Bupati Berbuka Bersama Mualaf Ujung Pinang

Bupati Berbuka Bersama Mualaf Ujung Pinang

  Selasa, 28 June 2016 09:43
SAFARI RAMADAN: Bupati Kapuas Hulu bersama Sekda, Kakan Kemenag, dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu menggelar safari Ramadan di Dusun Ujung Pinang, Desa Bika Hulu, Kecamatan Bika, 25 Juni. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Sebagian besar masyarakat Dusun Ujung Pinang, Desa Bika Hulu, Kecamatan Bika, merupakan pemeluk agama Katolik dan Kristen. Meski demikian, di sana juga terdapat beberapa kepala keluarga (KK) yang sudah memeluk Islam atau menjadi mualaf. Menariknya, kendati berbeda keyakinan, mereka tetap hidup berdampingan, dengan kepercayaan masing-masing. Sehari-hari, tidak ada jarak dan perbedaan di antara mereka ini.

MUSTA’AN, Bika

SEPINTAS sulit membedakan mana pemeluk agama Islam, Katolik, atau Kristen di dusun tersebut. Lantaran mereka masih satu suku yakni Suku Dayak Kantu. Mereka masih kental dengan bahasa, adat, serta budaya yang sama.

Itulah uniknya masyarakat Kapuas Hulu secara keseluruhan. Kendati berbeda, tetap satu dalam keberagaman. Masjid, surau, gereja, dan langgar berdampingan merupakan hal biasa. Toleransi beragama ini sudah terjalin sejak lama dan tak akan terusik.

Sabtu (26/6) lalu Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyambangi Dusun Ujung Pinang. Dia berdialog dan berbuka puasa bersama kaum mualaf di sana, tepatnya di Al-Mukhlisin, Dusun Ujung Pinang. Bupati menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh umat muslim mualaf Kecamatan Bika. Dia meminta agar ke depan pembinaan terhadap kaum ini terus dilakukan secara rutin.

Politisi PPP yang sudah dua priode memimpin Kapuas Hulu ini, mengaku sangat bersyukur bisa hadir bersama-sama kaum mualaf Ujung Pinang. Terlebih kehadiran dia dalam rangka menjalin silaturahmi dengan umat muslim mualaf di Kecamatan Bika. “Saya senang bisa berkumpul dengan kaum mualaf di sini,” aku Nasir.

Pembinaan kepada mualaf dan umat beragama lainnya, kata Bupati merupakan tanggung jawab bersama. Tanggung jawab yang dimaksud dia adalah untuk menjaga hubungan yang harmonis dan saling menghormati pada pemeluk agama lainnya, serta menjujung tinggi nilai-nilai toleransi.

Sementara, kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas Hulu, Darohman, mengatakan kegiatan ini untuk memberikan semangat kepada mualaf. “Ini untuk memantapkan keyakinan mereka dalam memeluk Islam, sehingga pemahaman dan pengamalan lebih baik lagi serta berkualitas,” kata Darohman.

Pada kesempatan yang sama, KUA Kecamatan Bika, Arfandi, menyabutkan, kehadiran Bupati dan para pejabat di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu di dusun tersebut, sudah lama dinatikan oleh para kaum mualaf setempat. “Ini merupakan doa yang dikabulkan Allah, di mana keinginan warga mualaf berharap agar Bapak Bupati salat dan berkumpul bersama-sama mereka menjadi kenyataan,” aku Arfandi.

Turut hadir dalam rombongan, Sekda Kapuas Hulu Muhammad Sukri dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari Kota Putussibau. Selain itu juga hadir Kapolsek Bika serta anggota dan Babinsa Kecamatan Bika.

Menjelang berbuka puasa bersama juga diisi tausiyah oleh H Yoyet Rifa’i. Dia menjelaskan lima fondasi Islam atau rukun Islam dan mengajak kepada mualaf untuk tetap menjaga hubungan keluarga yang  non muslim. Sikap demikian, menurut dia, menunjukkan bahwa Islam  itu penuh cinta kasih sayang. “Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin,” gugahnya.

Kehadiran Bupati beserta rombongan di Dusun Ujung Pinang ini ternyata menjadi pemacu semangat warga mualaf setempat. Mereka sangat terkesan, sehingga diharapkan Ramadan tahun depan bisa melaksanakan kegiatan serupa. “Kami bangga punya Bupati mau berdampingan dengan masyarakat biasa seperti kami di sini,” ungkap Dedi Ilhamsyah, salah satu umat yang hadir di acara tersebut.(*)

Berita Terkait