Bupati Nilai, Lulusan Luar tak Serius Mengabdi

Bupati Nilai, Lulusan Luar tak Serius Mengabdi

  Senin, 17 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Ada Penerimaan, Putra Daerah Diprioritaskan

PUTUSSIBAU – Pemerintah Pusat belum menyampaikan sinyal tentang penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di tahun 2016. Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menegaskan, jika ada penerimaan, pemerintah daerah akan memprioritaskan calon aparatur sipil negara (ASN) dari daerah sendiri atau putra daerah. Karena, diakui Bupati, begitu banyak PNS asal luar daerah mengusulkan pindah setelah diterima mengabdi di daerah ini.

 “Pemda akan berupaya menjaring lulusan sarjana putra daerah setempat untuk diangkat menjadi pegawai. Bahkan jika ada penerimaan CPNS, lebih memperioritaskan anak-anak dari Kapuas Hulu,” tegasnya. Waktu kampanye Pilkada dulu, dirinya banyak mendengar keluhan-keluhan dari masyarakat  tentang anak-anak mereka yang lulus pendidikan keperawatan, guru, hingga bidan, namun belum ada pekerjaan.

Menurut politisi PPP ini, kebutuhan PNS untuk Kapuas Hulu masih sangat banyak. Diungkapkan dia seperti pada bidang pendidikan dan kesehatan. Belum lama ini, kata Nasir, pihaknya telah menerima surat dari Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pendidikan. Kementerian tersebut, menurut dia, akan mengalokasikan tenaga pendidik. Namun, ditegaskan Nasir, pemerintahannya secara tegas menolak jika yang ditempatkan bukan putra-putri daerah setempat.

“Untuk sementara kami tolak, kecuali untuk guru yang ditempatkan di Kapuas Hulu adalah sarjana-sarjana yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu,” tegas Nasir. Dia menganggap hal tersebut sangat lucu. Karena, menurutnya, masih banyak lulusan sarjana asal Kapuas Hulu dengan berbagai disiplin ilmu. Termasuk, dia menambahkan, pada bidang pendidikan yang membutuhkan lapangan pekerjaan sebagai pengajar pada sekolah-sekolah.

Menurut dia, penolakan Pemkab Kapuas Hulu itu sangat beralasan. Berdasarkan pengalaman dia, pada penerimaan CPNS beberapa tahun lalu, ketika lulus tes, banyak yang mengundurkan diri bahkan meminta pindah tugas dari Kapuas Hulu. Dia menyindir bahwa mereka ini bukan ingin mengabdi, tetapi mencari kesempatan. “Ini lucu, guru harus didrop dari pusat, sementara di sini banyak sarjana pendidikan yang nganggur,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sambung dia lagi, berdasarkan pengalaman penerimaan CPNS tahun 2014, ketika formasi terbuka untuk umum menyebabkan dari luar daerah Kalbar atau Kapuas Hulu boleh ikut. Dia mengungkapkan sejumlah pertanyaan dari masyarakat kalau kepala daerahnya tidak memperjuangkan masyarakatnya. Dia memandang bahwa kalau yang ikut orang dari luar Kapuas Hulu, maka terjadilah persaingan SDM, karena SDM masih terbatas. Yang disayangkan dia, begitu lulus tes dan ditugaskan di Kapuas Hulu, lalu mengundurkan diri dengan berbagai alasan. “Ini sangat disayangkan. Ini sudah terbukti, kecuali anak-anak dari Kapuas Hulu yang kuliahnya di Jawa atau daerah lainnya, itu bisa, itu pun tidak semua. Kami sudah memikirkan masalah ini. Banyak putra-putri asal Kapuas Hulu yang lulusan sarja pendidikan dan kesehatan masih nganggur,” katanya. (aan)

Berita Terkait