan keberuntungannya.    

Suzuka Minggu (9/10) seharusnya adalah momen bagi Hamilton untuk setidaknya mempertahankan asanya merengkuh juara dunianya yang keempat. Namun start buruk justru semakin memberi angin segar bagi Rosberg untuk memuluskan jalannya menuju gelar pertamanya di Formula 1.

Dengan jarak 33 poin pekerjaan Hamilton mengejar gelar di empat seri terakhir nyaris mustahil. Hanya butuh empat kali runner up bagi Rosberg untuk memastikan gelar juara. Sedangkan tiga dari empat sirkuit yang bakal dikunjungi di akhir musim adalah bagian dari kemenangan tujuh seri beuntun Rosberg pada periode akhir musim lalu dan awal tahun ini.

Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Abu Dhabi. Hanya di AS Rosberg finis runner up. Sisanya menang. Sekali DNF (do not finish) antara seri AS hingga  Abdu Dhabi bakal menutup peluang Hamilton. Sementara bagi Rosberg, paling cepat dia bisa merebut gelar juaranya di GP Brasil 13 November nanti.

Andai pertarungan keduanya harus ditentukan di seri terakhir GP Abu Dhabi 20 November Hamilton akan lebih diuntungkan dengan pengalaman. Pembalap Inggris itu sudah empat kali bertarung merebut gelar juara dunia hingga seri terakhir. Yakni pada 2007, 2008, 2009, dan 2014. Sementara Rosberg hanya sekali berada di situasi tersebut dua musim lalu.

Hamilton mengalami tiga kali kerusakan mesin musim ini. Tapi kerusakan yang sama juga bisa menimpa Rosberg. Kedua pembalap Mercedes itu sama-sama memiliki dua unit mesin full yang seharusnya cukup untuk melampaui empat seri terakhir. Tentu dengan mengesampingkan tragedi yang menimpa Hamilton di Malaysia.  

Defisit 33 poin bakal sulit dikejar. Tapi Hamilton sempat mengejar Rosberg 43 poin dalam lima balapan. Lalu memimpin enam poin setelah kemenangan di Hungaria. Sepekan kemudian pembalap 31 tahun itu memenangi GP Jerman dan memimpin 19 poin. Apakah Hamilton bisa bangkit kembali untuk kali kedua?

Bos Mercedes Toto Wolff mengatakan, Hamilton memang butuh seorang lawan tangguh untuk bangkit. ''Dia (Hamilton) sangat kuat. Kadang dia butuh musuh kuat (untuk bangkit). Begitulah dia akan bekerja,'' terangnya dilansir Autosport.

Wolff mengingatkan bahwa pertarungan perebutan gelar juara belum berakhir. Empat seri masih cukup untuk menciptakan kejutan. ''Kita telah menyaksikan, saat Nico memenangai tujuh balapan beruntun (2015-2016) dan Lewis membalasnya dengan kemenangan beruntun (enam dari tujuh balapan di pertengahan musim),'' tambahnya. 

Yang dilakukan Mercedes saat ini adalah membangun kembali mental Hamilton yang ambruk setelah GP Malaysia. GP Jepang yang hanya berselang sepekan tak cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri mantan pembalap McLaren itu. ''Kami memiliki 10 hari sebelum GP Austin. Tidak terburu-buru seperti pekan lalu,'' paparnya. 

Dengan kemenangan di Jepang, satu sirkuit lainnya yang belum pernah ditaklukkan, Rosberg akan datang ke Austin dengan kepercayaan diri tinggi. Kini Rosberg lebih dewasa dalam menghadapi balapan. Itu tampak ketika mendapat tekanan dari Max Verstappen di Suzuka. Dia terlihat tak terburu-buru. ''Aku hanya ingin menjaga ritme balapku. Tidak perlu mendorong gap (dengan Verstappen) hingga 15 detik. Jadi ini tentang menjaga jarak yang sehat,'' terang pembalap 31 tahun itu. 

Di Suzuka Rosberg menggunakan mesin yang dipakai di dua seri sebelumnya. Mesin yang akan habis masa pakainya di Suzuka. ''Aku akan menggunakan mesin baru di Austin. Jadi (mesin lama) itu berpengaruh pada balapanku hari ini,'' ungkapnya. (cak)

Berita Terkait