Bungkus Susu Isi Sabu

Bungkus Susu Isi Sabu

  Sabtu, 5 March 2016 09:55
KURIR SABU: Sudirman alias Along (kanan) kurir pembawadua kg sabu asal malaysia. SUGENG/ PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU – Tentara Nasional Indonesia dari Satgas Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha di Pos KOUT Beduai menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat dua kilogram yang berasal dari Malaysia. Barang tersebut akan dibawa kepada seseorang yang berada di Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Barang haram ini dibawa seorang sopir travel atas nama Sudirman alias Along, warga Sambas. Dia mengendarai mobil Innova B 1968 NKC. Sabu tersebut dibungkus dalam plastik bening dan dikemas menggunakan bungkus salah satu produk minuman susu.

Wadansat Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha, Kapten Inf Kunto Wibisono mengatakan Jumat (4/3) kemarin, anggotanya melakukan pemeriksaan rutin terhadap sejumlah kendaraan baik yang akan keluar ke Malaysia maupun sebaliknya. Pemeriksaan rutin ini sejatinya untuk mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal termasuk senjata api.

Sekitar pukul 13.00, anggotanya melihat gelagat mencurigakan. Mobil Innova yang dimaksud tampak ragu-ragu untuk berhenti dan terkesan menghindari petugas. Sampai akhirnya mobil tersebut masuk pemeriksaan anggota.

Melihat gelagat aneh itu, mobil pun berhasil diberhentikan. Anggota yang bertugas saat itu langsung melakukan pemeriksaan ke semua bagian dalam mobil dan ditemukan bong atau alat hisap sabu yang disimpan di dalam laci mobil. Selain itu, turut ditemukan plastik berklip bening yang biasa digunakan untuk menyimpan sabu.

Dari temuan itu, kata dia, kemudian dilanjutkan penggeledahan dalam mobil. Selain dua barang tadi, ditemukan juga dua bungkus minuman Milo. Hanya saja bungkusan itu sangat mencurigakan. Akhirnya, bungkusan itu dibuka dan di dalamnya berisi narkotika jenis sabu seberat dua kilogram.

Menurut pengakuan sopir, barang tersebut akan diantar ke Kecamatan Kembayan. Di sana sudah ada yang menunggu. Si sopir sendiri dijanjikan uang senilai Rp5 juta sebagai balas jasa jika barang tersebut sampai di tangan sang pemilik.

“Ada yang sudah menunggu di sana. Dia ini dijanjikan balas jasa senilai Rp5 juta per kilogram. Sabu itu didapatkan dari warga Malaysia di Pasar Baru Entikong,” ujar Kunto sesuai keterangan sang sopir.

Kronologisnya, lanjut dia, sekitar pukul 13.00, Sudirman mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal. Orang itu menanyakan apakah dirinya berangkat ke Pontianak atau tidak. Saat dia bilang berangkat, orang tersebut meminta untuk mengambilkan barang belanjaan dari Malaysia yang tertinggal. Akan ada yang mengantarkan barang itu dengan mobil QD 9009 M.

“Yang meneleponnya itu berlogat Indonesia. Tetapi sopir sendiri tidak kenal siapa orang yang dimaksud. Dan sopir hanya mengiyakan saja dan menyanggupinya,” kata dia menceritakan.

Setelah telepon itu berakhir, sopir langsung menuju Pasar Baru di Border Entikong. Di situ dia sempat menunggu selama sepuluh menit. Tidak lama kemudian muncul mobil berwarna putih dengan nomor kendaraan yang dimaksud. Dari dalam mobil keluar seorang warga Malaysia keturunan Cina.

Orang Malaysia ini menghampiri Sudirman dan menyodorkan kantong berisikan dua bungkus Milo tanpa memberitahu apa isi bungkusan tersebut. “Ini barang you simpan bagus-bagus wa, jangan tak sampai,” begitu kata orang Jiran itu.

Setelah menerima bungkusan, Sudirman langsung masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke arah Kembayan. Sambil mengendarai mobil, Sudirman kembali mendapat panggilan telepon dari nomor orang yang memintanya mengambil belanjaan tadi.

Si penelepon ini bertanya, “Sudah kah diambil barangnya?”. Dijawab “sudah” oleh Sudirman. Lalu si penelepon ini bilang, “Kalau sudah, nanti diantarkan ke Kembayan. Ditunggu ya. Upahnya adalah nanti. Itu paket bagus-bagus disimpan, cukuplah ongkosnya aku kasi lima juta nanti di Kembayan.”

Sudirman mengaku kaget mendengar upah lima juta rupiah itu. Namun, karena kepepet uang makanya tidak terlalu dirisaukannya. Dalam perjalanannya, kata Kunto, Sudirman mengajak rekannya. Dan dia menegaskan rekannya itu tidak ada sangkut paut dengan barang haram tersebut.

Meski mengakui sebagai pemakai narkotika, Sudirman menolak secara tegas bahwa dirinya merupakan kurir narkotika. Sampai berita ini ditulis, pihak TNI masih melakukan pemeriksaan terhadap Sudirman. Sementara kendaraan dan barang bukti narkotika disita. (sgg)

 

 

Kronologis :

-         Sudirman ditelepon orang tidak dikenal pukul 13.00. Menanyakan berangkat ke Pontianak atau tidak. Kalau berangkat, diminta mengambil barang belanjaan yang tertinggal.

-         Dia diminta mengambil barang di Pasar Baru, Border Entikong.

-         Barang tersebut dibawa oleh seorang warga Malaysia yang mengendarai mobil QD 9009 M.

-         Warga Malaysia itu berpesan agar Sudirman menjaga baik-baik barang tersebut.

-         Usai mendapatkan barang, Sudirman ditelepon lagi, diminta membawa  barang itu ke Kembayan.

-         Sudirman akan diberikan upah sebesar Rp5 juta.

-         Dalam perjalanan, di Beduai, sekira pukul 15.00, Sudirman ditangkap oleh anggota Pamtas di Pos KOUT Beduai karena kedapatan membawa 2 kilogram sabu.

-         Mobil dan sabu disita anggota Satgas Pamtas dan Sudirman masih dalam pemeriksaan.

 

(Sumber: Satgas Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha)

Berita Terkait