Butet Ritual, Owi Nazar Nginap di Rumah Duta

Butet Ritual, Owi Nazar Nginap di Rumah Duta

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:09

Berita Terkait

Meski tidak kehilangan satu game pun di Olimpiade Rio dan menang mudah pada partai final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengaku tidak melalui semua dengan mulus. Ketegangan-ketegangan hebat kerap muncul. 

--

PERTANDINGAN baru menyelesaikan babak perempat final. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melaju ke semifinal setelah mengalahkan kompatriotnya, Praveen Jordan/Debby Susanto. Masih ada dua tahapan lagi untuk meraih medali emas. 

Namun, Owi –panggilan Tontowi Ahmad– sudah menanyakan hal yang agak tabu kepada chef de mission kontingen Indonesia Raja Sapta Oktohari di kamarnya, di perkampungan atlet Olimpiade 2016 Barra da Tijuca. ’’Kalau dapat emas, bonusnya ada pajaknya nggak, Pak?’’ kata Okto menirukan pertanyaan Owi itu.

Saat itu Okto tidak bisa memberikan jawaban. Namun, dia memuji sikap Owi yang blak-blakan. ’’Itu tandanya dia punya ambisi. Dan, Owi satu-satunya yang menanyakan soal bonus itu kepada saya,’’ ucap Okto.

Owi yang hadir dalam konferensi pers di Posko Indonesia, kawasan Rua Atila Nunes Recreio do Bandeirantes, kemarin (20/8) tersipu mendengarkan cerita Okto. Pebulu tangkis kelahiran Banyumas tersebut mengatakan, dirinya bersikap demikian hanya karena menyalurkan ketegangan. Sebab, lawannya di semifinal adalah ganda campuran nomor satu dunia asal Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Setelah melewati Zhang/Zao alias menantang pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada 17 Agustus malam WIB, stres Owi malah bertambah. Dia mengaku tidak bisa tidur.

Saat semifinal, Owi gagal memejamkan mata sampai pukul 02.00. Nah, saat final, kejadian yang sama terjadi. Untuk mengatasinya, Owi sudah naik ke tempat tidur pada pukul 20.00. Namun, baru pukul 23.30 dia bisa terpejam. Karena supergalau, Owi bertanya kepada manajer tim bulu tangkis Indonesia di Olimpiade 2016 Rexy Mainaky. Sebab, Rexy memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa di final Olimpiade Atlanta 1996, saat berpasangan dengan Ricky Subagja.

Rexy lantas memberi tahu Owi bahwa ketegangan adalah hal biasa dan dihadapi saja. ’’Setelah final dan juara pun saya belum bisa tidur. Pemikirannya sudah lain soalnya, hahaha,’’ kata atlet berusia 29 tahun tersebut. ’’Namun, intinya sih sudah sangat lega karena semua perjuangan terbayar,’’ imbuhnya. 

Ketegangan Owi juga dirasakan Butet –panggilan Liliyana Natsir. Dalam banyak kesempatan sebelum final, Owi terus mengucapkan hal yang sama berkali-kali. ’’Cik (panggilan Butet) fokus Cik, jangan tegang Cik, percaya sama saya Cik. Cik, tos dulu Cik. Semangat Cik. Begitu terus ngomongnya,’’ kata Butet menirukan Owi. 

’’Pertama sih semangat ya, tapi diulang-ulang terus sama Owi. Lama-lama kan saya jadi sebel. Kalau di luar pertandingan sudah saya gampar itu anak,’’ imbuh atlet kelahiran Manado itu, lantas tertawa lebar. 

Ternyata, ucapan penyemangat tersebut adalah pengalihan karena Owi begitu tegang. Sesaat sebelum masuk lapangan Riocentro-Pavilion 4, Barra da Tijuca, Owi berbisik ke telinga Butet. ’’Cik, bantu saya Cik, saya tegang,’’ kata Butet menirukan Owi. ’’Walah, dia pikir saya bisa tenang gitu? Padahal, jantung saya rasanya deg-degan luar biasa. Rasanya sudah mau copot!’’ tambahnya. 

Owi curhat kepada Butet karena dirinya menganggap partnernya itu adalah pemain yang sangat tenang dan bisa mengatasi tekanan. Apalagi, pada 2008, Butet pernah bermain di final Olimpiade Beijing 2008, berpasangan dengan Nova Widianto. ’’Melihat Butet, saya menjadi adem sendiri. Ketenangannya membuat saya lebih rileks, nggak tegang. Otak jadi tidak kacau dan tetap bisa fokus,’’ ucap Owi memuji pasangannya. 

Butet mengungkapkan, dirinya sengaja terlihat tenang agar Owi juga bisa santai. Meski, atlet yang bulan depan berusia 31 tahun itu juga nervous sampai berat badannya turun 4 kg selama di Brasil. 

Untuk menghilangkan ketegangan, Butet memiliki ritual khusus. Keluar ke balkon wisma atlet dan teriak sekencang-kencangnya. Setelah mendapatkan emas, dia juga melakukan hal yang sama untuk melepaskan semua emosi, beban, dan ketegangan. ’’Saya nggak peduli dianggap orang gila,’’ ucap Butet. 

Selain itu, dia memiliki ritual khusus. Juara dunia tiga kali tersebut selalu melewati jalan yang sama dari athlete village ke tempat pertandingan. Meski belakangan tahu ada jalan yang lebih dekat menuju venue, Butet memilih menyusuri jalur awal. Dia percaya itu akan mendatangkan keberuntungan. 

Di sisi lain, setelah meraih emas Olimpiade, Owi siap memenuhi nazarnya. Yakni, menginap di rumah vokalis Sheila on 7, Duta, di Jogjakarta. Sebab, sebelum berangkat ke Rio, Owi pernah bermalam di sana. Dan, Owi sudah berjanji kembali ke kediaman Duta jika mendulang emas. ’’Setelah final, saya SMS ke Mas Duta, Mas tolong siapkan kamar untuk saya ya... hahaha,’’ kata Owi. (*/c17/dns)

Berita Terkait