Bupati Tetapkan Status KLB DBD

Bupati Tetapkan Status KLB DBD

  Jumat, 15 September 2017 10:00
KLB DBD : Salah satu ruangan di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau penuh sesak penderita DBD yang umumnya anak-anak Balita. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU — Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kapuas Hulu mengalami meningkatan. Hingga Kamis (13/9) penderita DBD sudah mencapai 86 kasus. Untuk itu, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir langsung menetapkan kasus DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Bupati juga meminta dinas kesehatan Kapuas Hulu bergerak cepat dalam menangani masalah gigitan nyamuk agar tak meluas.

“Saya minta Dinas Kesehatan memonitor dahulu mana daerah yang terkena DBD, jika ada daearah yang terkena DBD ambil langkah cepat dengan melakukan foging,”katanya, Kamis (14/9) pagi. Bupati mengaku terkejut dengan kasus DBD tahun ini yang meningkat tajam. Karenanya ia meminta Dinkes segera melakukan koordinasi ke kecamatan agar DBD ini tidak merambah kedaerah belum terkena.

Bupati Kapuas Hulu dua priode ini menegaskan, masalah DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi saja, melainkan tugas bersama, termasuk masyarakat, dalam memberantas nyamuk DBD. Untuk itu dia menghimbau mengimbau pada seluruh warga, agar waspada terhadap ancaman DBD. Apa lagi cuaca di bumi uncak kapuas saat ini tidak menentu, sering kali hujan lebah dan panas.

 “Cuaca seperti sekarang ini sangat berpotensi perkembangbiakan nyamuk. Penyakit yang satu ini, sangat berbahaya dan bisa menimbulkan korban jiwa, jika salah penanganan,”jelasnya. Biasanya sehabis musim penghujan banyak jentik nyamuk DBD berkembang biak, baik itu diselokan maupun tumpukan barang bekas yang dapat menampung air. Karenanya kebersihan lingkungan harus di jaga.

Ia juga meminta agar masyarakat mengantisipasinya, dengan cara membasmi pusat perkembang-biakan jentik nyamuk DBD tersebut. “Saya nilai penyakit ini harus diwaspadai sejak dini, sehingga masyarakat harus melaporkan jika ada kerabat ataupun keluarga yang terkena DBD kepada petugas kesehatan atau Puskesmas terdekat, jika ada gejala jangan dibiarkan, segera dirawat,”terangnya.

Ade Hermanto Kabid Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah menerima surat penetapan status KLB terhadap kasus DBD ini.

“Langkah awal yang kami lakukan dengan adanya penetapan KLB ini, kami mengedarkan surat tersebut ke SKPD, Camat, Puskesmas dan Kepala Desa, dan menyamapikan melalui radio,”kata dia.

Dari data yang ada saat ini kata Ade, jumlah kasus DBD kian bertambah, saat ini pun jumlah kasus DBD di Bumi Uncak Kapuas ada 86 kasus. “Kemarin itukan 75 kasus,  sekarang bertambah lagi jadi 86 kasus,” katanya.  Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD ini, maka untuk itu masyarakat harus menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat dilingkungannya.(aan)

Berita Terkait