Bupati Ingatkan Sertifikat Jangan Dijual

Bupati Ingatkan Sertifikat Jangan Dijual

  Senin, 16 April 2018 11:00
PENYERAHAN SERTIFIKAT: Penyerahan Sertifikat SHM Petani Plasma PT HHK oleh Bupati Ketapang Martin Rantan SH di Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Jumat (13/4) sore. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH berpesan dengan penyerahan sertifikat petani plasma, para pemilik jangan pernah menjual sertifikat tersebut. Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menyerahkan secara simbolis sertifikat hak milik petani plasma mitra PT Harapan Hibrida Kalbar (HHK), Jumat (13/4) sore di Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang.

Ia menegaskan jangan sampai sertifikat ini dijual kepada pihak lain. Bupati mengingatkan kembali bagaimana pada beberapa kawasan perkebunan tidak sedikit petani yang menjual sertifikatnya kepada pihak lain. Sehingga, diakui dia, ada satu orang yang membeli sampai ratusan hektare dan sekian kaveling. Dengan tidak menyebutkan nama pembeli lahan, Bupati menegaskan jika pada akhirnya masyarakat hanya menjadi penonton saja. Padahal, seharusnya, menurut dia, kavelingan sawit itu adalah harta yang dimiliki petani. “Jangan dijual lagi, gara-gara katanya mau beli gula, beli arak, beli honda,  jangan dijual,  sayang kalau dijual,” tutur mantan anggota DPRD Kalbar ini.

Ia menerangkan bahwa tugas pemerintah, mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, sampai kepala desa dan sebagainya, tujuannya adalah ingin membantu masyarakat berusaha. Begitu juga membantu perusahaan, sehingga, menurut dia, perusahaan bisa untung dan masyarakat sejahtera. Kalau masyarakat sejahtera dan perusahaan dapat untung, maka dia juga yakin daerah bisa maju.

Ketua DPD Partai Golkar Ketapang ini membayangkan bagaimana dari satu berondol sawit sampai terjadi perputaran perekonomian. “Mulai dari perizinan, land clearing, pembibitan, penanaman, sampai hasil dari industri hilir sawit. Sama dengan masa lalu, masyarakat menggantungkan hidup pada sektor kayu. Dari satu pohon kayu, ditebang, dirakit, masuk ke sawmill sampai ke ekspor dan menjadi sebuah bangunan,” ungkapnya.

Para penerima sertifikat tersebut adalah para petani plasma tahap II mitra PT HHK. Mereka merupakan perwakilan dari Desa Seguling, Batu Sedau, Sauk Burung, dan Manismata. Dalam penyerahan tersebut, Bupati didampingi Direktur PT HHK Luhur Samin, Wakil Ketua DPRD Ketapang Qadarini SE, dan Sekcam Manismata Drs Adi Kesuma.

Luhur Samin, direktur PT HHK menyebutkan bahwa penyerahan sertifikat plasma ini merupakan tahap II, dimana tahap I sudah dilaksanakan sebelumnya. Untuk tahap II ini, dijelaskan dia, terdapat 491 sertifikat yang diserahkan. Ia menyebutkan, seiring dengan tujuan pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat, hal tersebut juga sejalan dengan tujuan perusahaan. “Di mana, dari hasil pengelolaan yang baik, di perusahaan ini antara kebun plasma dan inti tidak ada perbedaan. Bahkan, dari hasil yang diserahkan ke petani sisa pembayaran kredit mencapai Rp50 – 70 juta,” kata dia. 

Dari peyerahan sertifikat tahap pertama, dipastikan dia jika kebun yang diserahkan dikelola oleh plasma. Namun, dari pengamatan mereka di lapangan, pengelolaan yang dikelola plasma kurang efisien, sehingga berpengaruh pada hasil kebun. Karena itu, dalam penyerahan tahap II ini, ia menyarankan agar pengelolaan plasma tetap dilakukan oleh perusahaan, sehingga hasilnya tetap maksimal. “Pengelolaan ini pada intinya adalah kepercayaan,” kata dia. (PK)

Berita Terkait