Bupati Karol Jenguk Warga Pengidap Penyakit Langka

Bupati Karol Jenguk Warga Pengidap Penyakit Langka

  Kamis, 18 January 2018 11:39
BESUK : Bupati Landak Karolin saat membesuk Felisa di RSUD dr Soedarso, Pontianak, Rabu (17/1). ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK-Di tengah banyaknya aktivitas dan kesibukannya, Bupati Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa menyempatkan diri membesuk Felisa (7) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso, Pontianak, Rabu (17/1) sore. Felisa merupakan warganya yang mengidap penyakit outo imun dan terbilang langka. 

Selain membesuk untuk memberikan semangat dan kekuatan, Bupati Karol juga memberikan bantuan uang tunai kepada orang tua Felisa. Felisa merupakan anak dari pasangan Ebennius dan Juli warga asal Dusun Entobo, Desa Permit, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak.

Kisah penyakit yang diidap Felisa sebelumnya sempat viral di media sosial (medsos). Hingga akhirnya informasi tersebut sampai ke Bupati Karolin. 

Penyakit dengan kulit berwarna merah dan mengelupas hampir di sekujur tubuh itu merupakan penyakit yang jarang dijumpai.

Bupati Karolin pun menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mengabarkan kondisi Felisa melalui medsos.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada netizen yang sudah membantu kami mengetahui kondisi masyarakat kami," katanya saat ditemui usai membesuk. 

Menurutnya 
memang, tak jarang ada warga yang merahasiakan penyakit semacam ini, sehingga sebagai kepala daerah, ia malah mengetahuinya dari orang lain. "Karena kadang-kadang hal seperti ini kan disembunyikan oleh pihak keluarga," ucapnya. 

Sempat beredar informasi di medsos, dugaan penyakit tak biasa yang diderita Felisa adalah penyakit kusta. Namun, Karolin yang sudah melihat langsung dan sebagai seorang yang memiliki ilmu kedokteran langsung membantah. Menurutnya penyakit tersebut bukan kusta, melainkan penyakit auto imun. 

"Di mana badannya menolak kulitnya sendiri. Jadi, kulitnya tumbuh terus sehingga tebal, keras, dan mengelupas. Ini merupakan suatu penyakit yang jarang ya, tidak banyak (dialami) orang," jelasnya.

Bupati Karolin memastikan, Pemda Landak akan berupaya maksimal membantu penyembuhan penyakit Felisa. Pada kasus seperti itu, terangnya, kemungkinan sembuh 100 persen memang agak sulit dan tetap memerlukan pengobatan seumur hidup.

"Oleh karena itu dia harus masuk dalam data base Pemda yang ditanggung oleh Kabupaten Landak untuk BPJS. Tapi perseolan tidak selesai sampai di situ, karena berasal dari keluarga yang berada di daerah pedalaman, mungkin agak sulit melakukan kontrol. Tapi akan kami upayakan," janjinya. 

Pemda Landak juga akan mengupayakan agar Felisa dapat dipindahkan dan dirawat di rumah sakit Landak. "Kami akan upayakan komunikasi koordinasi dengan dokter yang merawat di sini. Jika memungkinkan dan keadaan menarik, kemudian pulang ke Landak, mungkin kontrolnya bisa di rumah sakit Landak," pungkasnya.(ndo)

Berita Terkait