Bumi Bukan Tempat Pembuangan Akhir

Bumi Bukan Tempat Pembuangan Akhir

  Rabu, 8 November 2017 10:23   54

Oleh:  Liansyah

 KITA sekarang memasuki era pertarungan globalisasi, artinya bumi seakan  telah menjadi flat tanpa memandang batas teritorial suatu negara, dan secara tidak sadar, kita manusia memang telah banyak bergantung dengan penggunaan bahan non alami seperti:  plastik,  yang mana penggunaan plastik cenderung meningkat seiring dengan jumlah konsumen ,  terutama kaum muda dan manusia yang tidak bertanggungjawab,      

 Plastik yang merupakan bagian dari adalah sebuah permasalahan klasik dalam kehidupan sehari-hari, Pengertian sampah sendiri menurut World Healt Organization (WHO) adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang  dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Artinya kehidupan manusia sejalan dengan plastik seperti botol, kemasan kudapan ringan (Snakc), bungkus burger, bungkus kentang goreng yang mengandung sebuah harfiah  sangat tinggi, sangat wajar jika suatu saat nanti bumi akan terpenuhi limbah sampah yang membumikan dunia.

Di era mileniall ini keberdaan cafe, restoran dan lainnya yang menyajikan makanan/minuman cepat saji cukup banyak menyumbang sampah baik sampah organik maupun anorganik. Sampah adalah  masalah yang berkepanjangan dan untuk menegakan  wacana pengahapusan 100 persen penggunaan plastik memang sangat sulit untuk diterapkan namun banyak hal yang dapat kita lakukan dalam upaya memimilmalisir pertumpukan sampah, alternatif pengolahan secara menyeluruh perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya Reduce (Mengurangi) Cara paling gampang menangani sampah yang menumpuk pastinya kamu harus mengurangi sampah itu sendiri. Caranya bisa berbagai macam, misalnya tidak menggunakan benda-benda sekali pakai, mendaur kertas koran yang sudah dibaca, ataupun mengurangi jajanan yang menggunakan bahan plastik.Reuse (Menggunakan kembali) Kata siapa sampah harus selalu dibuang? Dengan sedikit kreativitas dan kemauan, kita bisa menggunakan kembali sampah . Walaupun penggunaannya sendiri tidak sesuai dengan fungsi sebelumnya. Sebagai contoh, kamu bisa memanfaatkan tangga yang sudah tidak terpakai sebagai gantungan baju, botol plastik sebagai pot bunga serta kreasi lainnya. Recycle (Mendaur Ulang). Jika reuse berarti menggunakan kembali sampah dan membawa manfaat baru, maka recycle adalah mendaur ulang sampah sehingga dapat digunakan kembali setelah melalui proses tertentu.  Replace (Mengganti) Replace sama seperti menggunakan produk substitusi atau pengganti. Jika kamu terbiasa menggunakan barang yang hanya dipakai sekali saja, seperti botol plastik air mineral maka kamu bisa menggantinya dengan botol minuman. Sampah adalah masalah yang harus diperangi. Budaya kita membuang sembarangan adalah musuh yang harus kita kalahkan masing-masing. Berton-ton sampah terus kita produksi setiap harinya. Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk merubah budaya dan manajemen sampah kita maka Bumi akan benar-benar tertutup oleh sampah.

Berapa pun banyaknya taman kota yang dibangun akan sama saja kalau tidak ada penanggulangan sampah yang dilakukan bersamaan dengan itu. Karena sampah bukan masalah sederhana dan hanya dapat diselesaikan oleh kita bersama. Solusi yang diutarakan di atas adalah salah satu cara yang bisa ditempuh demi tercapainya Bumi yang bersih indah dan asri. **

Penulis: Mahasiswa IAIN Pontianak