Bupati Sarankan Bentuk BPP atau UPTD

Bupati Sarankan Bentuk BPP atau UPTD

  Selasa, 17 Oktober 2017 10:00
ARAHAN: Bupati Ketapang Martin Rantan SH memberikan arahan kepada ratusan penyuluh pertanian dalam Raker Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Pendopo Bupati Ketapang, kemarin (16/10). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Raker Peningkat Perekonomian Masyarakat

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH meminta Bagian Organisasi Sekretariat Daerah menyusun organsisasi kelembagaan di kecamatan di bawah naungan Dinas Pertanian, Peterkanakan, dan Perkebunan. Dia menyerahkan apapun namanya, bisa saja Badan Penyuluh Pertanian (BPP) atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

BPP atau UPTD ini diharapkan Bupati mengelola unit-unit produktif, sehingga nanti bisa menjaring Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti ada kebun sawit 10 hektare idealnya 1 juta perhektare. “Atau 1 ton  perhektare nanti ini bisa digunakan operasional di Dinas (Pertanian, Peterkanakan, dan Perkebunan) maupun disumbangkan untuk menambah kas daerah,” ujar Bupati Rapat Kerja (Raker) Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Pendopo Bupati Ketapang, kemarin (16/10).

“Ini yang disebut kita mengeluarkan belanja modal, jadi kita tidak harus terus menerus mengeluarkan biaya pembangunan tapi tidak ada feedback kepada daerah kita kesulitan dalam pendapatan PAD,” papar Bupati.

Bupati yakin ke depan BPP atau UPT ini menjadi tempat yang strategis untuk yang pertama mereka melakukan perbaikan diri. “Kita memberikan contoh kepada petani, bagaimana menjadi petani yang baik, pekebun yang baik, peternak yang baik, masyarakat kita ajak kita berikan penyuluhan,” ungkapnya.

Bupati dalam arahannya mengatakan hasil pertemuan ini merupakan pra-kondisi selanjutnya, untuk mereka melakukan lokakarya di bidang ekonomi. Setelah itu, diharapkan dia, ada blueprint kegiatan di masing-masing SKPD.

“Kalau nanti ada penganggaran di luar blueprint tidak diakomodir, demikian juga dengan penganggaran di APBD, jika tidak masuk dalam visi dan misi, tidak akan dikomodir, karena visi dan misi sudah masuk dalam RPJMD,” tegas Bupati.

Untuk Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan, dijelaskan Bupati ada Bidang Sarana Pertanian yang mendukung upaya upaya pertanian. Meski demikian, Bupati juga mengingatkan agar mereka jangan membuat program yang manfaatnya tidak. Bupati mencontohkan seperti pembangunan jalan usaha tani dan normalisasi parit. Kalau harus dibangun, Bupati menginstruksikan agar tuntas. “Seperti jalan usaha tani harus sampai rabat beton dan demikian juga dengan normalisasi parit harus sampai barau,” tandasnya.

Demikian juga peternakan, Bupati berpesan bagaimana bagaimana beternak yang baik, mulai dari penggemukan sampai pemanfaatan kotorannya untuk pertanian. Kemudian terkait perkebunan, Bupati berharap ada kebun masyarakat atau plasma mandiri, “Selain itu ada juga karet, sahang, atau lainnya,” timpal dia.

Untuk Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan, Bupati berharap harus membentuk BPP di setiap kecamatan, terkecuali Kecamatan Pemahan dan Delta Pawan. Setelah itu luas lahan yang dimiliki BPP, menurut dia, minimal 10 hektare atau 20 hektare. Karena, menurut Bupati, pemerintahannya perlu memberikan contoh kkepada para pekebun bagaimana mengelola kebun dengan baik di BPP ini. “Tanamlah, kelola commodity yang bisa menghasilkan produksi pertanian yang bisa dikomersilkan. Kalau ada 20 hektare, (maka) 10 hektare untuk kebun sawit, 2 hektare kebun karet, 2 hektare kebun ubi, kebun sahang, dan sebagainya,” kata Bupati.

Raker tersebut tak hanya bersama Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan, tapi juga dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Rapat kerja tersebut digelar dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan, dalam menyatukan program aksi SKPD untuk mencapai visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, yakni Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera. Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan penyuluh dari berbagai kecamatan serta para kepala SKPD.

Asisten II Setda Farhan SE MSi yang memimpin rapat tersebut mengatakan bahwa rapat kerja ini untuk menyusun langkah-langkah kerja selanjutnya, demi untuk kemajuan daerah ini. “Sebagaimana visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih Ketapang Maju menuju masyarakat sejahtera,” timpalnya.

Farhan memaparkan pengertian kemajuan itu jangan diterjemahkan dengan mengikuti mode zaman sekarang itu sudah maju. Tetapi menurutnya, kemajuan itu di segala bidang bergerak maju. Dicontohkan dia seperti kebutuhan akan telur di Kabupaten Ketapang, di mana dalam 1 tahun ada 1 juta ton, tetapi tidak pernah terpenuhi.

“Ini berarti kita belum berada pada titik yang maju, kita baru berada pada titik memenuhi kebutuhan dalam setahun hanya mampu meningkat satu persen, dan itu tugas kita semua untuk memenuhi kebutuhan itu,” ucap mantan Kepala Bappeda tersebut.

Terpenting menurutnya, harus disadari bahwa ketahanan pangan harus dimiliki semua. Untuk saat ini, diakui dia jika negara ini masih ketergantungan pangan dari negara luar. “Kalau mereka mau tidak mengekspor pangan ke negara kita, kocar kacir kita dibuatnya,” kata Farhan.

Farhan berharap kepada semua yang hadir bahwa keinginan mencapai dalam memenuhi Visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dengan mengimplementasikan misi, terutama yang berkenaan dengan pemberdayaan ekonomi ekonomi masyarakat.

“Kita semuanya bersatu dan membawa Ketapang ini maju bukan dengan sebuah slogan, tetapi ingin kita ciptakan dengan sebuah kerja, kerja, kerja, semua punya peran dan bagai mana meningkatkan kualitas kerja kita,” ajak Farhan. (afi/ser)

Berita Terkait