Bupati Sayangkan Kades tak Berseragam

Bupati Sayangkan Kades tak Berseragam

  Sabtu, 6 Agustus 2016 09:17
Ilustrasi

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Untuk menumbuhkan kedisiplinan di kalangan aparatur desa bersama perangkat-perangkat desa lainnya, setiap desa semestinya wajib membuat dan memakai seragam lengkap. Terutama jika ada kegiatan kedinasan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun pusat, sehingga kepala desa akan terlihat berwibawa jika mengenakannya. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir.

 
Menurut dia, dibanding menggunakan baju bebas saat kegiatan dinas desa, lebih baik para pemimpin desa tersebut mengenakan seragam mereka. “Setiap ada kegiatan yang melibatkan kepala desa, saya tidak pernah melihat kepala desa memakai baju seragam. Mestinya tidak demikian, apalagi itu urusan kedinasan,” kata Bupati menyayangkan.

Untuk itu dia meminta agar semua kepala desa (kades) daerah ini mengenakan pakaian seragam dinas, apabila ada acara pertemuan khusus yang melibatkan seluruh kades se-kabupaten ini. Menurut politisi senior PPP ini, keseragaman berpakaian merupakan sesuatu yang penting, untuk membedakan mana kades dan perangkat desa yang lain. Selama ini Bupati melihat langsung bagaimana begitu jarangnya kades berpakaian seragam saat sedang mengikuti urusan dinas. “Setiap saya membuka acara kepala desa, lima tahun sampai periode kedua masuk enam tahun ini, saya belum pernah melihat kepala desa mengenakan baju dinas seragam,” tuturnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, dalam berbagai acara, para pemimpin di tingkat desa itu ada yang berpakaian warna hitam, putih, kemudian batik, dan menggunakan pakaian lainnya. Untuk itu, dia meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) setempat mengingatkan para kades, agar pada waktu tertentu memperhatikan masalah seragam tersebut. Karena, diingatkan dia bahwa kades merupakan bagian dari pemerintahan.

Bahkan, Bupati sempat menanyakan soal seragam kepala desa kepada pelaksanatugas (Plt) Kepala BPMPD Kabupaten Kapuas Hulu, Abdullah Usman, pada acara rakor batas desa di Balai Adat Melayu, belum lama ini. “Mungkin ada anggarannya. Ke depan, saya berharap agar tertib dalam berpakaian, setiap kegiatan kades wajib pakai seragam,” tegasnya.

Kenapa harus demikian? Karena, menurut dia, kades sebagai seorang pejabat pemerintah di tingkat desa. “Kepala desa harus berpakaian lengkap pada jam kantor. Ini bercampur-campur, ada hitam putih. Kalau acara pertemuan bersama itu tolong diperhatikan, kecuali menyesuaikan jadwal,” ucap Nasir.

Dia mengatakan, pada hari tertentu memang harus mengenakan batik. Tapi, dia menambahkan, bila bertepatan dengan pertemuan seluruh kades. Maka, diingatkan dia agar mereka menyesuaikan dengan menggunakan seragam kades.(aan)

Berita Terkait