Busana Rombeng Terus Diburu

Busana Rombeng Terus Diburu

  Sabtu, 20 Agustus 2016 09:20
ROMA: Sejumlah bangunan ruko menjual rombengan malaysia (Roma) di sekitar Jalan Alianyang, Kota Singkawang.

Berita Terkait

SINGKAWANG—Rombengan Malaysia (roma) masih marak diperjualbelikan kepada masyarakat yang berada di wilayah hukum pemerintahan daerah Kota Singkawang, Kalbar.

Padahal secara aturan roma ini tidak boleh diperdagangkan. Dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan merusak pasar produksi dalam negeri.

“Kita tahu pemerintah saat ini sedang berupaya menertibkan barang dagangan dan produksi mulai dari manakan dan minuman. Tetapi masih banyak pakaian bekas Malaysia yang diperjual-belikan,” ucap warga Singkawang Tengah Sumarno, Jumat (19/8) kepada media ini.

Dia mengatakan, maraknya barang bekas dari negara tengangga yang lolos dari pantauan pemerintah daerah. Sampai saat ini perdagangan barang bekas secara ilegal belum tersentu petugas pemerintah terkait di Kota Singkawang dan sekitarnya.

Ia menuturkan ketidak seimbangan dalam pengamanan terhadap pakaian bekas dari negara luar membuat sejumlah pedagang bingung dalam mencegah beredarnya barang ilegal di Indonesia. Akhirnya penertiban barang dagangan ilegal bisa memicu kecemburan sosial dalam sistem penerapan aturan yang berada dibawah naungan pemerintahan daerah.

 “Saya meningatkan selama ini banyak pedagang kaki lima maupun tokoh ditertibkan. Yakni mulai dari barang kadar luarsa, gula ilegal dan bawang ilegal. Sedangkan pakaian bekas masih marak dijual dipasaran. Jika bicara tentang harga pakaian bekas Malaysia, harganya tidak jauh berbeda dengan harga pakaian baru yang dijual dipasaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKP Kota Singkawang Hendryan menambahkan belum lama ini melihat situasi pedagang yang berada di Kota Singkawang, pihaknya merasa di lema dalam mengambil kebijakan di tengah kehidupan masyarakat Kota Singkawang.

 “Kami sudah berupaya melarang barang bekas asal Malaysia agar tidak beredar dipasaran. Tapi barang bekas asal Malaysia itu, tetap saja beredar dan ditemukan dipasaran,” terangnya kepada media ini.

Berita Terkait